20 March 2019

Bisakah Tinea Capitis Ditularkan Melalui Hewan Peliharaan?

Bisakah Tinea Capitis Ditularkan Melalui Hewan Peliharaan?

Halodoc, Jakarta – Tinea capitis adalah salah satu masalah kulit yang menyerang bagian kulit kepala. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit. Tidak hanya menyerang kulit kepala, jamur ini juga menyerang batang rambut. Umumnya, infeksi jamur ini menyerang anak-anak yang memiliki usia 2-7 tahun. Banyak kondisi yang menyebabkan anak-anak mengalami infeksi jamur dermatofit atau tinea capitis ini, salah satu penyebabnya adalah kurang menjaga kebersihan rambut atau area rambut.

Ada beberapa gejala yang dialami ketika seseorang mengalami infeksi jamur tinea capitis ini. Biasanya, kulit kepala terasa gatal dan menyebabkan rambut mudah rontok. Kerontokan rambut yang terjadi pada satu titik membuat pengidap tinea capitis memiliki pitak yang semakin membesar. Pitak yang terdapat pada kulit kepala juga terlihat bersisik pada kulit kepala yang botak. Biasanya, area yang bersisik mengalami perubahan warna menjadi kemerahan atau kecoklatan. Selain gatal, area yang terinfeksi jamur akan terasa nyeri.

Baca juga: Cara Penanganan Pertama Ketika Anak Mengidap Tinea Capitis

Ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengidap tinea capitis. Seperti faktor usia, kondisi lingkungan yang lembap, kebersihan seseorang, kegiatan yang sering dilakukan bersama dengan orang banyak dan juga paparan hewan. Ya, paparan hewan bisa menjadi cara yang membuat kamu tertular infeksi jamur atau tinea capitis.

Jika kamu memiliki hewan peliharaan, selalu perhatikan kesehatannya. Nyatanya, kucing atau anjing bisa menularkan penyakit tinea capitis pada manusia. Penularan dapat terjadi ketika hewan peliharaan yang terinfeksi jamur dermatofita atau memiliki penyakit tinea capitis menyentuh bagian kulit atau rambut.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh Tinea Capitis, Kepala Pitak Bisa Menular

Tidak hanya melalui hewan, penularan penyakit tinea capitis dapat melalui benda mati. Jamur penyebab tinea capitis dapat hidup dan berkembang pada objek tertentu atau benda mati. Ketika kamu bersentuhan langsung dengan objek yang terinfeksi jamur tinea capitis, maka, risiko kamu tertular penyakit tinea capitis sangat besar. Penularan juga bisa terjadi ketika kamu bersentuhan langsung dengan pengidap penyakit ini. Maka tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan agar kesehatan kulit kamu selalu terjaga:

  1. Untuk menurunkan risiko tertular, kamu bisa rajin untuk melakukan cuci tangan ketika selesai melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

  2. Jika kamu memiliki hewan peliharaan, tidak ada salahnya untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan. Tidak hanya itu, menjaga kebersihan kandang dan area bermain hewan peliharaan menjadi cara untuk menghindari infeksi jamur yang menyebabkan penyakit tinea capitis.

  3. Jangan lupa untuk rajin menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut kamu. Rajin keramas menjadi cara pencegahan kamu terinfeksi jamur dari penyakit tinea capitis.

  4. Sebaiknya, jangan menggunakan bersama-sama barang pribadi dengan orang lain. Misalnya handuk, sisir, pakaian dalam, topi, dan barang lainnya yang memicu penularan tinea capitis.

Kamu bisa menggunakan obat antijamur atau sampo yang dapat membunuh jamur penyebab tinea capitis. Sebaiknya perhatikan kondisi kulit kepala. Segera hubungi dokter jika infeksi jamur tidak dapat disembuhkan dengan obat antijamur. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter ahli mengenai kondisi tinea capitis. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga:  Ini 3 Alasan Kutu Rambut Menular