Bikin Gatal, Kenali 3 Jenis Folikulitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bikin Gatal, Kenali 3 Jenis Folikulitis

Halodoc, Jakarta - Menimbulkan rasa gatal dan perih yang mengganggu, folikulitis adalah peradangan yang terjadi pada folikel rambut, atau tempat rambut tumbuh. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski umumnya tidak berbahaya, folikulitis yang sudah parah dapat menyebabkan rambut hilang secara permanen dan memunculkan bekas luka.

Secara umum, folikulitis terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Sycosis Barbae

Ini adalah folikulitis kronis yang menyerang bagian wajah yang ditumbuhi jenggot. Jenis folikulitis ini juga menimbulkan nyeri dan kadang memengaruhi bibir bagian atas, sehingga sulit ditangani.

2. Hot-tub Folliculitis

Jenis folikulitis ini dialami oleh orang yang sering berendam dalam air hangat, yang mendukung pertumbuhan bakteri Pseudomonas spp. Folikulitis jenis ini tidak berbahaya dan bisa dicegah dengan perawatan rutin pada tempat berendam tersebut.

3. Gram-negative Folliculitis

Adalah folikulitis yang terjadi akibat penggunaan antibiotik jangka panjang untuk mengatasi jerawat. Jenis bakteri lain terlibat dalam folikulitis ini.

Baca juga: Bikin Enggak Nyaman, Kenali Perbedaan Folikulitis dan Jerawat

Selain yang sudah dikemukakan tadi, ada juga yang disebut pseudo-folliculitis atau folikulitis palsu. Mirip dengan folikulitis, kondisi ini juga menimbulkan peradangan akibat ujung rambut yang tidak tumbuh keluar. Ujung rambut yang tumbuh di dalam bisa disebabkan oleh sel kulit mati yang menghalangi rambut keluar dari pori-pori secara normal.

Pseudo-folliculitis juga bisa terjadi akibat ujung rambut yang kembali masuk ke kulit. Hal ini umum menimpa orang dengan rambut keriting, terutama setelah dicukur. Ujung rambut yang tumbuh di dalam sering mengiritasi kulit dan menimbulkan peradangan berupa benjolan kecil kemerahan yang kadang terasa nyeri.

Pada pria, kondisi ini bisa terjadi di pipi, dagu, atau leher, setelah bercukur. Sementara itu pada wanita, biasanya menyerang bagian tungkai atau selangkangan. Folikulitis palsu bisa hilang dengan sendirinya, tapi bisa juga menimbulkan infeksi, membuat kulit lebih menghitam, atau meninggalkan bekas luka, terutama jika digaruk.

Selain rasa gatal dan perih, folikulitis juga dapat memunculkan gejala lain seperti:

  • Muncul banyak benjolan kecil berwarna merah atau seperti jerawat, di kulit tempat rambut tumbuh.
  • Benjolan terasa nyeri yang berisi nanah, dapat membesar atau pecah.
  • Sensasi terbakar pada kulit.

Baca juga: Bikin Enggak Nyaman, Ini 4 Cara Atasi Folikulitis

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Folikulitis umumnya bisa sembuh dengan sendirinya, dan jarang menyebabkan gangguan yang lebih parah. Kendati demikian, beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Infeksi yang menyebar atau berulang.
  • Terbentuk bisul.
  • Kerusakan kulit permanen, bisa berupa bekas luka atau kulit menghitam.
  • Kebotakan permanen dan kerusakan folikel.

Dapat Dicegah dengan Menjaga Kebersihan Kulit

Folikulitis bisa dicegah dengan menjaga kebersihan dan kelembaban kulit, terutama pada individu yang rentan terkena infeksi, seperti pengidap diabetes. Penggunaan antiseptik secara rutin tidak disarankan, karena bisa membuat kulit kering.

Berhati-hati saat bercukur juga diperlukan. Disarankan untuk menggunakan krim, sabun, atau gel sebagai pelicin agar kulit tidak terluka. Perlu diingat, jangan berbagi alat cukur dengan orang lain. Jangan menggunakan pakaian yang ketat agar tidak terjadi gesekan antara kulit dan pakaian, serta cuci dan keringkan sarung tangan karet sebelum kembali digunakan.

Umumnya folikulitis tidak menular, tetapi folikulitis akibat bakteri Staphylococcus aureus bisa menyebar ke orang lain. Risiko ini dapat dikurangi dengan mencuci pakaian, handuk dan seprai dengan air panas, serta tidak berbagi pakai pisau cukur.

Baca juga: Sudah Sembuh, Bisakah Benjolan Bernanah di Area Rambut Tumbuh Kembali?

Itulah sedikit penjelasan tentang folikulitis. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!