• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berat Badan Turun Tanpa Sebab Jadi Awal Gejala Kanker?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berat Badan Turun Tanpa Sebab Jadi Awal Gejala Kanker?

Berat Badan Turun Tanpa Sebab Jadi Awal Gejala Kanker?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 22 Februari 2022
Berat Badan Turun Tanpa Sebab Jadi Awal Gejala Kanker?

“Penyakit kanker bisa memicu penurunan berat badan akibat peradangan yang terjadi dalam tubuh. Hal ini mengubah metabolisme tubuh dan mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan. Selain itu, tumor yang tumbuh menggunakan sejumlah besar energi tubuh dan meningkatkan pengeluaran energi istirahat.”

Halodoc, Jakarta - Penurunan berat badan menjadi tujuan banyak orang yang ingin mendapatkan berat badan ideal. Namun, bagaimana jika penurunan berat badan tersebut terjadi tanpa alasan yang jelas? Kebanyakan orang menganggap ini terkait dengan penyakit yang berkembang di tubuh, misalnya kanker.

Berat badan seseorang bisa berfluktuasi karena berbagai alasan. Peristiwa yang mengubah hidup, tingkat stres yang tinggi atau memiliki jadwal yang sibuk dapat memengaruhi asupan makanan. Meskipun tidak ada pedoman yang pasti, penurunan berat badan yang tidak disengaja lebih dari lima persen dari berat tubuh dalam waktu enam bulan hingga satu tahun memerlukan evaluasi medis.

Alasan Kanker Bisa Sebabkan Penurunan Berat Badan

Menurut American Cancer Society, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dapat menjadi gejala pertama yang terlihat dari beberapa jenis kanker. Jenis kankernya, yaitu kanker kerongkongan, pankreas, lambung, dan paru-paru.

Kanker lain, seperti kanker ovarium, lebih dapat menyebabkan penurunan berat badan ketika tumor tumbuh cukup besar untuk menekan perut. Akibatnya, pengidapnya merasa lebih cepat kenyang. 

Kanker juga bisa menyebabkan gejala yang membuat sulit makan, seperti:

  • Mual.
  • Kurang nafsu makan.
  • Kesulitan mengunyah atau menelan.

Kanker meningkatkan peradangan pada tubuh. Peradangan adalah bagian dari respons kekebalan tubuh terhadap tumor yang menghasilkan sitokin pro-inflamasi. Hal ini mengubah metabolisme tubuh dan mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan. Reaksi ini juga menyebabkan pemecahan lemak dan otot.

Akhirnya, tumor yang tumbuh menggunakan sejumlah besar energi tubuh, yang dapat meningkatkan pengeluaran energi istirahat (REE). REE adalah jumlah energi yang dibakar tubuh ketika kamu beristirahat.

Apakah Kondisi Ini Hanya Terkait Kanker?

Sekali lagi, penurunan berat badan yang terjadi secara mendadak bukan selalu pertanda kanker. Kondisi ini dapat disebabkan berbagai kondisi lain, yang bisa lebih umum dan kurang membahayakan daripada kanker.

Selain kanker, terdapat penyakit lainnya yang sebabkan penurunan berat badan yang mencurigakan, seperti celiac, penyakit Crohn, kolitis ulserativa, tukak lambung, hipertiroidisme, hipotiroidisme, penyakit addison, demensia, depresi, diabetes, infeksi, hingga HIV.

Segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba yang disertai dengan gejala lain. Mulai dari munculnya benjolan pada salah satu bagian tubuh, kelelahan terus menerus, hingga demam yang tidak kunjung membaik.

Ketahui juga Gejala Kanker yang Lain

Tidak hanya penurunan berat badan yang mencurigakan, terdapat gejala kanker yang perlu dicurigai, yaitu:

1.Munculnya Benjolan

Penyakit kanker yang berkembang pada salah satu bagian tubuh dapat menyebabkan pembengkakan dan munculnya benjolan. Jika kamu melihat adanya perubahan ini, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan pada dokter dan memastikan penyebab perubahan yang terjadi.

2.Luka yang Tak Kunjung Sembuh

Kanker kulit dapat menyebabkan munculnya darah dan terlihat seperti luka yang tidak sembuh. Luka yang bertahan lama di mulut bisa jadi pertanda kanker mulut. Ini harus segera ditangani, terutama pada orang yang merokok, mengunyah tembakau, atau sering minum alkohol. Luka pada penis atau vagina bisa menjadi tanda-tanda infeksi atau kanker awal dan harus mendapat penanganan.

3.Perdarahan atau Keluar Cairan yang Tidak Biasa

Perdarahan yang tidak biasa dapat terjadi pada kanker awal atau lanjut. Batuk darah bisa jadi pertanda kanker paru-paru. Darah dalam tinja bisa menjadi tanda kanker usus besar. Kanker serviks atau endometrium (lapisan rahim) menyebabkan perdarahan vagina yang tidak normal. Darah dalam urine bisa menjadi tanda kanker kandung kemih atau ginjal, dan keluarnya darah dari puting mungkin merupakan tanda kanker payudara.

Jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter spesialis di Halodoc. Berikut rekomendasinya:

Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Bethsaida Tangerang. dr. Abdul Rachman mendapatkan gelar kedokteran setelah menamatkan pendidikan di Universitas Indonesia, Depok.

Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Eka Cibubur dan MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. dr. Alban Dien mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Indonesia, Depok pada tahun 2006.

Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Primaya Evasari. dr. Alwin Permana mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Padjadjaran.

Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Signs and Symptoms of Cancer.
Healthline. Diakses pada 2020. Is Unexplained Weight Loss a Sign of Cancer?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Cancer.
Diperbarui pada 20 Januari 2022.