Bisakah Penyakit Addison Disembuhkan Total?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bisakah Penyakit Addison Disembuhkan Total?

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu kerap merasakan lelah yang sangat parah dan mengalami penurunan berat badan karena tidak nafsu makan? Mungkin saja kamu mengalami penyakit Addison. Gangguan ini terjadi ketika kelenjar adrenalin memproduksi terlalu sedikit kortisol serta aldosteron.

Hormon tersebut mempunyai fungsi yang penting, yaitu mempertahankan tekanan darah dan meredakan radang yang terjadi pada tubuh. Walau begitu, banyak orang yang masih bertanya apabila penyakit ini dapat sembuh secara total atau tidak. Berikut pembahasan mengenai hal ini!

Baca juga: Ini Fakta tentang Penyakit Addison

Dapatkah Penyakit Addison Sembuh Secara Keseluruhan?

Penyakit Addison, atau disebut dengan insufisiensi adrenal, adalah sebuah kelainan yang jarang terjadi ketika tubuh seseorang menghasilkan sedikit hormon kortisol dan aldosteron. Gangguan ini terjadi pada kelenjar adrenalin yang berada tepat di atas ginjal.

Kelainan ini dapat terjadi pada semua orang dan semua jenis kelamin. Dalam tahap yang parah, hal ini dapat menyebabkan ancaman nyawa pada pengidapnya. Walau begitu, penyakit Addison terbilang jarang terjadi. Hal yang paling penting adalah diagnosis awal agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah.

Hal ini menyebabkan kerusakan pada kelenjar adrenalin yang membuat tubuh kamu kekurangan produksi hormon kortisol pada umumnya, dan aldosteron pada kasus yang lebih jarang. Gangguan pada sistem endokrin tersebut menyebabkan gangguan instruksi pada setiap organ dan jaringan pada tubuh.

Kamu juga dapat bertanya mengenai penyakit Addison pada dokter dari Halodoc. Caranya mudah, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc ke smartphone yang kamu gunakan. Selain itu, kamu juga dapat membeli obat tanpa keluar dari rumah melalui aplikasi tersebut.

Baca juga: Gejala Penyakit Addison yang Harus Diwaspadai

Apakah Penyakit Addison Dapat Disembuhkan secara Total?

Faktanya penyakit Addison tidak dapat disembuhkan. Pasalnya, sistem imun pada tubuh kamu menganggap korteks adrenal sebagai benda asing dan dihancurkan olehnya. Walau begitu, penyakit ini dapat dikendalikan untuk meminimalisir risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

Penyakit Addison dapat diobati dengan melakukan terapi hormon untuk menggantikan jumlah hormon steroid yang kekurangan karena tidak diproduksi oleh tubuh. Berikut beberapa pengobatan yang umum dilakukan untuk membuat penyakit Addison tidak menjadi parah:

  1. Kortikosteroid Oral

Salah satu pengobatan untuk penyakit Addison yang umum dilakukan adalah diberikannya pengobatan kortikosteroid secara oral. Beberapa obat tersebut yang umum diberikan pada pengidap gangguan terkait hormon tersebut:

  • Hydrocortisone (cortef), prednisone, atau methylprednisolone sebagai pengganti hormon kortisol. Obat ini diberikan sesuai jadwal untuk meniru fluktuasi kadar kortisol pada tubuh secara normal.

  • Fludrocortisone acetate yang berguna untuk menggantikan aldosteron.

  1. Pola Diet Sehat

Hal lainnya yang harus kamu lakukan untuk menjaga penyakit Addison tidak menjadi parah adalah melakukan pola diet yang sehat. Kamu perlu mengonsumsi banyak garam (natrium) pada makanan, terutama selama berolahraga berat, cuaca yang panas, atau mengalami gangguan pencernaan.

Selain dua hal tersebut, dokter juga mungkin menyarankan peningkatan sementara dosis obat jika tubuh kamu mengalami beberapa hal, seperti stres, setelah operasi, dan mengalami infeksi. Jika kamu mengalami muntah dan tidak dapat mengonsumsi obat oral, mungkin suntikan kortikosteroid harus dilakukan.

Baca juga: Mengenal Addison, Penyakit yang Disebabkan Kerusakan Kelenjar Adrenal

Itulah pembahasan penyakit Addison yang ternyata tidak dapat sembuh secara total. Karena penyakit tersebut, pengidapnya mungkin harus mengonsumsi obat seumur hidup dan harus terus menjalani pola hidup sehat. Oleh karena itu, untuk menghindari penyakit tersebut keseimbangan hormon-hormon di dalam tubuh harus tetap dijaga agar tetap sehat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Addison's disease
NHS UK. Diakses pada 2019. Addison's disease