13 March 2019

Benarkah Pengidap GERD Mudah Terkena Kanker Esofagus?

Benarkah Pengidap GERD Mudah Terkena Kanker Esofagus?

Halodoc, Jakarta - Sebagian besar orang pernah mengalami kenaikan asam lambung, atau refluks asam lambung, atau GERD. Mungkin kamu pun pernah mengalaminya, setidaknya satu atau dua kali dalam jangka waktu yang lama. GERD merupakan kondisi ketika asam lambung naik menuju kerongkongan, meninggalkan rasa sakit dan asam di tenggorokan.

Kondisi ini memang jarang terjadi. Jika seseorang mengalami refluks asam lebih dari dua kali dalam waktu yang singkat, misalnya satu minggu, artinya orang tersebut dekat dengan risiko kanker esofagus. Sebenarnya, bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Apa Kaitannya GERD dan Kanker Esofagus?

Kondisi naiknya asam lambung menuju kerongkongan menimbulkan reaksi heartburn pada dada. Ini terjadi beberapa saat setelah kamu mengonsumsi makanan yang menjadi pemicunya. Naiknya asam lambung bisa menyebabkan peradangan pada saluran kerongkongan.

Jika tidak segera ditangani, peradangan yang terjadi mengikis bagian kerongkongan dan menimbulkan luka pada saluran tersebut. Akibatnya, terjadi kerusakan jaringan kerongkongan, yang memicu terjadinya Barrett’s esophagus atau kerusakan pada bagian bawah saluran esofagus.

Baca juga: Benarkah Laki-Laki Lebih Rentan Terkena Kanker Esofagus Dibanding Wanita?

Keadaan ini berupa timbulnya jaringan yang mirip dengan jaringan yang berada di lapisan usus pada kerongkongan, sering dikaitkan dengan pemicu kanker. Bahkan, orang-orang yang memiliki riwayat GERD dan Barret berisiko terhadap kanker esofagus dibandingkan dengan orang yang hanya memiliki salah satunya.

Bagaimana Mengatasinya?

Kamu perlu tahu, kanker esofagus mengalami perkembangan yang lambat, sehingga gangguan kesehatan ini tidak menimbulkan gejala sampai pada tahapan atau stadium lanjut. Inilah mengapa penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama apabila kamu sering mengalami refluks asam lambung.

Tidak semua orang yang memiliki GERD mengalami kanker pada bagian esofagus. Kondisi ini hanya berdasarkan hasil pemeriksaan atau keadaan nyata bahwa sebagian besar pengidap kanker esofagus berawal dari naiknya asam lambung pada saluran kerongkongan.

Baca juga: Agar Tidak Salah, Ini 5 Tips Mencegah GERD

Lalu, bagaimana tindakan pencegahan yang bisa dilakukan bagi pengidap GERD agar terhindar dari risiko kanker esofagus? Berikut ini cara mudah yang bisa dilakukan:

  • Kurangi konsumsi alkohol, begitu pula dengan kebiasaan merokok.

  • Hindari makanan asam, pedas, minuman yang mengandung kafein, soda, atau produk olahan yang meningkatkan risiko naiknya asam lambung.

  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur.

  • Hindari stres dengan banyak melakukan relaksasi pada tubuh, seperti berolahraga atau melakukan gerakan-gerakan yoga.

  • Jaga agar berat badan tetap seimbang agar terhindar dari risiko obesitas, karena kelebihan berat badan juga memicu terjadinya kanker esofagus.

  • Hindari langsung pergi tidur setelah makan. Berikan jeda setidaknya 1 hingga 2 jam. Pasalnya, pengidap GERD yang konsumsi daging berlebihan dan pergi tidur tak lama kemudian mengalami sensasi seperti terbakar pada bagian dada.

Baca juga: Sembuhkan Asam Lambung dengan 5 Makanan Ini

Jangan abaikan jika kamu sering mengalami GERD atau kenaikan asam lambung hingga ke saluran kerongkongan lebih sering dari biasanya, karena bisa jadi kamu berisiko mengalami kanker esofagus. Tanyakan pada dokter bagaimana penanganan yang bisa dilakukan dan bagaimana cara deteksi dini untuk mengenali gejalanya.

Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc, karena aplikasi ini memiliki layanan Tanya Dokter yang bisa membuat kamu lebih mudah dalam bertanya jawab dengan dokter. Jadi, segera download aplikasi Halodoc, ya!