29 March 2019

Bisa Merontokan Rambut hingga Alis, Inilah Gejala Alopecia Areata

Bisa Merontokan Rambut hingga Alis, Inilah Gejala Alopecia Areata

Halodoc, Jakarta - Ketika sistem imun terganggu, memang ada berbagai masalah kesehatan yang bisa muncul, salah satunya kerontokan rambut. Lho, apa hubungannya kebotakan dengan sistem imun? Ternyata, sistem imun bisa menyerang folikel, inilah yang nantinya akan menyebabkan kerontokan.

Dalam dunia medis kondisi ini disebut dengan alopecia areata. Alopecia areata ini merupakan kerontokan rambut yang disebabkan oleh serangan sistem imun tubuh sendiri terhadap folikel rambut. Kondisi ini umumnya memang terjadi pada kulit kepala, namun bisa juga terjadi di bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut. Misalnya, alis, kumis, dan bulu mata. Pada kasus yang jarang terjadi, alopecia areata ini juga bisa menimbulkan kebotakan menyeluruh.

Baca juga: Harus Tahu, Penyebab Alopecia Areata yang Sebabkan Kebotakan

Yang perlu diingat, masalah kerontokan rambut tubuh ini bisa dialami oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan di segala usia. Tapi, dalam kebanyakan kasus, alopecia areata terjadi oleh orang-orang berusia 20 tahun ke bawah.

Alopecia areata ini merupakan penyakit autoimun ketika sistem imun tubuh melakukan kesalahan dengan menyerang tubuh sendiri. Lebih tepatnya folikel rambut yang merupakan tempat tumbuhnya rambut menjadi mengecil, lalu berhenti memproduksi rambut, sehingga terjadi kebotakan.

Ditandai Beberapa Gejala

Seseorang yang mengidap alopecia areata akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Kebotakan yang dapat meluas hingga menyeluruh di kulit kepala (alopecia totalis) dan bahkan di seluruh tubuh (alopecia universalis).

  • Kebotakan berpola bulat pada satu atau beberapa tempat yang tadinya ditumbuhi rambut yang bersifat sementara, namun dapat juga permanen.

  • Kebotakan yang dapat disertai sensasi rasa terbakar atau gatal pada kulit kepala.

  • Gangguan pada kuku jari tangan dan jari kaki, berupa kuku berubah bentuk, memiliki garis putih dengan permukaan yang tipis dan kasar, atau terbelah.

Baca juga: Enggak Cuma Rambut, Alopecia Areata Bikin Kumis dan Alis Rontok

Awasi Penyebabnya

Sampai kini sebenarnya penyebab kelainan autoimun pada kasus alopecia areata belum diketahui pasti. Tapi, ada dugaan kalau virus, trauma, perubahan hormon, dan tekanan fisik atau psikis bisa memicunya. Selain itu, pengidap alopecia areata juga banyak ditemukan pada orang-orang yang mengidap autoimun lainnya, seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis.

Di samping itu, ada pula beberapa faktor risiko yang bisa memicunya, seperti:

  • Riwayat penyakit yang sama pada anggota keluarga.

  • Pertambahan usia.

  • Penyakit autoimun lain, seperti lupus eritematosus.

  • Memiliki warna, bentuk, tekstur, atau ketebalan kuku yang abnormal.

  • Masalah psikologis, seperti stres, depresi, cemas, atau gangguan paranoid.

Bisa Menimbulkan Komplikasi

Dalam beberapa kasus, alopecia areata bisa menimbulkan komplikasi pada pengidapnya bila tak ditangani cepat tepat. Misalnya,

Baca juga: Kenali 6 Mitos dan Fakta Mengenai Kebotakan

  • Kebotakan menjadi bersifat permanen.

  • Memiliki risiko yang lebih besar untuk mengidap atau memiliki keluarga dengan penyakit asma, alergi, dan penyakit autoimun lain, seperti penyakit tiroid dan vitiligo.

  • Gangguan psikologis berupa gangguan emosional akibat kepercayaan diri yang hilang dapat berkembang menjadi depresi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!