Ibu Menyusui Makan Pedas, Ini yang Harus Diperhatikan

Ibu Menyusui Makan Pedas, Ini yang Harus Diperhatikan
IBU & ANAK 13 April 2018

Halodoc, Jakarta – Ada banyak mitos dan informasi kurang tepat yang beredar soal masalah menyusui. Sayangnya informasi yang ada seringnya diterima mentah-mentah tanpa berusaha mencari sumber dan kebenarannya. Alhasil ibu menyusui mungkin akan merasa “terkurung” dan serba salah dalam mengurus sang buah hati.

Salah satu mitos yang masih cukup sering dipercayai adalah makanan yang dikonsumsi ibu bisa mengubah rasa ASI dan hal itu akan berdampak pada bayi. Misalnya saat ibu menyusui mengonsumsi makanan pedas, hal itu  dipercaya dapat membuat ASI berubah rasa menjadi pedas dan bisa menyebabkan si kecil mengalami masalah pencernaan yaitu diare.

Nah tidak perlu terlalu merasa khawatir kalau ibu pernah mendengar hal ini. Ibu menyusui memang disarankan untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Namun jenis makanan yang ibu konsumsi nyatanya tidak akan mengubah rasa ASI sama sekali.

Faktanya produksi air susu yang terjadi di dalam tubuh mengambil nutrisi dari darah ibu, bukan dari pencernaan. Artinya tentu zat gizi yang akan “disalurkan” pada bayi sudah melewati proses penyaringan oleh sistem pencernaan.

(Baca juga: Ini 5 Manfaat ASI Bagi Bayi dan Ibu yang Bisa Dirasakan)

Hal yang harus diperhatikan sebelum makan pedas

Meski demikian ibu tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah yang berlebihan. Ibu hamil perlu menjaga asupan makanan untuk menjaga kualitas ASI tetap baik. Sebab pada bayi yang baru lahir, ASI merupakan salah satu makanan utama yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Sejumlah studi telah menunjukkan keajaiban ASI eksklusif pada anak. ASI eksklusif diberikan sejak bayi lahir ke dunia sampai usianya mencapai enam bulan. Nyatanya air susu ibu memiliki sejumlah kandungan gizi yang dibutuhkan bayi yaitu, vitamin, mineral, lemak, karbohidrat, protein, dan cairan dalam jumlah tepat yang dibutuhkan oleh bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya.

Bayi yang terbiasa diberi ASI eksklusif biasanya juga akan lebih sehat dan terlindung. Sebab salah satu manfaat dari ASI bagi bayi adalah memberikan perlindungan tubuh yang tidak dimiliki oleh susu formula.

Nah, sebenarnya sah-sah saja bagi para ibu untuk mengonsumsi makanan yang memiliki rasa pedas dan asam. Namun harus diperhatikan bahwa jumlah yang disarankan masuk ke dalam tubuh terbatas. Sebab tidak menutup kemungkinan sebagian  kecil dari kandungan makanan akan masuk ke dalam ASI.

Jika ibu menyusui mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan, dikhawatirkan bisa memberi dampak tak hanya pada bayi. Sebab terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas bisa memicu terjadinya masalah pencernaan dan berujung pada dehidrasi yang mungkin dialami ibu.

Selain itu, cabai sebagai bahan utama makanan pedas dikenal mengandung capsaicin. Meski tidak pasti, konsumsi kandungan ini mungkin bisa menyebabkan ibu, bahkan bayi mengalami diare. Pasalnya ada beberapa bayi yang sangat sensitif terhadap capsaicin sehingga mengalami diare saat ibu mengonsumsi makanan pedas. Diare pada bayi bisa juga terjadi karena adanya alergi yang memengaruhi sistem pencernaan si kecil.

Diare pada bayi ditandai dengan berubahnya frekuensi buang air besar menjadi lebih sering. Biasanya dalam satu hari si kecil akan buang air lebih dari tiga kali. Perubahan juga terjadi pada konsistensi kotoran yang dikeluarkan, misalnya menjadi cair dan tanpa ampas. Bayi yang mengalami diare harus segera menerima pengobatan untuk menghindari dehidrasi alias kekurangan cairan.

Selain menjaga asupan makanan, cobalah untuk mengonsumsi suplemen yang bisa membuat ASI lebih lancar. Lebih mudah beli suplemen dan produk kesehatan di aplikasi Halodoc. Pesanan akan diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Download aplikasinya sekarang!


Rekomendasi Artikel

DIET & NUTRISI

16 August 2018

Bosan mengonsumsi daging kambing, ayam atau sapi? Coba deh cicipi daging rusa yang tak kalah bergizinya dari k...

Selengkapnya

KEHAMILAN

16 August 2018

Kualitas sperma dan ovum dipengaruhi oleh usia, benarkah? Simak faktanya di Halodoc, yuk!...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 August 2018

Xerostomia merupakan kondisi yang bisa dialami sesekali oleh siapapun. Khususnya dalam kondisi gugup atau cema...

Selengkapnya