19 November 2018

Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?

Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?

Halodoc, Jakarta - Sama-sama bagian dari kelompok penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), memiliki gejala yang serupa, dan penyebab utamanya adalah merokok, membuat bronkitis dan emfisema kerap dianggap sebagai penyakit yang sama. Padahal, keduanya merupakan penyakit yang berbeda, lho. Meskipun memiliki kaitan satu sama lain. Agar tidak salah, simak penjelasan berikut ini, yuk!

Bronkitis

Bronkitis adalah peradangan pada bronkus, atau tabung jalur udara yang bercabang menuju paru-paru bagian kanan dan kiri. Dalam sistem pernapasan, bronkus berfungsi untuk menyalurkan udara yang keluar-masuk paru-paru. Bronkitis dapat disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari infeksi, hingga paparan polusi udara. Namun, penyebab paling utamanya adalah merokok. Tidak lebih dari 10 persen kasus bronkitis yang disebabkan oleh bakteri.

Jika tidak segera ditangani, peradangan bronkus bisa menjadi kronis dan berlangsung hingga berbulan-bulan, bahkan menahun. Intensitas gejalanya juga akan lebih parah dibandingkan peradangan akut. Hal ini dikarenakan lambat laun, peradangan pada lapisan tabung bronkus akan semakin meningkatkan produksi lendir yang membuat pengidapnya sulit bernapas lega. Bahkan, penyakit ini bisa mengakibatkan kerusakan saluran napas permanen.

Emfisema

Emfisema adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya pembengkakan alveoli secara bertahap. Alveoli adalah kantung udara yang ada dalam paru-paru. Ketika emfisema terjadi, alveoli secara perlahan akan melemah dan hancur. Kondisi ini kemudian akan membuat paru-paru mengerut, sehingga pertukaran gas (oksigen dan karbon dioksida) terganggu. Akibatnya, jumlah oksigen yang seharusnya mencapai aliran darah menjadi sangat terbatas. Hal itulah yang kemudian membuat pengidap emfisema sulit bernapas, terutama ketika berolahraga.

Sama seperti bronkitis, merokok merupakan penyebab utama terjadinya emfisema. Faktor risiko lainnya yang juga meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi ini adalah kekurangan enzim yang bernama alpha-1-antitrypsin, sering terpapar polusi udara, reaktivitas saluran napas, faktor keturunan, dan usia. Laki-laki dewasa merupakan kelompok yang paling sering mengidap penyakit ini.

Bronkitis Kronis dapat Berkembang Menjadi Emfisema

Kedua penyakit paru-paru ini, bronkitis dan emfisema, merupakan penyakit progresif, yang artinya perlu waktu cukup lama bagi keduanya hingga menimbulkan gejala yang nyata. Itulah mengapa kebanyakan kasusnya baru dapat terdeteksi ketika kondisi sudah parah. Kondisi pengidap juga dapat menjadi semakin buruk seiring waktu jika tidak mendapat perawatan yang tepat. Bahkan pada kebanyakan kasus, bronkitis kronis yang tidak segera ditangani, pengidapnya pun akhirnya terkena emfisema juga.

Bagaimana Mendiagnosis Bronkitis dan Emfisema?

Tidak ada tes khusus untuk mendeteksi adanya penyakit bronkitis atau emfisema pada seseorang. Namun, biasanya dokter akan meninjau riwayat kesehatan dan melakukan beberapa pemeriksaan fisik, seperti:

  1. Tes pencitraan, baik rontgen dada atau CT scan paru.

  2. Tes fungsi paru untuk mengetahui seberapa baik paru-paru bekerja dan akan diukur kekuatan aliran udara pada paru dengan spirometer.

  3. Analisis gas darah untuk mengetahui pH, kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah.

  4. Tes Alpha-1-antitrypsin (AAT) untuk mengetahui seberapa tinggi kadar AAT, yaitu protein yang melindungi paru tetap elastis. Orang yang kekurangan protein ini bisa terkena emfisema walaupun tidak merokok.

Setelah didiagnosis, dokter biasanya akan memutuskan langkah penanganan selanjutnya yang tepat. Pengobatan untuk bronkitis dan emfisema biasanya akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gejala yang dialami.

Itulah sedikit penjelasan tentang penyakit bronkitis dan emfisema. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal kondisi ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: