Benarkah Sering Tanning Rentan Terkena Basal Cell Carcinoma?

Benarkah Sering Tanning Rentan Terkena Basal Cell Carcinoma?

Halodoc, Jakarta - Tanning adalah metode untuk mendapatkan warna kulit yang lebih gelap dan merata. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, yakni tanning secara indoor yang bisa dilakukan di salon-salon kecantikan atau secara outdoor yang dilakukan dengan berjemur di pantai.

Namun, kebiasaan sering melakukan tanning sebenarnya tidak disarankan oleh dokter kulit. Alasannya, salah satu efek samping yang bisa ditimbulkan adalah munculnya penyakit karsinoma sel basal.

Basal cell carcinoma atau lebih dikenal dengan karsinoma sel basal adalah jenis kanker kulit yang banyak terjadi. Karsinoma sel basal adalah suatu tumor kulit yang cukup ganas, dan berasal dari sel-sel basal epidermis. Tumor ini umumnya berkembang lambat dan meskipun ganas, ia tidak akan menyebabkan kematian. Namun gejala yang muncul akibat penyakit ini bisa mengganggu pengidapnya.

Baca Juga: Kenali 5 Ciri Kanker Kulit Basal Cell Carcinoma

Bagaimana Bisa Tanning Menyebabkan Karsinoma Sel Basal?

Paparan cahaya matahari yang terlalu sering telah diduga menjadi penyebab DNA sel basal bermutasi. Sel basal adalah sel yang terletak di bagian paling bawah dari lapisan kulit luar (epidermis). Sel ini berfungsi sebagai penghasil sel baru, dengan cara mendorong atau membuang sel lama ke permukaan kulit. Sel lama yang berhasil didorong ke permukaan kulit kemudian akan mengelupas. Ketika terjadi kelainan DNA sel basal, fungsi sel basal itu terganggu dan menyebabkan produksi sel tidak terkendali hingga menimbun di kulit dan membentuk sel kanker.

Maka dari itu, seseorang yang sering beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari, memiliki risiko tinggi mengalami karsinoma sel basal. Tidak hanya itu, terdapat beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko karsinoma sel basal, yaitu:

  • Pernah menjalani terapi radiasi (radioterapi).
  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Memiliki anggota keluarga yang pernah menderita karsinoma sel basal.
  • Menggunakan obat imunosupresif.
  • Terpapar racun arsenik.
  • Memiliki penyakit keturunan yang berisiko menyebabkan kanker kulit, seperti nevoid basal-cell carcinoma syndrome.

Baca Juga: 8 Faktor Risiko Seseorang Terkena Karsinoma Sel Basal

Apa Gejala Karsinoma Sel Basal?

Penyakit ini muncul dan ditandai dengan pertumbuhan kulit berupa benjolan yang terdapat pembuluh darah di dalamnya. Benjolan tersebut tidak terasa sakit, mudah berdarah, dan berwarna merah muda, coklat, atau hitam. Gejala karsinoma sel basal biasanya muncul di area-area tubuh yang sering terpapar matahari, seperti wajah, leher, dan tangan. Namun, meski jarang terjadi, penyakit ini bisa menyerang kulit yang jarang terpapar matahari, misalnya payudara.

Gejala penampakan benjolan bisa saja berbeda pada tiap orang, antara lain:

  • Ruam datar, bersisik, dan kemerahan.
  • Lesi seperti luka goresan, berwarna putih, lembut, tanpa tepi luka yang jelas.

Bagaimana Cara Menyembuhkan Kanker Kulit Ini?

Terdapat banyak cara yang dilakukan untuk mengobati karsinoma sel basal, yaitu:

  • Pengobatan non medis yakni dengan menghindari paparan sinar matahari langsung seperti melakukan tanning. Untuk mencegahnya, disarankan bagi mereka yang bekerja di luar ruangan untuk memakai pakaian berpenutup lengkap atau mengaplikasikan tabir surya setiap 3 jam sekali.
  • Terapi bedah, seperti bedah skalpel, bedah beku, bedah listrik, dan bedah laser.
  • Radioterapi.
  • Penggunaan Krim imiquimod 5% tiap hari atau 5 hari seminggu selama 12 minggu.
  • Terapi fotodinamik, yakni penghilangan sel kanker menggunakan cahaya.
  • Kemoterapi, yakni pemusnahan sel-sel kanker dengan kombinasi obat-obatan.
  • Bedah Mohs, yakni pemotongan lapis demi lapis kulit yang terkena kanker hingga pemeriksaan mikroskop menunjukkan tidak ada lagi sel kanker. Bedah ini biasanya diterapkan pada kulit wajah.

Baca Juga: Prosedur Operasi Mohs untuk Mengobati Karsinoma Sel Basal

Itulah alasan mengapa karsinoma sel basal bisa muncul akibat sering melakukan tanning. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor. Diskusikan masalah kesehatanmu melalui Chat atau Voice/Video Call. Tunggu apa lagi? Segera download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!