Bisakah Dokter Forensik Identifikasi Visual Korban Bencana?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Bisakah Dokter Forensik Identifikasi Visual Korban Bencana?

Halodoc, Jakarta – Tak hanya memeriksa kesehatan, ilmu kedokteran juga diperlukan dalam penegakan keadilan bagi tindakan-tindakan masyarakat yang melanggar hukum hingga menghilangkan nyawa atau merugikan seseorang. 

Baca juga: Ketahui 3 Cara Menghilangkan PTSD

Keilmuan kedokteran ini dikenal sebagai keilmuan forensik. Keilmuan forensik adalah ilmu yang dapat digunakan untuk keperluan hukum untuk membantu mengumpulkan bukti dalam pengadilan untuk memecahkan suatu kejahatan.

Keilmuan forensik berguna untuk mengungkap pelanggaran hukum yang terjadi karena menyangkut tubuh atau nyawa manusia. Keilmuan forensik tidak saja berhubungan dengan pengidentifikasian atau pembedahan mayat saja, tetapi keilmuan ini bisa membicarakan masalah sidik jari yang tertinggal atau waktu kejadian dan kematian seseorang.

Baca juga: 5 Cara Tepat Sembuhkan Trauma Anak Korban Bencana

Lalu, Apakah Dokter Forensik Bisa Membantu dalam Kejadian Bencana Alam?

Ilmu forensik kerap digunakan pada kejadian bencana alam. Biasanya, ilmu forensik bertugas untuk mengidentifikasi korban-korban yang ditemukan dan tidak dapat dikenali. Namun, dokter ahli forensik tidak dianjurkan untuk melakukan identifikasi visual korban bencana alam. Kondisi korban bencana alam yang biasanya sudah rusak menyebabkan proses identifikasi tidak akurat dan dapat terjadi kesalahan identifikasi.

Ketahui jenis cabang dari ilmu forensik yang digunakan untuk membantu pengidentifikasian korban bencana alam dengan lebih akurat, seperti:

1. Odontologi Forensik

Cabang ilmu forensik ini bekerja dengan menggunakan bagian tubuh gigi untuk kepentingan pemeriksaan. Setiap gigi manusia itu berbeda sehingga kondisi ini berguna untuk proses identifikasi. Biasanya, odontologi forensik digunakan untuk mengidentifikasi pada korban bencana alam, mayat yang tidak diketahui identitasnya dengan kondisi rusak dan tidak dikenali.

2. Patologi Forensik

Cabang ilmu patologi forensik yang melakukan pembedahan pada mayat atau dikenal juga dengan istilah otopsi. Cabang patologi forensik dapat mengungkap kematian seseorang dengan melihat kondisi luka yang ada pada tubuh korban atau posisi korban saat ditemukan.

3. Antropologi Forensik

Ilmu antropologi forensik adalah salah satu ilmu forensik yang menggunakan bagian tulang manusia sebagai pemeriksaan. Biasanya, melalui ilmu ini, korban yang tidak dapat diidentifikasi lebih mudah diketahui berapa tinggi badannya, perkiraan usianya, dan data lain yang diperlukan.

Ya, melakukan identifikasi pada korban bencana alam menjadi tantangan tersendiri bagi dokter ahli forensik. Hal ini karena berhubungan langsung dengan hukum yang berkaitan pada asuransi maupun klaim dari ahli waris. Sehingga keakuratan dan ketepatan dalam pengidentifikasian sangat diperlukan.

Lalu Bagaimana dengan Korban yang Masih Hidup?

Tidak hanya korban yang sudah meninggal, korban yang masih hidup perlu diperiksa kondisi kesehatannya. Biasanya, setelah pemeriksaan ini, petugas hukum atau petugas yang berhubungan dengan bencana alam dapat mengetahui kondisi bencana yang sebenarnya.

Selain itu, perhatikan dengan baik kondisi korban yang masih hidup. Dari berbagai macam gangguan mental yang ada, post traumatic stress disorder atau PTSD merupakan gangguan yang paling banyak ditemui pada korban bencana alam yang masih hidup. Gangguan ini lebih banyak dialami oleh para wanita karena wanita lebih sensitif terhadap adanya perubahan dibandingkan pria. 

Kondisi ini perlu penanganan yang tepat. Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui Halodoc. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: Bencana Alam Bisa Timbulkan Gangguan Jiwa