• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pola Makan Bisa Menentukan Karakter Seseorang?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pola Makan Bisa Menentukan Karakter Seseorang?

Benarkah Pola Makan Bisa Menentukan Karakter Seseorang?

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 21 Juli 2022

“Pola makan dapat menentukan karakteristik seseorang. Sebab, kebiasaan yang dilakukan sejak kecil, misalnya bagaimana orang tua menyajikan dan membiasakan makanan tertentu, dapat berpengaruh terhadap bagaimana cara pandang anak terhadap makanan.”

Benarkah Pola Makan Bisa Menentukan Karakter Seseorang?Benarkah Pola Makan Bisa Menentukan Karakter Seseorang?

Halodoc, Jakarta – Pernahkah dengar pepatah “You are what you eat”? Katanya, makanan yang masuk ke dalam tubuh dapat menentukan dan membentuk karakter seseorang. Benarkah hal tersebut? Pastinya, apa yang kamu makan akan memengaruhi mood dan tubuhmu. 

Dengan mempelajari cara membuat pilihan yang lebih sehat dan makan penuh perhatian, kamu dapat lebih mengontrol pola makan dan tentunya ini berdampak pada pengendalian berat badan. Ketika kamu bisa mengendalikan nafsu makan dengan baik, kamu juga bisa mengendalikan hal-hal lainnya. Yuk, simak di sini, bagaimana pola makan bisa menentukan karakter seseorang!

Faktor – Faktor yang Memengaruhi Pola Makan 

Ada empat faktor yang secara langsung dapat menentukan karakteristik seseorang, yaitu:

  • Faktor genetik, faktor ini biasanya diwariskan dari orang tua kepada anak.
  • Pola asuhan dan cara orang tua mendidik anak.
  • Faktor lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang.
  • Kreativitas dan faktor dari dalam diri anak tersebut.

Pola makan dapat menentukan karakteristik seseorang. Sebab, kebiasaan yang dilakukan sejak kecil, misalnya bagaimana orang tua menyajikan dan membiasakan makanan tertentu, dapat berpengaruh terhadap bagaimana cara pandang anak terhadap makanan sehat dan tidak sehat yang akan terbawa sampai dewasa kelak. 

Banyak orang menggunakan makanan sebagai mekanisme koping untuk mengatasi perasaan seperti stres, kebosanan atau kecemasan, atau bahkan untuk meningkatkan mood. Meskipun ini dapat membantu untuk jangka pendek, kamu tidak benar-benar dapat mengatasi masalah yang menyebabkan stres lewat makanan. 

Pola makan bisa menentukan perilaku seseorang. Misalnya, bagaimana orang tersebut mengidentifikasikan perilaku makan tertentu dengan suatu keadaan. Misalnya, makan banyak diperbolehkan saat sedih ataupun sistem koping sehingga ketika ini menjadi kebiasaan lama-lama menjadi perilaku. Menjadikan makanan sebagai pelarian di saat kondisi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Lain halnya dengan orang yang tidak menjadikan makanan sebagai statareginya. Orang-orang yang tidak mengidentifikasikan makanan sebagai sumber kesenangan dan pelarian lebih memiliki kontrol diri dalam bertindak dan tidak impulsif. Makan sebagai kebutuhan, bukan makan untuk kesenangan dan pelarian.

Cara Makan Bisa Menentukan Karakter

Selain pemilihan jenis makanan dan identifikasi mengenai makanan, cara makan juga bisa menentukan karakteristik seseorang. Menurut Juliet Boghossian, seorang food expert dan pengamat psikologi dan perilaku makan, menyebutkan karakter seseorang bisa diketahui dari pola makan yang dilakukannya.  Mau tahu seperti apa?

1. Makan dengan Lambat

Seseorang yang makan dengan lambat biasanya mencerminkan sikap yang lebih memperhatikan kualitas daripada kecepatan. Pasalnya, orang yang makan dengan lambat biasanya menunjukkan bahwa ia menikmati setiap kualitas dari santapan tersebut.

2. Makan Cepat

Terbiasa makan dengan cepat adalah ciri dari seseorang yang biasanya bisa mengerjakan banyak hal sekaligus alias multitasking. Biasanya orang dengan kebiasaan makan seperti ini pintar dalam membagi waktu dan menyelesaikan setiap tugas tepat pada waktu yang sudah ditentukan. Sayangnya kebiasaan makan cepat sering pula diidentikkan dengan seseorang yang suka menyendiri. 

3. Makan dengan Aktif

Aktif yang dimaksud adalah perasaan tak ragu untuk memilih jenis makanan apapun yang terhidang di meja. Orang yang memiliki kebiasaan makan seperti ini disebut memiliki hasrat yang tinggi untuk berpetualang. Mereka pun biasanya tidak mengenal rasa takut dalam menyampaikan pendapat serta berani mengambil risiko.

4. Pemilih

Suka berada di zona nyaman dan tidak berani menghadapi hal baru adalah ciri dari orang yang biasa memilih-milih makanan. Meski demikian, rasa ingin tahu yang tinggi adalah hal yang patut dibanggakan dari orang dengan gaya makan ini. Hal itu membentuk mereka lebih aktif bertanya dan memiliki pengetahuan yang luas.

5. Membagi Makanan di Piring

Pernah lihat orang yang punya kebiasaan memisahkan dan membagi tempat untuk makanan di piring mereka? Maksudnya memisahkan tempat antara nasi, sayuran dan lauk pauk karena tak suka jika makanan tersebut saling bercampur. Kebiasaan ini merupakan tanda orang yang cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan serta suka mengerjakan pekerjaan sesuai petunjuk.

6. Mencampur Makanan

Bagi pencinta kuliner, ada istilah “dicampur” atau “dipisah”. Hal ini merujuk pada cara penyajian dan menikmati makanan. Seperti makan bubur diaduk, atau makan soto dan nasi di dalam satu mangkuk yang sama.

Orang-orang yang punya kebiasaan makan dicampur memiliki kepribadian yang ramah, mudah bergaul, santai serta bisa bertanggung jawab pada banyak masalah. Jadi, kamu termasuk tim yang mana? 

Apapun gaya makan yang kamu pilih, pastikan untuk selalu makan sesuai takaran dan pastinya bergizi. Itulah informasi mengenai pola makan bisa menentukan karakter seseorang. Kalau kamu butuh lebih banyak informasi terkait pola makan sehat, tanyakan saja langsung ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. The Psychology of Eating.
Huffpost.com. Diakses pada 2022. What Your Eating Habits Reveal About Your Personality.