30 January 2019

5 Fakta tentang Rontgen Paru-Paru yang Perlu Diketahui

5 Fakta tentang Rontgen Paru-Paru yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Rontgen dada alias rontgen paru-paru adalah metode pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan paru-paru. Metode yang juga disebut rontgen thorax ini dilakukan dengan menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik. Tujuannya untuk menampilkan gambaran bagian dalam dada.

Pemeriksaan ini dianjurkan untuk dilakukan oleh beberapa orang, salah satunya pada orang yang memiliki kebiasaan merokok. Agar lebih jelas, perlu tahu sejumlah fakta seputar rontgen dada yang perlu diketahui. Apa saja?

1. Membantu Mendeteksi Kanker Paru-Paru

Kebiasaan merokok bisa menjadi pemicu berbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan paru-paru. Paparan zat yang ada di dalam rokok ternyata juga bisa menjadi pemicu penyakit kanker paru-paru menyerang.

Baca juga: Selain Merokok, Kebiasaan Ini Menjadi Penyebab Infeksi pada Paru-Paru

Kabar buruknya, kanker paru-paru sering tidak terdeteksi di awal karena jarang menunjukkan gejala. Padahal, kondisi ini bisa sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat. Kanker paru-paru dijuluki sebagai “silent killer”, karena umumnya baru menunjukkan gejala setelah memasuki stadium yang lebih parah.

Melakukan rontgen paru-paru secara rutin bisa menjadi salah satu cara untuk mendeteksi segera kanker paru-paru. Dengan demikian, pengobatan bisa segera dilakukan untuk mencegah kondisi ini memburuk.  

2. Tidak hanya Memantau Paru-Paru

Rontgen dada memang sering dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan paru-paru. Caranya adalah dengan melakukan foto dada yang hasilnya akan menunjukkan kondisi organ tersebut. Ternyata, tidak hanya kondisi paru-paru yang bisa terpantau melalui pemeriksaan ini. Rontgen paru-paru juga bisa membantu mengamati kondisi kesehatan jantung, saluran pernapasan, hingga pembuluh darah dan tulang belakang dada.

3. Mendeteksi Risiko Penyakit

Melihat kondisi paru-paru melalui rontgen bisa membantu mendeteksi risiko penyakit. Pasalnya, pemeriksaan ini bisa membantu mendeteksi kanker, infeksi, ataupun pengumpulan udara di ruang sekitar organ tersebut. Pemeriksaan ini juga bisa menunjukkan kemungkinan adanya kondisi kronis paru-paru, seperti emfisema, serta penyakit atau komplikasi yang berhubungan dengan kondisi ini. Rontgen dada juga bisa membantu memberi gambaran masalah jantung yang berhubungan dengan paru-paru.

Baca juga: Batuk Terus? Waspada Kanker Paru-paru

4. Kapan Sebaiknya Dilakukan?

Rontgen dada dianjurkan untuk dilakukan secara rutin bagi perokok aktif. Dengan demikian, kondisi paru-paru akan terpantau dan dapat membantu mendeteksi penyakit sedini mungkin, termasuk kanker paru-paru. Jadi, kondisi tersebut akan bisa diatasi segera dan mencegah terjadinya komplikasi.

Rontgen dada pada perokok dianjurkan jika memiliki gejala, seperti batuk yang tak kunjung hilang, nyeri pada dada, batuk berdarah, kesulitan bernapas, serta demam. Pemeriksaan juga dianjurkan segera dilakukan jika kamu menemukan gejala yang mirip dengan penyakit kanker paru, tuberkulosis, ataupun penyakit paru lainnya.

5. Pemeriksaan Lanjutan

Pemeriksaan lanjutan mungkin dibutuhkan jika hasil rontgen menunjukkan adanya kondisi yang tidak normal atau tidak memberi informasi yang cukup tentang masalah dada. Sebab, ada beberapa kondisi yang mungkin tidak bisa terdeteksi pada rontgen dada, yaitu kanker kecil, pulmonary embolus, ataupun masalah lain yang tersembunyi dalam struktur normal dada.

Baca juga: Bukan Cuma Paru-Paru, Asap Rokok Bisa Mengganggu Kesehatan Mata

Cari tahu lebih lanjut seputar rontgen dada dan kapan harus melakukannya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan terbaik dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!