01 November 2018

Benarkah Udara Dingin di Gunung Dapat Sebabkan Bell's Palsy?

benarkah udara dingin di gunung dapat sebabkan bell's palsy?

Halodoc, Jakarta – Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh, salah satu dengan menjaga kebersihan lingkungan kamu. Menjaga kebersihan menjauhkan kamu dari banyak penyakit maupun virus yang dapat mengancam kesehatan kamu. Salah satunya adalah virus yang menyebabkan kamu mengalami penyakit Bell’s palsy.

Bell’s palsy adalah kondisi yang disebabkan oleh virus dan dapat menyerang siapa saja di usia berapa pun. Biasanya kondisi Bell’s palsy bersifat sementara. Bell’s palsy adalah kondisi kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot wajah dan tidak berdampak pada fungsi kerja tubuh kamu yang lainnya. Kebanyakan, kasus Bell’s palsy terjadi saat saraf yang mengontrol otot wajah mengalami iritasi atau tertekan yang disebabkan oleh virus. Bell’s palsy dapat disebabkan oleh virus herpes simplex, virus varicella zoster, penyakit sifilis, dan lyme.  Ternyata udara dingin juga dapat membuat seseorang mengalami kondisi Bell’s palsy.

Meskipun udara dingin bisa menyebabkan seseorang mengalami Bell’s palsy, kondisi udara dingin disebabkan oleh alat pendingin atau udara hanya faktor yang membantu penyebaran virus yang menyebabkan penyakit Bell’s palsy. Sehingga, penyebab utama Bell’s palsy adalah virus yang menyebabkan infeksi, pembengkakan pada wajah atau kelumpuhan syaraf fasialis.

Gejala Bell’s Palsy

Meskipun bersifat sementara, kamu perlu waspada terhadap penyakit ini. Ketika kamu mengalami penyakit Bell’s palsy ada beberapa gejala awal yang kamu rasakan. Gejala awal yang umum dari penyakit Bell’s palsy adalah kulit wajah yang terlihat turun dibandingkan dari kondisi normal. Kondisi ini bisa terjadi pada satu bagian wajah atau bahkan kedua bagian wajah.

Selain itu, pengidap Bell’s palsy merasakan rasa nyeri pada bagian rahang atau telinga belakang. Hal ini disebabkan karena menegangnya otot pada bagian tersebut akibat infeksi atau tekanan yang disebabkan oleh virus. Pengidap juga sulit untuk mengontrol air liur yang keluar. Kesulitan mengekspresikan wajah bahkan menutup mata dialami oleh pengidap Bell’s palsy sebagai gejala awal dari penyakit ini. Parahnya, pengidap akan mengalami lumpuh total pada sebagian wajah yang bersifat sementara.

Pengobatan Bell’s Palsy

Penyakit Bell’s palsy meningkatkan risiko penyakit mata, kesulitan makan, dan berbicara serta kemampuan indera perasa yang menurun. Jika mengalami gejala awal penyakit Bell’s palsy, segera lakukan pengobatan untuk mengurangi penyakit Bell’s palsy. Pengobatan Bell’s palsy bisa dilakukan sesuai dengan gejala yang ditimbulkan.

Jika pengidap mengalami kesulitan untuk berkedip, gunakan obat tetes mata untuk membuat kesehatan mata tetap terjaga. Bell’s palsy bisa kembali pulih namun membutuhkan waktu yang cukup lama, tergantung pada tingkat kerusakan saraf wajah yang diderita.

Pencegahan penyakit Bell’s palsy sebaiknya dengan cara menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari virus penyebab penyakit. Kamu bisa menjaga pola makan dan menjalani gaya hidup sehat. Kamu bisa bertanya pada dokter untuk mengetahui cara menjaga daya tahan tubuh yang baik untuk kesehatan kamu. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: