Bikin Gatal pada Anus, Inilah 5 Fakta Cacing Kremi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bikin Gatal pada Anus, Inilah 5 Fakta Cacing Kremi

Halodoc, Jakarta - Ada berbagai jenis cacing di dunia ini yang mampu masuk ke tubuh, menginfeksi, dan menyebabkan gangguan kesehatan. Salah satunya adalah cacing kremi (Enterobius vermicularis). Dibanding infeksi cacing lainnya, infeksi cacing kremi cenderung mudah dideteksi, karena menimbulkan rasa gatal pada anus. Berikut beberapa fakta tentang cacing kremi yang sepertinya perlu untuk disimak.

1. Berkembang Biak dengan Cara Bertelur di Anus Manusia

Cacing kremi betina memiliki panjang tubuh sekitar 8-13 milimeter, sedangkan yang jantan lebih pendek, yaitu sekitar 2- 5 milimeter. Ketika dewasa, cacing kremi berkembang biak dengan cara bertelur. Namun, karena merupakan hewan parasit, cacing kremi memerlukan tubuh inang untuk bisa berkembang biak. Salah satunya adalah tubuh manusia.

Ketika kita berjalan dengan bertelanjang kaki di tanah atau menyentuh benda-benda yang tercemar kotoran manusia atau hewan yang mengandung cacing kremi, tanpa sesudahnya cuci tangan atau cuci kaki, larva cacing bisa masuk ke dalam tubuh. Di dalam tubuh, larva akan menetas, kemudian tumbuh besar dan kembali bertelur. Nah, telur ini akan tinggal di area anus, sementara cacing yang besar akan keluar dari tubuh lewat anus bersama feses.

Baca juga: 6 Masalah Kesehatan Akibat Cacing Kremi

2. Ketika Menginfeksi, Akan Ada Beberapa Gejala yang Mengganggu

Ketika larva cacing kremi masuk ke tubuh dan berkembang biak, akan ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan, seperti:

  • Gatal di sekitar anus, lebih sering terjadi pada malam hari.
  • Tidur kurang nyenyak.
  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Terdapat cacing pada feses.

3. Telurnya Mudah Berpindah

Biasanya, ketika terinfeksi cacing kremi, rasa gatal pada bagian anus akan membuat pengidap tidak tahan untuk tidak menggaruknya. Ketika menggaruk itulah telur cacing pada anus akan dengan mudah berpindah ke tangan. Sayangnya, telur cacing mampu bertahan beberapa hari di tangan. Jadi jika pengidap memegang barang lain atau melakukan kontak dengan orang lain, tanpa mencuci tangan terlebih dulu, telur tersebut akan berpindah ke orang lain.

Telur juga akan masuk ketika tanpa disadari menggunakan tangan yang terkontaminasi cacing untuk makan. Pada pakaian atau barang lainnya, telur cacing bisa bertahan hidup hingga 2-3 minggu. Maka dari itu, penularan infeksi cacing kremi dapat dibilang sangat mudah dan cepat.

Baca juga: Begini Cacingan Bisa Menular pada Anak-Anak

4. Tidak Hanya Anak-Anak, Orang Dewasa Juga Bisa Terinfeksi

Walaupun cacingan identik dan paling sering terjadi pada anak-anak, infeksi cacing kremi dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa, atau pun orang yang telah lanjut usia. Risiko infeksi juga akan meningkat pada orang-orang dengan kondisi seperti:

  • Anak balita dan anak usia sekolah. Biasanya, pada masa ini, mereka tidak memperhatikan kebersihan dirinya, sehingga lebih berisiko mengalami infeksi.
  • Orang yang merawat anak-anak atau orang dewasa yang terinfeksi.
  • Orang yang tidak memedulikan kebersihan dirinya, terutama tidak membiasakan mencuci tangan sebelum makan.
  • Orang yang punya kebiasaan menggigit kuku atau mengisap jempolnya.

5. Dapat Dicegah dengan Menjaga Kebersihan

Infeksi cacing kremi umumnya mudah disembuhkan, tapi mudah juga untuk kambuh. Maka, hal yang harus dilakukan adalah mencegah cacing kremi masuk ke dalam tubuh. Ada berbagai langkah pencegahannya, yaitu:

  • Selalu biasakan untuk cuci tangan dengan air dan sabun yang mengalir, terutama ketika setelah dari kamar mandi serta sebelum makan.
  • Potong dan selalu bersihkan kuku-kuku jari
  • Jangan menggigit-gigit kuku, hal ini sangat mudah membuat cacing kremi masuk ke dalam tubuh. Jika Si Kecil melakukannya, hentikan kebiasaan tersebut.
  • Jaga kebersihan tubuh dengan mandi setiap hari. Biasanya, cacing jenis ini akan berkembang biak pada malam hari, jadi mandi di pagi hari sangat penting untuk menghilangkan telur cacing yang mungkin ada di tubuh.
  • Ganti pakaian dan pakaian dalam setiap hari.

Baca juga: Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengidap Cacing Kremi

Itulah sedikit penjelasan tentang cacing kremi yang perlu diketahui. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!