Biar Diet Lancar, Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Puasa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Biar Diet Lancar, Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Studi dari Universitas Oxford, Amerika Serikat menyebutkan puasa membantu menurunkan berat badan, mengurangi kadar kolesterol jahat, dan membuang racun berbahaya dalam tubuh. Itu mengapa sebagian orang menjalani puasa sambil program diet. Hanya saja, ada beberapa kebiasaan buruk yang membuat kamu bertambah berat badan saat puasa. Apa saja kebiasaan buruk yang dimaksud?

Baca Juga: Jangan Khawatir Sakit, 6 Manfaat Berpuasa

1. Sahur dan Berbuka dengan Junk Food

Makanan junk food, seperti keripik, mi instan, dan makanan lain yang kurang bernutrisi tidak boleh terlalu sering dikonsumsi selama puasa. Junk food cenderung tinggi lemak sehingga berpotensi menambah timbunan lemak dalam tubuh. Junk food juga tinggi kolesterol sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti stroke, jantung, dan hipertensi.

Lebih baik kamu konsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks dan lambat dicerna tubuh saat sahur, misalnya beras merah, roti gandum, dan oatmeal. Pilih juga makanan bergizi seimbang lain saat sahur atau berbuka, misalnya makanan yang kaya protein, lemak sehat, karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, dan serat.

2. Terlalu Banyak Konsumsi Karbohidrat Saat Sahur

Karbohidrat dibutuhkan agar tubuh mendapatkan energi selama puasa. Namun, terlalu banyak konsumsi karbohidrat saat sahur bisa mempercepat rasa lapar pada siang hari. Jika kamu ingin konsumsi karbohidrat, sebaiknya pilih karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, beras merah, dan oatmeal.

Imbangi konsumsi karbohidrat dengan protein yang berasal dari ayam, ikan, udang, daging, dan keju. Kombinasi ini membantu menjaga perbandingan otot dan lemak dalam tubuh sehingga kamu bisa makan dengan nyaman saat Lebaran.

Baca Juga: Puasa Sambil Diet, Bisa tetap Sehat dengan Menu Ini

3. Berbuka dengan Makanan Berminyak

Kebanyakan orang berbuka dengan camilan manis. Hal ini diperbolehkan karena berbuka memang dianjurkan dengan makanan ringan dan manis, seperti buah kurma dan kolak pisang. Sebaiknya, pilih camilan dari pemanis alami seperti madu atau gula dari tebu. Selain makanan manis, sebagian orang juga konsumsi gorengan saat berbuka. Kebiasaan inilah yang tidak dianjurkan karena gorengan cenderung tinggi lemak sehingga sulit dicerna tubuh.

Kandungan lemak jenuh dalam gorengan tidak hanya berpotensi menambah berat badan, melainkan juga risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, hingga obesitas.

4. Konsumsi Minuman Berkafein Saat Sahur dan Berbuka

Sebaiknya hindari konsumsi minuman berkafein saat sahur dan berbuka. Jika dikonsumsi saat sahur, minuman berkafein berpotensi menyebabkan hilangnya air dari dalam tubuh sehingga kamu mudah lapar dan haus. Lebih baik minum air putih atau jus saat sahur atau berbuka.

5. Langsung Tidur Setelah Sahur

Kebiasaan langsung tidur setelah sahur menyebabkan berbagai masalah pencernaan. Alasannya karena tubuh harus bekerja keras mencerna makanan di saat tubuh dalam keadaan beristirahat. Bahkan, sekadar berbaring setelah makan saja bisa memicu gejala maag. Itu mengapa bagi pengidap masalah lambung, sebaiknya hindari kebiasaan langsung tidur setelah sahur.

6. Melewatkan Sahur

Sahur dilakukan agar tubuh mendapatkan cukup energi dan nutrisi selama berpuasa. Maka saat melewatkannya, kamu mudah merasa lapar saat menjalani puasa. Selain itu, kebiasaan melewatkan sahur menyebabkan dehidrasi, bau mulut, hingga masalah pencernaan.

Rasa lapar yang ditahan selama berpuasa akibat tidak sahur memicu perilaku makan berlebih saat waktu berbuka tiba. Padahal, makan berlebihan secara langsung saat berbuka berpotensi memicu naiknya asam lambung, ditandai dengan perut kembung yang disertai rasa nyeri.

Baca Juga: Sekalian Diet, Bolehkah Sahur dan Berbuka Hanya dengan Jus?

Itulah kebiasaan buruk yang harus dihindari saat sahur. Kalau kamu punya keluhan sakit selama berpuasa, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!