Benarkah Rokok dan Alkohol Pemicu Utama Kanker Laring?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 pemicu utama kanker laring

Halodoc, Jakarta - Seperti namanya, kanker laring merupakan kondisi ketika terdapat tumor atau sel kanker pada laring. Bagian dari saluran pernapasan ini terletak pada bagian bawah tenggorokan dan sebelum trakea, tepatnya di tempat pita suara berada. Apa yang menjadi pemicu utama kanker laring?

Meski penyebab pastinya belum diketahui, ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kanker laring. Pemicu utama kanker laring adalah kebiasaan merokok dan kecanduan alkohol. Selain 2 hal itu, faktor yang juga meningkatkan risiko kanker ini adalah:

  • Berusia di atas 60 tahun.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker tenggorokan.

  • Mengidap kondisi genetik tertentu, seperti anemia Fanconi.

  • Kekurangan nutrisi akibat diet yang tidak sehat.

  • Terpapar debu asbes dalam jangka panjang.

  • Terinfeksi human papillomavirus (HPV).

Beberapa faktor risiko tersebut hanyalah acuan umum. Lebih jelasnya, kamu bisa diskusikan langsung mengenai kanker laring dan hal-hal apa saja yang dapat meningkatkan risikonya dengan dokter. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Baca juga: Waspada, Ini Penyebab Kanker Tenggorokan

Gejala Kanker Laring Cenderung Mudah Terdeteksi

Gejala kanker laring termasuk mudah dideteksi dibanding kanker lain, yaitu:

  • Suara serak;

  • Batuk darah;

  • Sakit telinga;

  • Sakit tenggorokan;

  • Berat badan turun drastis;

  • Terdapat benjolan atau bengkak pada leher;

  • Disfagia atau kesulitan menelan;

  • Kesulitan bernapas.

Jika kamu mengalami berbagai gejala yang telah dipaparkan tadi, jangan ragu untuk memeriksakan diri segera ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Stadium dan Komplikasi Kanker Laring

Ketika seseorang dicurigai mengidap kanker laring berdasarkan gejala yang ada, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan. Salah satunya adalah dengan menggunakan alat berupa cermin, untuk melihat kondisi tenggorokan dan laring. Pemeriksaan nasoendoskopi atau endoskopi hidung hingga laring juga dapat digunakan untuk melihat kondisi laring.

Baca juga: Suara Serak Bisa jadi Pertanda Tumor Tenggorokan

Jika secara visual ditemukan kemungkinan kanker laring, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan biopsi. Kemudian, jika hasil biopsi menunjukkan pasien positif kanker laring, pemindaian melalui CT scan atau MRI perlu dilakukan untuk melihat seberapa besar pertumbuhan tumor yang ada, dan apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau area tubuh lain.

Hasil dari rangkaian pemeriksaan tersebut akan menjadi acuan untuk menentukan stadium kanker, dengan kriteria sebagai berikut:

  • Stadium 0. Disebut juga carcinoma in situ. Munculnya sel abnormal yang dapat menjadi kanker dan berpotensi menyebar ke sel lain.

  • Stadium I. Sel abnormal di laring telah berubah menjadi kanker, berukuran kecil, tetapi belum menyebar.

  • Stadium II. Kanker bertambah besar tetapi belum menyebar.

  • Stadium III. Kanker bertambah besar dan mulai menyebar ke jaringan terdekat atau kelenjar getah bening.

  • Stadium IV. Kanker telah menyebar ke jaringan dan organ tubuh lain yang letaknya jauh dari laring. Kondisi ini disebut metastasis.

Baca juga: Waspada, Rokok Bisa Jadi Penyebab Kanker Mulut

Pengobatan untuk kanker laring perlu dilakukan sesegera mungkin. Sebab jika dibiarkan, atau jika stadium kanker sudah berlanjut, ada beberapa kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi, yaitu:

  • Disfagia;

  • Kehilangan suara;

  • Gangguan pada fungsi lidah dalam mengecap rasa;

  • Penurunan fungsi sistem imun;

  • Mulut kering;

  • Kelelahan;

  • Sesak napas;

  • Mengalami kesulitan menelan;

  • Perubahan pada kulit;

  • Peradangan lapisan dalam tenggorokan;

  • Mual dan muntah;

  • Malnutrisi.

Referensi:
Medical News Today (Diakses pada 2019). What to know about laryngeal cancer
Healthline (Diakses pada 2019). Laryngeal Cancer
WebMD (Diakses pada 2019). What is Laryngeal Cancer?