BJ Habibie Meninggal Dunia, Ini Alasan Kebocoran Klep Jantung Sebabkan Kematian

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
BJ Habibie Meninggal Dunia, Ini Alasan Kebocoran Klep Jantung Sebabkan Kematian

Halodoc, Jakarta - Kabar duka menyelimuti Indonesia sejak petang kemarin. Telah berpulang kembali ke pangkuan Tuhan Yang Maha Esa, salah satu tokoh penting yang dicintai warga negara Republik Indonesia. Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng atau lebih dikenal dengan Prof. B.J. Habibie, Presiden Republik Indonesia ke-3. Kepergiannya meninggalkan luka yang begitu dalam di hati masyarakat Indonesia dan dunia.

‘Eyang’ Habibie, begitu beliau akrab disapa, meninggal karena masalah pada jantung yang ternyata diidapnya sejak lama. Bahkan, Thareq Kemal Habibie, putra bungsu dari almarhum mengatakan bahwa sang ayah telah mengidap kelainan jantung sejak usianya masih muda. Pasti kamu tidak pernah menyangka bahwa seseorang yang begitu cerdas dan berjasa terhadap perkembangan teknologi di Indonesia ternyata menyimpan cerita yang cukup mengejutkan. 

Bagaimana Katup Jantung Bekerja?

Penyakit katup jantung yang diidap Almarhum B.J. Habibie terjadi jika satu atau lebih katup jantung tidak bekerja dengan baik, termasuk mengalami kebocoran. Jantung memiliki empat katup utama, yaitu katup trikuspid, pulmonal, mitral, dan aorta. Katup ini memiliki jaringan yang membuka dan menutup sesuai dengan detak jantung. 

Baca juga: Pengidap Penyakit Katup Jantung Bisakah Sembuh Total?

Cacat lahir, perubahan terkait usia, infeksi, atau kondisi lain dapat menyebabkan satu atau lebih katup jantung tidak terbuka atau membiarkan darah bocor kembali ke jantung. Hal ini bisa membuat jantung bekerja lebih keras dan memengaruhi kemampuannya untuk memompa darah. Sebenarnya, bagaimana katup jantung ini bekerja untuk memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah? 

Pada setiap awal detak jantung, darah yang kembali dari tubuh dan paru-paru memenuhi atria (dua bilik jantung bagian atas). Sembentara katup mitral dan trikuspid terletak di bagian bawahnya. Ketika darah menumpuk di atria atau atrium, katup ini akan terbuka untuk memungkinkan darah mengalir ke ventrikel (dua bilik jantung yang lebih rendah). 

Baca juga: Sering Lelah? Bisa Jadi Gejala Penyakit Katup Jantung

Setelah jeda sesaat, ketika ventrikel mulai berkontraksi, katup mitral dan trikuspid akan tertutup rapat, sehingga darah tidak mengalir kembali ke atrium. Saat ventrikel berkontraksi, mereka memompa darah dari katup pulmonal dan aorta. Katup pulmonal terbuka untuk memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis yang membawa darah ke paru untuk mendapatkan oksigen. 

Pada saat yang sama, katup aorta akan terbuka untuk memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kiri ke aorta, membawa darah yang kaya oksigen ke tubuh. Saat ventrikel rileks, katup pulmonal dan aorta tertutup rapat, sehingga mencegah darah mengalir kembali ke ventrikel. 

Masalah dan Komplikasi Kebocoran Klep Jantung

Ada tiga masalah dasar yang menyerang katup jantung, yaitu regurgitasi, stenosis, dan atresia. Kebocoran klep jantung terjadi karena aliran balik atau regurgitasi ketika katup tidak menutup dengan rapat, sehingga darah kembali ke bilik alih-alih mengalir melalui jantung atau ke arteri. Sementara stenosis terjadi jika flap katup mengalami penebalan, kaku, atau menyatu, sehingga mencegah katup terbuka secara penuh. Lalu, atresia yang terjadi jika katup jantung tidak memiliki celah untuk dilewati darah. 

Baca juga: Ini Perbedaan Katup Jantung dan Koroner

Bagi beberapa orang, penyakit katup jantung tidak memunculkan gejala, sementara sisanya mengalami kondisi yang semakin memburuk seiring waktu dan menimbulkan gejala tertentu. Tanpa adanya penanganan, penyakit ini bisa menyebabkan gagal jantung, stroke, sumbatan bekuan darah, hingga kematian karena henti jantung. Kondisi ini mengacu pada hilangnya fungsi jantung, pernapasan, dan kesadaran secara mendadak karena gangguan listrik di jantung yang mengganggu kinerjanya, sehingga aliran darah ke tubuh juga terhenti. 

Oleh karena cukup berbahaya dan mengancam nyawa, masalah jantung tidak boleh menjadi hal yang dibiarkan atau diremehkan. Tanyakan semua hal tentang bahaya penyakit jantung, termasuk gejalanya melalui fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc atau buat janji langsung pada dokter di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera. 


Referensi: 
National Heart, Lung, and Blood Institute (NIH). Diakses pada 2019. Heart Valve Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Heart Valve Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sudden Cardiac Arrest.