Bisul

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Bisul

Benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah disebut bisul. Benjolan ini muncul akibat infeksi bakteri yang memicu inflamasi pada folikel rambut, yaitu lubang tempat rambut tumbuh. Bagian tubuh yang sering terkena bisul adalah wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, serta paha.

Kondisi ini umumnya terjadi akibat bagian-bagian tersebut sering mengalami gesekan dan berkeringat. Hal yang perlu digarisbawahi, bisul ini juga bisa terjadi pada kelopak mata. Banyak orang menyebut kondisi ini dengan bintitan.

 

Faktor Risiko Bisul

Setidaknya ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu bisul. Misalnya:

  • Kontak langsung dengan pengidap. Risiko penyakit menular ini akan meningkat jika sering berhubungan langsung dengan pengidap, misalnya karena tinggal serumah.

  • Usia dan jenis kelamin. Penyakit ini lebih sering menyerang remaja, terutama laki-laki.

  • Kebersihan yang tidak terjaga, pribadi maupun lingkungan.

  • Sistem imun yang lemah, misalnya mengidap HIV, diabetes, atau sedang menjalani kemoterapi.

  • Mengalami masalah kulit, misalnya sering berjerawat.

Baca juga: Jangan Asal, Begini Cara Mengobati Bisulan yang Tepat

 

Penyebab Bisul

Penyebab utama bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini umumnya berada pada kulit atau di dalam hidung manusia. Akan tetapi, bakteri ini tak memicu infeksi. Namun, infeksi ini bisa terjadi ketika bakteri masuk ke folikel lewat luka gores atau gigitan serangga.

Hal yang perlu diawasi, bakteri dari bisul ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan menyebar ke bagian tulang. Dalam beberapa kasus, penyebaran ini bisa memicu terjadinya sepsis. Kondisi inilah yang akan berpotensi menyebabkan ifneksi pada organ dalam tubuh seperti jantung.

 

Gejala Bisul

Gejala utama pada bisul adalah munculnya benjolan merah pada kulit. Pada tahap awal, ukuran bisul cenderung kecil, tapi kondisinya bisa disertai dengan:

  • Kulit di sekitar benjolan berubah menjadi merah, terasa hangat saat disentuh, dan bengkak. Kondisi ini menandai kalau infeksi telah menyebar ke kulit sekelilingnya.

  • Benjolan bertambah besar dan berisi nanah.

  • Terbentuk titik putih di bagian puncak benjolan.

Kondisi ini jarang yang membutuhkan penanganan medis oleh dokter, karena bisul bisa sembuh dengan sendirinya. Meski demikian, sebaiknya periksakan diri ke dokter apabila:

  • Bisul membesar dan terasa sangat sakit.

  • Bisul tumbuh lebih dari satu dalam satu lokasi (bisul sabut), kondisi ini terbilang infeksi yang lebih serius.

  • Berada di dalam hidung, atau tumbuh di wajah atau tulang belakang.

  • Tumbuh di dalam hidung, di wajah, atau tulang belakang.

  • Tidak kunjung sembuh selama lebih dari 14 hari.

  • Sering kambuh.

  • Adanya masalah sistem imun, sehingga dapat memunculkan.

 

Diagnosis Bisul

Pada tahap awal, biasanya dokter bisa dengan mudah mengenali bisul dan ciri-cirinya. Namun, andaikan bisul tak kunjung sembuh meski sudah diobati, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjut. Misalnya mengambil sampel darah untuk diperiksa di laboratorium.

 

Komplikasi Bisul

Bisul yang tak di atasi dengan tepat bisa memicu terjadinya komplikasi, seperti menyebar ke bagian tubuh lain. Penyebaran ini bisa memicu terjadinya, osteomielitis, endokarditis, atau sepsis.

Baca juga: Mau Terhindar Dari Bisulan? Ikuti 5 Cara Simpel Ini

 

Pengobatan Bisul

Umumnya, bisul bisa disembuhkan dengan langkah sederhana di rumah dan jarang memerlukan penanganan medis oleh dokter. Berikut beberapa cara yang cukup sederhana untuk mempercepat proses penyembuhan bisul.

  • Mengompres bisul dengan air hangat. Lakukanlah setidaknya tiga kali sehari. Langkah ini akan mengurangi rasa sakit sekaligus mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan.

  • Bersihkan bisul yang pecah dengan kain kasa beserta alkohol dan sabun anti-bakteri. Jangan lupa untuk membubuhkan obat oles dan membungkus bisul yang pecah dengan kain kasa steril.

  • Gantilah perban sesering mungkin (dua hingga tiga kali sehari).

  • Cucilah tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah mengobati bisul.

Pastikan untuk tidak memecahkan bisul dengan paksa. Karena tindakan ini justru bisa memperparah infeksi sekaligus menyebarkan bakteri, sehingga berpotensi memicu komplikasi. Dianjurkan menunggu hingga bisul tersebut pecah sendiri. Pengidap bisul juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit atau analgesik untuk mengurangi nyeri. Contohnya, paracetamol atau ibuprofen.

Namun, bisul yang besar seharusnya ditangani oleh dokter. Dokter biasanya akan membedah bisul guna mengeluarkan nanah. Di samping itu, dokter juga akan meresepkan obat antibiotik untuk menangani bisul bila:

  • Dengan infeksi yang parah.

  • Kambuh.

  • Disertai demam.

  • Disertai komplikasi.

 

Pencegahan Bisul

Selalu jaga kebersihan kulit agar terhindar dari bakteri, terutama bagi kamu yang memiliki luka terbuka. Alasannya luka terbuka berpotensi terserang bisul.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu memiliki bisul dan semakin membesar, segera berbicara dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2019. Boils.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Boils and Carbuncles.  
WebMD. Diakses pada 2019. Boils.

Diperbarui pada 28 Agustus 2019.