Ketombe atau Dermatitis Seboroik? Ketahui Bedanya

Ketombe atau Dermatitis Seboroik? Ketahui Bedanya
KECANTIKAN 18 April 2018

Halodoc, Jakarta – Kulit kepalamu sering terasa gatal dan mengelupas? Mungkin, kamu akan berpikir bahwa kepalamu berketombe. Namun, jangan salah, karena bisa jadi kamu sedang terserang penyakit dermatitis seboroik. Meskipun terlihat sama, ketombe dan dermatitis seboroik ternyata berbeda, lo. Supaya lebih jelas, coba kamu simak ulasannya berikut ini.

Ketombe, Penyakit Dermatitis Seboroik yang Paling Ringan

Dermatitis seboroik sebenarnya merupakan peradangan kulit kepala yang membuat kulit kering dan mengelupas. Pengelupasan kulit ini terkadang disinyalir sebagai ketombe yang menempel atau berjatuhan pada bahu. Baik ketombe maupun dermatitis seboroik menyebabkan gatal pada kulit kepala, terlebih jika kepala dalam keadaan kotor dan berminyak.

Infeksi jamur Malassezia menjadi penyebab utama munculnya ketombe pada kulit kepala yang juga menyebabkan kulit kepala mengelupas. Beberapa ahli mengatakan bahwa ketombe yang muncul di kulit kepala adalah gejala penyakit dermatitis seboroik ringan. Karena itulah, kedua masalah kepala ini sekilas terlihat sama.

Perbedaan dermatitis seboroik dan ketombe yang paling jela terlihat adalah pada tingkat keparahan dan lokasi kemunculannya . Munculnya ketombe umumnya terjadi pada area kulit kepala saja. Rasa gatal yang menyerang menjadi dampak yang umum kamu rasakan saat kepalamu berketombe. Namun, jika kamu mendapati adanya peradangan berwarna kemerahan pada kulit kepalamu, bisa jadi kamu sudah terserang dermatitis seboroik.

Lain halnya dengan ketombe, penyakit dermatitis seboroik muncul tak hanya pada bagian kepala, penyakit ini juga bisa menyerang bagian kulit tubuh mana saja yang berminyak. Biasanya, dermatitis seboroik banyak muncul pada bagian belakang telinga, wajah, dada bagian atas hingga punggung. Selain serpihan kulit kepala yang mengelupas, gejala penyakit dermatitis seboroik lainnya yang bisa kamu cermati adalah perubahan warna kulit menjadi kemerahan yang cenderung kering dan kasar.

Baca juga: 6 Cara Mudah Hilangkan Gatal Ketombe

Pengobatan untuk Dermatitis Seboroik, Samakah dengan Ketombe?

Meski disebabkan oleh infeksi jamur yang sama, ketombe dan dermatitis seboroik ternyata memiliki cara penanganan dan pengobatan yang berbeda.Inilah perbedaan dermatitis seboroik dan ketombe selanjutnya.

Umumnya, kamu bisa menghilangkan ketombe yang mengganggu kepalamu dengan rajin membersihkan rambut dengan sampo. Kandungan zinc, belerang, selenium, dan asam salisilat yang terdapat pada sampo akan mampu membersihkan ketombe sekaligus menyegarkan kulit kepalamu. Agar tidak kembali menganggu, kamu mungkin bisa mengurangi pemakaian minyak rambut, hairspray, atau produk untuk merapikan rambut lainnya.

Sementara itu, bagi para pengidap dermatitis seboroik, obat yang biasa digunakan untuk menguranginya adalah menggunakan krim yang mengandung bahan antijamur, seperti ketoconazole. Penggunaannya cukup dua sampai tiga kali seminggu. Jika dermatitis seboroik menyerang kulit kepala bayi, cara menghilangkannya adalah cukup dengan membersihkannya menggunakan sampo bayi setiap hari.

Baca juga: Jangan Salah, Ini 6 Fakta Ketombe yang Harus Diketahui

Bagaimana Mencegah Terjadinya Dermatitis Seboroik?

Baik ketombe maupun dermatitis seboroik bisa menyerang siapa saja. Namun, kamu bisa mencegahnya dengan melakukan tips-tips berikut ini:

  • Bersihkan kulit kepala secara teratur. Umumnya, waktu yang disarankan untuk mencuci rambut adalah dua hari sekali. Namun, membersihkan kepala setiap hari juga tidak masalah, apalagi kalau kamu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
  • Jangan menggaruk bagian tubuh yang terkena dermatitis seboroik, karena hanya akan menyebabkan iritasi dan infeksi yang semakin parah.
  • Khusus untuk pria, meredakan gejala munculnya dermatitis seboroik bisa dilakukan dengan mencukur jenggot atau kumis secara rutin.
  • Jika menyerang kulit tubuh lainnya, iritasi berlebih bisa dikurangi dengan mengenakan pakaian yang terbuat dari katun.

Sekarang, kamu sudah tahu perbedaan dermatitis seboroik dan ketombe. Dua masalah kulit kepala ini terkadang memang bisa menghilang tanpa memerlukan pengobatan. Meski demikian, penyakit ini tak boleh kamu sepelekan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menanyakan pada dokter saat menemui gejalanya. Sekarang, kamu bisa berinteraksi langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc yang bisa kamu download langsung melalui Google Play Store atau App Store. Selain berdiskusi dengan dokter, kamu juga bisa membeli obat di Halodoc, lo!


Rekomendasi Artikel

KEHAMILAN

20 July 2018

Selama masa kehamilan, ibu hamil perlu berhati-hati dengan bahaya TORCH yang mengintai. Kenali beberapa gejala...

Selengkapnya

KEHAMILAN

20 July 2018

Untuk meningkatkan peluang kehamilan, bisa dilakukan dengan cara mengenali masa subur. Lalu, apa saja sih ciri...

Selengkapnya

IBU & ANAK

20 July 2018

Memiliki anak ADHD pasti menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Begini cara mendidik anak ADHD yang perl...

Selengkapnya