Benarkah Kecerdasan Anak Diwarisi dari Ibu?

Benarkah Kecerdasan Anak Diwarisi dari Ibu?
IBU & ANAK 22 March 2018

Halodoc, Jakarta – Selain asupan gizi, kualitas pendidikan, rajin, hingga disiplin, kecerdasan anak juga dipengaruhi oleh faktor genetika. Boleh dibilang, kecerdasan Si Kecil kelak akan mencerminkan kecerdasan orangtuanya. Meskipun begitu, faktor gen yang diwarisi ibu lebih berperan penting dalam menentukan kecerdasan anak-anaknya. Rasanya memang sedikit tidak adil di telinga kaum lekaki, tapi memang begitulah faktanya.  

Melansir Independent, menurut penelitian ahli dari University of Washington, wanita cenderung mentransmisi gen kecerdasan ke anak yang terbentuk dari kromosom X.  Nah, wanita sendiri memiliki dua kromosom X, sedangkan pria hanya memiliki satu kromosom X. Artinya, wanita dua kali berpeluang mewariskan kecerdasan pada anak ketimbang pria.

Lalu, bagaimana jika ayah memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu? Menurut sebuah riset yang dipublikasikan oleh Psychology Spot, meskipun ayah memiliki kecerdasan yang lebih tinggi, tapi kesempatan untuk mewarisinya pada anak kecil sangat kecil. Pasalnya, jika gen kecerdasan diwarisi dari gen ayah dan ibu, maka gen ayah akan gugur dan tidak aktif.

Berawal dari Riset Tikus

Sebuah studi dalam laboratorium pernah menggunakan tikus sebagai alat percobaannya. Para ahli meyakini kalau kecerdasan merupakan salah satu condition gen yang hanya dimiliki oleh gen ibu. Nah, studi yang dimodifikasi secara genetik itu pun membuktikan hal tersebut.

Dari enam tikus yang digunakan dalam percobaan, hanya tiga tikus saja yang disuntikkan gen ibu, tiga lainnya disuntikkan gen yang dibawa oleh ayah. Hasilnya, tikus yang disuntikkan gen ibu menunjukkan memiliki otak yang berkembang dan lebih besar dengan tubuh yang lebih kecil. Ukuran otak inilah yang membuat tikus-tikus jadi lebih pintar.

Nah, karena merasa manusia enggak bisa disamakan dengan tikus, peneliti di Glasgow, Skotlandia, memilih melakukan riset yang lebih manusiawi untuk mengeksplorasi kecerdasan. Sejak dari 1994 dan dilakukan tiap tahunnya, peneliti mewawancarai 12.686 orang yang berusia 14 sampai 22 tahun. Hasilnya, tim peneliti menemukan prediktor kecerdasan terbaik adalah IQ dari gen Sang Ibu.

Ada juga penelitian menarik lainnya dari Unversity of Washington, AS. Dair penelitian ditemukan bahwa ikatan emosional yang baik antara ibu dan anak amat penting bagi pertumbuhan beberapa bagian otak. Contohnya area hippocampus, yaitu area yang berhubungan dengan memori, belajar, dan respons stres.

Nah, setelah peneliti melakukan analisa antara hubungan ibu dan anak selama tujuh tahun, mereka menemukan temuan yang menarik. Ternyata, jika seorang anak mendapatkan dukungan emosional dan intelektual dengan baik, maka area hippocampusnya lebih besar 10 persen daripada anak-anak yang kurang mendapatkan dukungan dari ibunya.

Tidak Mutlak karena Genentik

Meskipun kecerdasan anak berkaitan erat dengan faktor genentik, tapi bukan berarti pintar-tidaknya seorang anak mutlak dipengaruhi oleh faktor tersebut. Ada penelitian yang menyebutkan hanya 40-60 persen kecerdasan yang diperkirakan berasal dari warisan gen.

Kata ahli psikiatri dari Utrecht University Medical, Belanda, secara umum orangtua yang sangat cerdas akan menghasilkan anak yang cerdas pula. Namun, hal ini enggak mutlak,  bisa saja kedua orangtua memiliki kecerdasan yang rendah, tapi ternyata menghasilkan anak yang memiliki IQ tinggi, atau sebaliknya. Kok bisa?

Selain genetik, kecerdasan anak sisanya bergantung pada lingkungan. Jadi, lingkungan punya pengaruh pada kecerdasan, meskipun pengaruh ini akan menjadi lebih kecil jika anak tumbuh semakin dewasa.

Ahli dari Melbourne University’s Graduate School of Education juga berpendapat senada. Katanya, anak enggak hanya berbagi gen saja, mereka juga berbagi keluarga dan lingkungan. Dengan kata lain, dengan siapa anak bergaul, makanan apa yang mereka makan, kualitas pendidikan, dan hal lainnya, turut serta memengaruhi kecerdasan anak.

So, Ibu harus menjadi wanita yang cerdas dan pastikan anak tumbuh di lingkungan yang baik, ya. Tujuannya jelas, agar Si Kecil bisa tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan membanggakan.

Punya masalah kesehatan dan ingin bertanya pada ahlinya? Ibu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah ini. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

SEKS

17 July 2018

Perasaan cinta memang bisa menciptakan ‘pertempuran’ hormon di dalam tubuh, terutama otak. Namun, benarkah pe...

Selengkapnya

KEHAMILAN

17 July 2018

Umumnya pada kehamilan 36 minggu kepala bayi sudah berada di bawah, bukannya berada dalam posisi sungsang. Lal...

Selengkapnya

IBU & ANAK

17 July 2018

1000 kehidupan ini dimulai dari fase kehamilan (270) hari hingga Si Kecil berusia dua tahun (730) hari. Lalu, ...

Selengkapnya