Anak Susah Mandi, Ibu Bisa Coba Lakukan Ini

Anak susah mandi, mengatasi anak susah mandi
IBU & ANAK 13 July 2018

Halodoc, Jakarta – Selain susah makan, anak-anak juga seringkali susah diajak mandi. Alasannya beragam, antara lain: ada yang takut dingin, malas mandi, atau pura-pura punya luka yang enggak bisa kena air. Kalau sudah begini, ibu mencari cara agar Si Kecil mau mandi. Sebab bagaimanapun, mandi perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan Si Kecil.

Baca juga: Jangan Malas, Ini 5 Manfaat Mandi Pagi

Pada dasarnya, sikap Si Kecil dalam memperhatikan kebersihan (termasuk mandi) dipengaruhi oleh keluarga. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Child Health Care menyebutkan, kebiasaan anak untuk menerapkan kebersihan bermula dan bergantung dari keluarga.

Penyebab Anak Susah Mandi

Jika Si Kecil susah diajak mandi, berikut ini mungkin menjadi penyebabnya:

  • Rasa malas. Penyebab umum anak malas mandi adalah rasa malas, terutama jika Si Kecil sedang asyik bermain bersama teman-temannya.
  • Ingin menunjukkan kendali diri. Penyebab lainnya adalah bentuk “pemberontakan” kecil-kecilan terhadap orangtua. Jika Si Kecil sulit mandi, mungkin ia sedang menunjukkan bahwa dirinya memiliki kendali untuk menentukan kapan ia harus mandi dan tidak.
  • Tidak merasa kotor. Ini bisa menjadi penyebab Si Kecil susah mandi. Misalnya, ia merasa dirinya tidak kotor sehingga tidak harus mandi.

Mengatasi Anak Susah Mandi

Meskipun sulit, ibu tetap harus membujuk Si Kecil untuk mandi. Alasannya karena mandi bermanfaat untuk menjaga kebersihan diri Si Kecil, sehingga ia terhindari dari penyakit yang disebabkan oleh kuman dan bakteri. Berikut adalah beberapa tips yang bisa ibu lakukan untuk membujuk Si Kecil mandi:

1. Gunakan Air Hangat

Jika Si Kecil malas mandi karena takut kedinginan, ibu bisa menyiapkan air hangat untuknya. Cara ini bertujuan untuk membuat Si Kecil nyaman saat mandi dan terhindar dari kedinginan. Jika air hangat sudah tersedia dan Si Kecil tetap malas mandi, itu berarti ia memang malas mandi, bukan karena takut dingin.

2. Ciptakan Suasana yang Menyenangkan

Misalnya, ibu bisa mengajak Si Kecil bermain sambil mandi. Caranya dengan menyiapkan mainan yang aman dimainkan di air, sehingga Si Kecil bisa memainkannya sambil mandi. Ibu juga bisa bertanya pada Si Kecil, “Adek mau mandi di bak mandi atau pakai shower?”. Ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang nyaman saat Si Kecil mandi. Atau, ibu bisa menyiapkan peralatan mandi yang lucu khusus Si Kecil, seperti sikat gigi bertema hewan kesukaannya, sabun mandi dengan aroma yang disukainya, dan peralatan mandi lainnya.

3. Jelaskan tentang Manfaat Mandi

Cara lain yang bisa ibu lakukan adalah menjelaskan manfaat mandi pada Si Kecil. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga Si Kecil bisa memahaminya. Ibu bisa menjelaskan secara langsung, atau dengan metode berdongeng. Sehingga nantinya, ibu bisa mengajak Si Kecil mandi dengan, “Dek, mandi yuk! Seperti yang ibu bilang kemarin, anak sehat dan pintar pasti rajin mandi”.

4. Berikan Penghargaan

Agar Si Kecil terus bersemangat untuk mandi, ibu bisa memberikannya penghargaan. Misalnya, berupa pujian “anak pintar” atau lainnya, atau memberikan mainan kesukaannya.

Itulah tiga cara untuk mengatasi anak susah mandi. Kalau Si Kecil punya keluhan sakit, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter Halodoc. Sebab melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa mendapat rekomendasi saran dari dokter tepercaya tentang penanganan dan pengobatan Si Kecil. Ibu bisa menghubungi dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!


Rekomendasi Artikel

SEKS

17 July 2018

Perasaan cinta memang bisa menciptakan ‘pertempuran’ hormon di dalam tubuh, terutama otak. Namun, benarkah pe...

Selengkapnya

KEHAMILAN

17 July 2018

Umumnya pada kehamilan 36 minggu kepala bayi sudah berada di bawah, bukannya berada dalam posisi sungsang. Lal...

Selengkapnya

IBU & ANAK

17 July 2018

1000 kehidupan ini dimulai dari fase kehamilan (270) hari hingga Si Kecil berusia dua tahun (730) hari. Lalu, ...

Selengkapnya