21 March 2019

Berbahaya bagi Janin, Begini Cara Obati TBC saat Hamil

Berbahaya bagi Janin, Begini Cara Obati TBC saat Hamil

Halodoc, Jakarta – TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini tidak hanya menyerang paru-paru, tapi organ tubuh lainnya. Pengidap TBC dianjurkan minum obat selama 6-9 bulan secara berturut-turut untuk meminimalkan risiko penularan. Lalu, bagaimana jika ibu hamil mengidap TBC? Perlukah minum obat? Ini faktanya.

Baca Juga: Bahaya TBC pada ibu Hamil

Ibu hamil pengidap TBC sering ragu minum obat karena khawatir pada keselamatan bayinya. Meski hal ini wajar, TBC pada ibu hamil tetap perlu ditangani agar tidak menyebabkan komplikasi kehamilan. Beberapa risiko yang terjadi akibat infeksi TBC selama kehamilan adalah keguguran, berat bayi lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur, kematian janin, hingga TBC kongenital.

Jangan Ragu Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT)

Pasalnya keuntungan konsumsi OAT lebih besar ketimbang membiarkan infeksi TBC mengendap dalam paru dan menyebar ke organ tubuh lain. Pengobatan penting diberikan agar proses kehamilan dan persalinan bayi berjalan lancar, serta mencegah infeksi TBC pada bayi. Dokter akan meresepkan obat sesuai dengan kondisi kehamilan.

Sebelum upaya pengobatan, dilakukan serangkaian prosedur untuk mendiagnosis jenis TB yang diidap ibu hamil. Di antaranya melalui pemeriksaan riwayat keluhan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen, tes dahak, dan tes darah. Setelah jenis TB yang menginfeksi tubuh diketahui, berikut pengobatan yang dilakukan:

1. Pengobatan TB Laten

TB laten berarti infeksi telah terjadi, meski belum menimbulkan gejala. Infeksi diketahui dengan melihat reaksi positif pada tes kulit atau tes darah TB tuberkulin. Pengidap TB laten tidak bisa menularkan dan menyebarkan penyakit ke orang lain. Pada ibu hamil dengan TB laten, dokter umumnya merekomendasikan minum obat setelah 2-3 bulan pasca melahirkan. Meski pada sebagian kasus, pengobatan diberikan selama kehamilan.

Baca Juga: Pengidap Tuberkulosis, Lakukan Ini untuk Cegah Penularannya!

2. Pengobatan TB Aktif

TB aktif berarti pengidap sudah merasakan gejala fisik dan berpotensi menularkan penyakit ke orang lain. Pada ibu hamil pengidap TB aktif, dokter meresepkan tiga jenis obat yang dikonsumsi tiap hari selama dua bulan awal kehamilan, yakni isoniazid, rifampisin, dan etambutol. Selama tujuh bulan dari sisa kehamilan, ibu cukup mengonsumsi isoniazid dan rifampisin saja. Kedua obat dikonsumsi tiap hari atau dua kali seminggu, tergantung kebutuhan dan anjuran dokter.

Perlu diketahui bahwa OAT yang dikonsumsi berpotensi timbulkan efek samping. Meliputi sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, gangguan penglihatan, sakit kuning, penurunan nafsu makan, dan urine berwarna kemerahan. Pastikan ibu berbicara pada dokter terlebih dahulu.

Baca Juga: Waspadai Komplikasi Akibat Tuberkulosis

Ibu Menyusui Bisa Memberikan ASI dengan Aman

Asalkan ibu telah menjalani rangkaian pengobatan sejak awal kehamilan. Ibu menyusui dianjurkan untuk terus minum obat dan vitamin yang diresepkan dokter. Namun agar tidak was-was, tanya dokter tentang aturan menyusui yang benar.

Itulah cara mengobati TBC pada ibu hamil. Kalau ibu punya pertanyaan lain seputar TBC, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc. Ibu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!