• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?

Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 04 Oktober 2021
Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?

“Emfisema dan bronkitis kronis merupakan masalah kesehatan yang menyerang paru-paru. Keduanya masuk dalam kategori Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau PPOK. Beberapa gejalanya serupa, seperti sesak napas dan mengi, tetapi keduanya ternyata adalah kondisi medis yang berbeda.”

Halodoc, Jakarta - Bronkitis kronik dan emfisema masuk dalam kategori Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK. Gejala dua masalah kesehatan ini mirip, dengan penyebab utamanya pun karena kebiasaan buruk merokok. Akan tetapi, kamu perlu tahu kalau bronkitis dan emfisema adalah dua kondisi yang berbeda, meski ada kaitan di antara keduanya. 

Bronkitis

Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada bagian bronkus, tabung jalur udara yang memiliki cabang menuju paru-paru bagian kiri dan kanan. Bagian paru-paru ini punya peran sebagai penyalur udara yang masuk dan keluar dari paru-paru dalam sistem pernapasan. Bronkitis bisa terjadi karena banyak penyebab, mulai dari paparan polusi udara hingga infeksi. Meski begitu, penyebab yang paling sering ditemui adalah kebiasaan buruk merokok. 

Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, peradangan pada bronkus bisa berkembang menjadi kronis dan berlangsung lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Intensitas gejala yang muncul juga semakin buruk jika dibandingkan dengan peradangan akut. Hal ini disebabkan karena peradangan yang menyerang lapisan tabung bronkus akan semakin membuat produksi lendir meningkat, sehingga pengidapnya akan mengalami kesulitan bernapas. Bahkan, bukan tidak mungkin masalah kesehatan ini berujung pada rusaknya saluran napas secara permanen. 

Baca juga: Mirip Meriang, Ini 5 Gejala Bronkitis yang Jangan Diabaikan

Emfisema

Sementara itu, emfisema merupakan masalah kesehatan yang terjadi karena pembengkakan pada alveoli secara bertahap. Alveoli sendiri merupakan kantung udara yang berada di dalam paru-paru. Ketika emfisema muncul, secara perlahan alveoli akan lemah dan rusak. Kondisi ini lalu akan mengakibatkan paru-paru menjadi mengerut sehingga pertukaran gas pun terganggu. 

Akibatnya, pasokan oksigen yang mencapai aliran darah pun tidak terpenuhi. Inilah yang lalu membuat pengidap emfisema mengalami kesulitan bernapas, terlebih ketika sedang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Tidak jauh berbeda dengan bronkitis, kebiasaan buruk merokok adalah penyebab paling utama kasus emfisema yang banyak terjadi. Sementara faktor lainnya adalah paparan polusi udara, usia, keturunan, dan reaktivitas pada saluran napas. 

Lalu, Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?

Baik bronkitis maupun emfisema sama-sama berupa penyakit progresif. Artinya, perlu waktu yang bisa dibilang cukup lama bagi kedua kondisi medis ini hingga menunjukkan gejala yang nyata. Inilah mengapa keduanya sering kali baru terdeteksi ketika sudah berada dalam fase yang parah. 

Baca juga: Ini Bedanya Bronkitis dan Pneumonia yang Perlu Diketahui Orangtua

Selain itu, kondisi kesehatan pengidap juga bisa menjadi semakin memburuk seiring waktu apabila tidak segera dilakukan penanganan. Faktanya, bronkitis bisa berkembang menjadi emfisema apabila tidak segera ditangani. Lalu, bagaimana dokter melakukan diagnosis untuk kedua penyakit ini? 

Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendeteksi adanya bronkitis maupun emfisema. Meski begitu, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan melalui riwayat kesehatan, juga beberapa tes penunjang berikut ini. 

  • Tes pencitraan, baik rontgen dada maupun CT scan paru.
  • Tes fungsi paru untuk mengetahui seberapa baik paru-paru bekerja dan akan diukur kekuatan aliran udara pada paru dengan spirometer.
  • Analisis gas darah untuk mengetahui pH, kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah.
  • Tes Alpha-1-antitrypsin (AAT) untuk mengetahui seberapa tinggi kadar AAT, yaitu protein yang melindungi paru tetap elastis. Orang yang kekurangan protein ini bisa terkena emfisema walaupun tidak merokok.

Baca juga: Fakta Tentang Emfisema yang Perlu Kamu Ketahui

Setelah melakukan pemeriksaan dan mendapatkan didiagnosis, dokter akan memutuskan langkah penanganan selanjutnya. Pengobatan untuk bronkitis dan emfisema biasanya akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gejala yang dialami. Jadi, agar terhindar dari kedua masalah paru tersebut, tentu kamu harus menghindari kebiasaan merokok sekarang juga. Jangan lupa, pastikan di ponselmu sudah ada aplikasi Halodoc, jadi kapan saja kamu memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan segera, kamu bisa tanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Download sekarang juga ya!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2021. Emphysema vs. Chronic Bronchitis: Is There a Difference?
Medical News Today. Diakses pada 2021. Emphysema vs. chronic bronchitis.
WebMD. Diakses pada 2021. Emphysema vs. Chronic Bronchitis.