Bisa Jadi Pemicu Stroke, Waspada Gejala Aterosklerosis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
bisa-jadi-pemicu-stroke-waspada-gejala-aterosklerosis-halodoc

Halodoc, Jakarta – Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena adanya penumpukan plak pada dinding arteri. Meskipun tergolong penyakit jantung, tapi aterosklerosis sebenarnya bisa terjadi pada arteri di bagian tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki. Aterosklerosis adalah kondisi serius yang perlu diwaspadai karena bisa memicu stroke atau dalam strok dalam bahasa Indonesia. Karena itu, penting untuk mengetahui gejala aterosklerosis agar kamu bisa segera melakukan penanganan sebelum terjadi komplikasi yang bisa berakibat fatal.

Penumpukan plak yang menjadi penyebab aterosklerosis terjadi karena lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang berfungsi menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Tumpukan plak tersebut bisa terdiri dari kolesterol, zat lemak, kalsium, dan fibrin (zat dalam darah). Plak bisa terbawa aliran darah dan menyebabkan penyumbatan, atau membentuk bekuan darah pada permukaan plak. Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan peredaran darah dan oksigen dari arteri ke organ tubuh menjadi terhambat.

Aterosklerosis bisa terjadi sejak masa anak-anak dan berkembang terus secara bertahap. Namun, gejala yang berbahaya biasanya baru muncul ketika pengidap berusia 50 atau 60 tahun. Meski demikian, penyakit jantung ini bisa dicegah dan diatasi dengan mengubah gaya hidup.

Baca juga: 7 Komplikasi Penyakit yang Sebabkan Gangguan Jantung

Penyebab Aterosklerosis

Penyebab pasti aterosklerosis masih belum diketahui, tapi yang pasti, penyakit ini dimulai ketika terjadi kerusakan atau cedera pada lapisan dalam arteri (endothelium). Nah, kerusakan tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Memiliki kadar kolesterol, trigliserida, serta tekanan darah tinggi. Faktor inilah yang meningkatkan risiko pengidap aterosklerosis untuk terkena strok.

  • Mengidap diabetes atau resisten terhadap insulin.

  • Mengidap penyakit yang menyebabkan peradangan, seperti artritis, infeksi, atau lupus.

  • Punya kebiasaan merokok.

  • Mengalami obesitas.

Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat aterosklerosis juga berisiko tinggi untuk mengidap penyakit yang sama.

Baca juga: Kadar Kolesterol Tinggi Bisa Sebabkan Aterosklerosis

Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Gejala aterosklerosis biasanya baru akan terasa ketika arteri sudah sangat menyempit dan menghambat peredaran darah menuju jaringan atau organ tubuh. Berdasarkan lokasi terjadinya aterosklerosis, gejala yang bisa muncul, antara lain:

  • Aterosklerosis yang terjadi pada tangan dan kaki dapat menyebabkan nyeri saat berjalan (klaudikasio).

  • Aterosklerosis yang terjadi pada ginjal, menyebabkan gagal ginjal,dan tekanan darah tinggi.

  • Aterosklerosis yang terjadi pada jantung menyebabkan nyeri dada atau angina.

  • Aterosklerosis yang terjadi pada otak bisa menyebabkan gejala berupa tangan dan kaki lemah atau kaku, otot wajah melemah, sulit bicara, atau kehilangan penglihatan sementara pada salah satu mata.

Komplikasi Aterosklerosis

Komplikasi aterosklerosis juga tergantung pada lokasi terjadinya penyempitan arteri tersebut. Aterosklerosis bisa memicu serangan strok ringan dan strok bila penyempitan terjadi pada arteri yang berada di dekat organ otak. Sedangkan aterosklerosis yang terjadi pada tangan dan kaki, bisa mengakibatkan gangguan sirkulasi darah, sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi berupa gangrene atau jaringan mati.

Komplikasi berupa penyakit ginjal kronis terjadi ketika aterosklerosis terjadi pada arteri yang mengarah pada ginjal. Sedangkan apabila aterosklerosis terjadi pada arteri jantung, maka bisa menyebabkan komplikasi berupa serangan jantung, gagal jantung, serta angina.

Baca juga: Bisa Memicu Stroke, Inilah Fakta Dislipidemia

Mengingat ada banyak komplikasi serius yang bisa ditimbulkan aterosklerosis, kamu dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala aterosklerosis seperti di atas. Untuk melakukan pemeriksaan seperti kadar kolesterol, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Caranya praktis banget, tinggal pilih fitur Lab Service dan petugas lab akan datang ke rumahmu untuk memeriksa kesehatanmu. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.