• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Lama Waktu Penyembuhan Biduran?

Berapa Lama Waktu Penyembuhan Biduran?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Biduran ditandai dengan munculnya benjolan atau plak merah pucat pada kulit yang secara tiba-tiba. Biasanya, biduran dipicu oleh reaksi tubuh terhadap alergen tertentu. Biduran biasanya menyebabkan gatal, tetapi bisa juga terasa terbakar atau perih. 

Kemunculan biduran bisa di mana saja, termasuk wajah, bibir, lidah, tenggorokan, atau telinga. Lalu, berapa lama biduran bisa disembuhkan? Biduran bisa bertahan selama berjam-jam, atau seharian sebelum akhirnya memudar dan sembuh. 

Baca juga: Ketahui Cara Mengatasi Biduran Saat Hamil

Perawatan Rumahan untuk Biduran

Tujuan pengobatan biduran untuk mengontrol rasa gatal dan menghindari hal-hal yang dapat memicu gatal-gatal semakin parah. Beberapa jenis perawatan rumahan yang bisa dilakukan untuk biduran adalah:

1. Melakukan kegiatan yang dapat mengalihkan pikiran dari rasa gatal.

2. Memberikan obat antihistamin over-the-counter (OTC). 

3. Mandi air dingin atau gunakan kompres dingin. Basahi waslap atau handuk dengan air dingin, peras, dan letakkan di area biduran meradang. 

4. Hindari menggaruk atau menggosok kulit.

5. Kenakan pakaian longgar untuk meredakan gatal-gatal yang disebabkan oleh tekanan.

6. Jangan gunakan sabun yang keras pada kulit dan untuk mencuci pakaian.

7. Jika anak sensitif terhadap dingin, minta anak mengenakan pakaian hangat dan hindari kontak dengan air dingin.

8. Jika anak sensitif terhadap sinar matahari, pastikan dia menggunakan tabir surya dan memakai baju lengan panjang dan celana.

9. Cuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaan.

Jika kamu sering mengalami gatal-gatal, catat waktunya dan apa pemicunya. Ini akan membantumu menemukan penyebab secara berkala dan menghindari kemunculan biduran di masa yang akan datang. 

Baca juga: Pengobatan Biduran yang Bisa Dilakukan di Rumah

Biduran Bisa Dipicu oleh Alergen

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyebab biduran adalah alergen, seperti:

1. Makanan tertentu terutama kacang tanah, telur, kacang-kacangan, dan kerang.

2. Obat-obatan seperti antibiotik, terutama penisilin, sulfa, aspirin, dan ibuprofen.

3. Sengatan atau gigitan serangga.

4. Rangsangan fisik, seperti tekanan, dingin, panas, olahraga, atau paparan sinar matahari.

5. Getah.

6. Transfusi darah.

7. Infeksi bakteri, termasuk infeksi saluran kemih dan radang tenggorokan.

8. Infeksi virus, termasuk flu biasa, mononukleosis menular, dan hepatitis.

9. Bulu hewan peliharaan.

10. Serbuk sari.

11. Paparan jenis tanaman tertentu.

12. Cuaca.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, proses penyembuhan biduran biasanya memakan waktu satu sampai dua hari. Namun, lamanya terjadi biduran tergantung pada jenis biduran yang dialami. Misalnya seperti biduran akut yang muncul tiba-tiba, dan kemudian menghilang dengan sendirinya.

Biduran jenis ini biasanya memudar dalam waktu 24-48 jam, meskipun dalam beberapa kasus dapat berlangsung selama beberapa minggu. Beberapa orang juga mengalami pembengkakan di lapisan kulit yang lebih dalam (angioedema), yang dapat memengaruhi bagian tubuh mana pun, tetapi sering terjadi pada tangan, bibir, kaki, mata, atau alat kelamin.

Studi menunjukkan bahwa 1 dari 6 orang pernah mengalami biduran dalam hidupnya. Meski begitu, sering kali sulit untuk mengidentifikasi penyebab biduran. Namun, kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan bisa dikelola melalui perawatan rumahan.

Baca juga: Biduran Karena Udara Dingin, Dapatkah Disembuhkan?

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai proses penyembuhan biduran, tanyakan saja langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Nation Wide Children’s. Diakses pada 2020. Hives.
Healthily. Diakses pada 2020. How long does it take for hives to go away?
American College of Allergy, Asthma & Immunology. Diakses pada 2020. Hives
WebMD. Diakses pada 2020. Hives