Bisakah Orang Awam Membaca Hasil Rontgen Dada?

Bisakah Orang Awam Membaca Hasil Rontgen Dada?

Halodoc, Jakarta - Sebagian besar orang pasti pernah melihat hasil rontgen dada. Baik itu rontgen dada yang ia jalani atau rontgen dada milik anggota keluarga lain. Rontgen dada atau rontgen thorax adalah foto dada yang hasilnya tersedia dalam selembar film yang cukup besar. Melalui film tersebut akan ditunjukkan jantung, paru-paru, saluran pernapasan, pembuluh darah, dan nodus limfa.

Rontgen dada bisa menunjukkan tulang belakang dan dada, termasuk tulang payudara, tulang rusuk, tulang selangka, dan bagian atas tulang belakang. Seseorang diminta dokter melakukan rontgen dada sebagai langkah dalam menemukan masalah di area dada.

Namun, pernahkah kamu akan hasil rontgen dada yang diberikan oleh laboratorium rumah sakit? Orang biasa sebetulnya juga bisa mendeteksi gangguan kesehatan yang terekam dalam radiografi, meski dokterlah yang lebih kompeten untuk membacanya. Ketika melihat hasil radiografi, kamu perlu ingat bahwa ini adalah representasi 2 dimensi dari objek 3 dimensi. Tinggi dan lebar masing-masing objek sama, tetapi kita tidak dapat mengetahui ketebalannya. Untuk mengetahui atau bisa membaca hasil rontgen, terdapat prinsip yang harus dipahami.

Baca Juga: Ini Berbagai Kondisi yang Dapat Diperiksa Melalui Rontgen Dada

Prinsip dalam Membaca Hasil Rontgen Dada

Cara agar bisa membacanya dengan benar, kamu harus memahami prinsip sederhananya, antara lain:

  • Sisi kiri pada lembaran film menunjukkan sisi kanan tubuh pasien, dan sebaliknya.

  • Elemen dalam tubuh bisa dideteksi melalui warna. Misalnya udara tampak berwarna hitam, lemak berwarna abu-abu, jaringan lunak dan air menyerupai bayangan terang berwarna abu-abu, dan tulang serta logam berwarna putih. Semakin padat jaringan itu, semakin pucat warnanya pada hasil tes rontgen. Jaringan yang padat berwarna buram pucat pada film, sedangkan jaringan yang kurang padat warnanya menyerupai transparan dan gelap pada film.

  • Dalam mengambil foto rontgen, maka harus dilakukan saat pasien tengah mengambil napas. Sebab saat seseorang menarik napas, udara akan masuk ke paru-paru dan kemudian mendorong tulang iga maju. Lalu, film akan semakin tertekan. Kualitas foto rontgen yang baik adalah foto yang dapat memperlihatkan 10 tulang iga.

Baca Juga: Mengenal Foto Rontgen, Pemeriksaan Sinar X untuk Diagnosis Penyakit

Membaca Hasil Rontgen

Dalam membaca hasil, perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Saluran Pernapasan. Gangguan saluran napas terjadi jika bentuknya tidak lurus. Saluran napas yang bengkok mengindikasikan adanya trauma atau pada kasus pneumothorax (masuknya udara ke dalam rongga di antara selaput paru dan paru).

  • Tulang. Tulang yang patah terlihat kondisinya, sementara tulang berbeda warna bisa mengindikasikan masalah lain. Tulang yang berwarna lebih terang berarti lebih keras dibanding tulang lainnya dan menandakan proses pengerasan (sklerosis). Sementara tulang yang gelap mengindikasikan terjadinya pengeroposan. Area sendi juga wajib diperhatikan. Jika ada hasil rontgen sebelumnya, kamu bisa menggunakannya sebagai pembanding apakah ada pelebaran atau penyempitan sendi.

  • Jantung. Kondisi jantung yang normal, ukurannya tidak boleh lebih dari setengah lebar rongga dada.

  • Diafragma. Antara paru dan diafragma terdapat sudut costophrenic yang normalnya lancip. Jika sudut itu nampak tumpul, kemungkinan ada cairan dalam paru. Selain itu jika posisi diafragma tidak sejajar, seperti diafragma kanan lebih tinggi, maka ini bisa mengindikasikan adanya pembesaran organ hati yang kemudian mendesak posisi diafragma.

  • Paru-Paru. Kondisi paru yang normal adalah sama besar. Jika warnanya terlalu hitam mengindikasikan adanya kelebihan gas yang berarti pneumothorax. Jika warna putih lebih banyak, kemungkinan ada cairan atau darah. Ini bisa mengindikasikan tuberkulosis atau infeksi.

Baca Juga: 5 Fakta Tentang Rontgen Paru-Paru yang Perlu Diketahui

Jika kamu sudah paham prinsip sederhana dari hasil pemeriksaan rontgen, maka akan lebih mudah setelahnya dalam membaca rontgen. Namun untuk lebih jelasnya, kamu bisa menanyakannya dengan dokter. Jika kamu merasakan adanya gejala yang tidak biasa, kamu bisa bertanya pada dokter langsung melalui aplikasi Halodoc. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc di ponsel kamu. Mudah bukan? Coba sekarang juga yuk!