Hal yang Perlu Ibu Ketahui Tentang Water Birth

Fakta water birth
KEHAMILAN 25 June 2018

Halodoc, Jakarta – Water birth adalah metode melahirkan di dalam air. Dibanding metode lainnya, water birth dianggap bisa mengurangi rasa sakit yang dirasakan ibu saat melahirkan. Selain membuat ibu lebih rileks, metode ini juga memungkinkan bayi lahir dalam lingkungan yang hampir sama dengan cairan ketuban dalam kandungan.

Baca juga: Yang Harus Diketahui Jika Melakukan Persalinan Normal

Berikut adalah beberapa fakta water birth yang perlu ibu ketahui:

Manfaat Water Birth

American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) menyebutkan bahwa selama tahap pertama persalinan, water birth akan memberikan banyak manfaat. Apa saja manfaatnya?

  • Memberikan efek relaksasi, sehingga ibu bisa bernapas lebih teratur untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi.
  • Membantu proses mengejan, karena duduk atau jongkok di dalam air cenderung lebih mudah akibat dukungan daya apung air.
  • Lebih mudah bergerak. Ini karena posisi ibu mengapung di dalam air, sehingga lebih mudah bergerak untuk mencari posisi yang nyaman.
  • Otot perineum lebih elastis dan santai. Perineum adalah area kulit antara Miss V dengan anus. Hal ini bisa mengurangi tingkat keparahan dari Miss V yang robek akibat persalinan dan kebutuhan akan episiotomi, yaitu pengguntingan kulit dan otot antara Miss V dan anus.

 

Risiko Water Birth

Selain banyak manfaat yang didapat, berikut ini beberapa risiko yang mungkin terjadi saat melahirkan dengan metode water birth:

  • Tenggelam. Bayi yang baru lahir berisiko tenggelam hingga kekurangan oksigen.
  • Infeksi. Pada water birth, kotoran yang ibu keluarkan saat mengejan bisa meningkatkan risiko infeksi pada bayi.
  • Sindrom aspirasi mekonium. Ini adalah kondisi di mana bayi sudah buang air besar (BAB) sebelum lahir, dan cairan ketuban yang terkontaminasi kotoran dihirup oleh bayi. Dampaknya, bayi yang baru lahir berisiko mengalami masalah pernapasan.
  • Kerusakan tali pusar. Tali pusar bayi dapat terpuntir, tertekuk, atau mungkin terputus sebelum bayi keluar dari air. Agar tidak tenggelam, tak jarang bayi pada persalinan water birth akan segera diangkat ke permukaan. Gerakan inilah yang bisa meningkatkan risiko robeknya tali pusar dan perdarahan. Kondisi ini bisa menyebabkan anemia pada bayi.

Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan

Sebelum memutuskan untuk melakukan persalinan water birth, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Diantaranya adalah kondisi ibu dan janin dalam kandungan. Oleh sebab itu, ibu perlu berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter untuk menentukan apakah kondisi ibu aman untuk melakukan persalinan water birth. Sebab, ada beberapa kondisi yang membuat ibu tidak disarankan melakukan persalinan water birth. Apa saja?

  • Wanita berusia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.
  • Sedang mengalami infeksi atau komplikasi, seperti preeklampsia dan diabetes.
  • Hamil kembar dua atau lebih.
  • Usia bayi prematur.
  • Posisi bayi sungsang.
  • Diprediksi akan melahirkan bayi berbobot besar.

Baca juga: Persiapkan 3 Hal Ini Menjelang Kelahiran Si Kecil

Itulah beberapa fakta water birth yang perlu ibu ketahui. Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar metode ini, gunakan aplikasi Halodoc saja. Sebab melalui Halodoc, kamu bisa bicara pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!


Rekomendasi Artikel

KECANTIKAN

18 July 2018

Sebagian besar kasus cacar air yang parah terjadi pada orang dewasa. Lalu, bagaimana sih cara merawat wajah se...

Selengkapnya

IBU & ANAK

18 July 2018

Kata ahli, anak balita pun juga bisa mengalami abses gigi. Nah, agar anak terhindar dari penyakit ini, yuk ken...

Selengkapnya

KECANTIKAN

18 July 2018

Tak hanya di bibir saja, stomatitis pun bisa terjadi pada gusi. Nah, berikut hal yang perlu diketahui mengenai...

Selengkapnya