Tips Aman Berolahraga untuk Pengidap Penyakit Jantung

Tips Aman Berolahraga untuk Pengidap Penyakit Jantung
OLAHRAGA 26 January 2018

Halodoc, Jakarta – Pengidap penyakit jantung tetap disarankan untuk berolahraga agar kesehatan dan staminanya tetap terjaga. Namun, tidak semua olahraga cocok untuk pengidap jantung. Olahraga yang terlalu berat dan menguras tenaga dapat berdampak buruk terhadap kondisi jantungnya. Jadi, pengidap jantung hanya diperbolehkan untuk melakukan olahraga yang ringan. Agar aman dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, perhatikan tips-tips aman berolahraga berikut untuk pengidap penyakit jantung.

Karena memiliki kondisi jantung yang tidak terlalu kuat, pengidap jantung harus berhati-hati ketika ingin melakukan olahraga. Olahraga berat seperti angkat beban maupun latihan yang menggunakan gerakan mendadak sangat tidak dianjurkan bagi pengidap jantung, karena dapat memacu jantung berdetak lebih cepat untuk menyesuaikan diri. Olahraga yang dianjurkan untuk pengidap jantung adalah olahraga ringan yang bersifat aerobik, seperti jalan cepat, lari, yoga, dan bersepeda santai, yang bermanfaat memicu pelepasan hormon endorfin. Meskipun demikian, pengidap jantung sebaiknya memerhatikan tips-tips aman berolahraga berikut:

1. Bicarakan Terlebih Dahulu Dengan Dokter

Sebelum memutuskan untuk berolahraga, ada baiknya jika kamu membicarakan rencana olahragamu dengan dokter. Tanyakan apakah jenis olahraga yang ingin kamu lakukan aman untuk kondisi kesehatanmu dan cari tahu kegiatan apa saja yang harus dihindari. Tidak hanya pantangan dalam olahraga saja, tapi cari tahu juga tugas rumah tangga yang tidak diperbolehkan, misalnya seperti mengangkat barang yang sangat berat, menyangkul, dan lain-lain.

2. Pemanasan dan Pendinginan

Setiap orang, termasuk juga pengidap jantung disarankan untuk melakukan pemanasan selama kurang lebih 5 menit sebelum berolahraga dan pendinginan setelah berolahraga. Kedua hal ini sangat penting untuk mencegah jantung meningkat drastis secara mendadak yang dapat mengakibatkan risiko yang serius. 

3. Selalu Pantau Denyut Jantung

Agar kamu bisa berolahraga dengan aman tanpa membahayakan kesehatan jantung, kamu perlu memantau denyut jantungmu setiap saat. Gunakanlah alat monitor denyut jantung atau kamu juga bisa mengecek nadi di pergelangan tangan sebelum dam setelah berolahraga. Rumusnya adalah 220 dikurangi usiamu. 80% dari hasil pengurangan tersebut adalah denyut nadi maksimalmu. Jika alat monitor sudah menunjukkan denyut nadi maksimal, segera kurangi intensitas olahraga dan beristirahat.

4. Bawa Obat Jantung

Untuk berjaga-jaga, selalu bawa nitroglycerin atau obat lain yang telah diresepkan oleh dokter selama berolahraga.

5. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Jangan lupa untuk sering-sering minum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga agar tubuhmu tetap terhidrasi dengan baik.

6. Segera Berhenti Ketika Tanda-tanda Ini Muncul

Jika kamu sudah merasa lelah, mual, pusing, sesak napas, dan nyeri dada, segera berhenti dari olahraga yang kamu lakukan.

7. Rutin Berolahraga

Lakukanlah olahraga secara rutin 3-5 kali seminggu selama kurang lebih 30-45 menit yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Sesuaikan intensitas dan durasi latihan dengan kondisi fisikmu. Selain berolahraga, pengidap jantung juga disarankan untuk menerapkan pola makan sehat untuk meningkatkan kesehatan jantungnya. Kamu bisa membicarakan soal kondisi jantungmu kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Jika kamu ingin melakukan tes kesehatan jantung, kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Halodoc. Caranya sangat praktis, kamu tinggal pilih Lab Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemuimu pada waktu yang sudah ditentukan. Halodoc juga memudahkanmu membeli vitamin atau produk kesehatan yang kamu butuhkan. Tinggal order melalui Halodoc dan pesananmu akan diantar dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

DIET & NUTRISI

16 August 2018

Bosan mengonsumsi daging kambing, ayam atau sapi? Coba deh cicipi daging rusa yang tak kalah bergizinya dari k...

Selengkapnya

KEHAMILAN

16 August 2018

Kualitas sperma dan ovum dipengaruhi oleh usia, benarkah? Simak faktanya di Halodoc, yuk!...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 August 2018

Xerostomia merupakan kondisi yang bisa dialami sesekali oleh siapapun. Khususnya dalam kondisi gugup atau cema...

Selengkapnya