08 February 2019

Enggak Cuma Rambut, Alopecia Areata Bikin Kumis dan Alis Rontok

Enggak Cuma Rambut, Alopecia Areata Bikin Kumis dan Alis Rontok

Halodoc, Jakarta - Rambut rontok mungkin merupakan hal yang umum dan banyak dialami. Namun, bagaimana jika kerontokan rambut terjadi cukup parah, bahkan terjadi pada beberapa bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut, seperti kumis dan alis? Jika kamu mengalami hal ini, bisa jadi itu tanda alopecia areata.

Kerontokan dan kebotakan rambut sebenarnya bisa terjadi karena berbagai faktor. Namun, pada alopecia areata, kerontokan rambut disebabkan oleh serangan sistem imunitas tubuh (penyakit autoimun) sendiri terhadap folikel, sehingga mengganggu pertumbuhan rambut. Kerontokan akibat alopecia areata umumnya terjadi pada kulit kepala. Meski pada beberapa kasus, dapat juga terjadi pada bagian tubuh lainnya yang ditumbuhi rambut, seperti alis, kumis, dan bulu mata.

Baca juga: Kebotakan pada Pria, Penyakit atau Hormon?

Kebotakan akibat alopecia areata biasanya berpola bulat, sehingga ketika terjadi pada kepala kerap disebut ‘pitak’. Namun, selain berpola bulat pada beberapa bagian saja, alopecia areata juga dapat menimbulkan kebotakan menyeluruh. Kondisi ini bisa dialami oleh siapapun, baik pria maupun wanita, dalam segala rentang usia. Kendati demikian, kebanyakan kasus alopecia areata terjadi pada mereka yang berusia 20 tahun ke bawah.

Selain pada kulit kepala dan bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut, alopecia areata juga dapat ditandai dengan gangguan pada kuku jari tangan dan jari kaki, berupa kuku berlekuk dan memiliki garis putih dengan permukaan yang tipis dan kasar. Terkadang kuku dapat berubah bentuk atau terbelah, meski hal ini sangat jarang terjadi.

Baca juga: 4 Alasan Rambut Tak Berhenti Rontok

Apa Penyebabnya?

Sebagai salah satu jenis penyakit autoimun, alopecia areata disebabkan oleh kesalahan sistem kekebalan tubuh yang menyerang folikel rambut, sehingga membuat rambut tidak bisa tumbuh sebagaimana mestinya. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai hal, mulai dari infeksi virus, trauma, perubahan hormon, hingga tekanan fisik atau psikis.

Alopecia areata juga banyak ditemukan pada mereka yang mengidap penyakit autoimun lainnya, seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis. Dengan kata lain, mereka yang mengidap atau memiliki riwayat penyakit autoimun sebelumnya, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terserang alopecia areata, ketimbang mereka yang tidak.

Adakah Komplikasi Serius yang Mengintai?

Alopecia areata sebenarnya bukan penyakit yang dapat mengakibatkan kondisi serius. Penyakit ini juga tidak dapat ditularkan kepada orang lain dan rambut yang botak pun dapat tumbuh kembali dengan sendirinya dalam beberapa bulan. Namun, pada sekitar 10 persen pengidap, kebotakan yang terjadi bersifat permanen.

Baca juga: 3 Dampak Stres Bisa Sebabkan Kebotakan di Usia Muda

Pengidap alopecia areata memiliki risiko yang lebih besar untuk mengidap atau memiliki keluarga dengan penyakit asma, alergi, dan penyakit autoimun lain, seperti penyakit tiroid dan vitiligo. Beberapa pengidap alopecia areata pun dapat terganggu secara emosional, karena menganggap mengalami kebotakan membuat dirinya tidak menarik. Keadaan ini dapat berujung kepada depresi. Dukungan dari orang terdekat penting untuk membantu pengidap beradaptasi dengan kondisi ini.

Itulah sedikit penjelasan tentang alopecia areata. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!