Diet Buah saat Puasa, Bolehkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Diet Buah saat Puasa, Bolehkah?

Halodoc, Jakarta - Metode diet ada banyak sekali, meski tujuan utamanya nyaris sama, menurunkan berat badan. Seperti namanya, diet buah adalah metode diet yang dilakukan dengan hanya mengonsumsi berbagai buah-buahan selama 3 hari berturut-turut. Namun, bolehkah diet buah saat puasa dilakukan?

Dalam melakukan diet buah, jenis buah yang biasanya diutamakan adalah buah yang bisa membuat kenyang lebih lama, seperti alpukat, apel, pir, dan pisang. Buah-buahan rendah gula, seperti keluarga beri (stroberi, raspberry, blackberry), semangka, dan kiwi juga menjadi pilihan yang baik untuk bantu menurunkan berat badan

Jika melakukan diet buah saat puasa, kita hanya diperbolehkan makan buah untuk sarapan, makan siang, dan makan malam setiap hari. Kita juga dianjurkan untuk minum 12 botol air putih setiap hari dan menghindari minum teh, kopi, dan minuman berperisa lainnya. Menariknya, diet ini tidak menganjurkan kita untuk berolahraga.

Baca juga: Buah Segar atau Kering, Mana yang Lebih Tinggi Gula?

Manfaat Melakukan Diet Buah

Secara umum, mengonsumsi banyak buah-buahan dapat membawa segudang manfaat kesehatan bagi tubuh, antara lain:

  • Sumber gula sederhana, serat, vitamin, dan mineral.

  • Rendah lemak dan kalori.

  • Serat dalam buah berguna untuk membantu menurunkan kolesterol darah dan dapat membantu melancarkan buang air besar, sehingga terhindar dari sembelit.

  • Buah juga kaya akan antioksidan, seperti flavonoid, vitamin C, dan antosianin. Antioksidan dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang berasal dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh, sehingga membantu terhindar dari penyakit, seperti kanker.

  • Buah dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan dan juga dapat membantu meremajakan sel-sel dan jaringan dalam tubuh, sehingga turut memperlambat penuaan.

Diet dengan buah terbilang sebagai cara yang baik untuk menurunkan berat badan, karena serat buah mampu membuat kenyang lebih lama. Dengan begitu, kita pun cenderung akan makan lebih sedikit dalam sehari. Makan semangkuk stroberi akan membuat kita kenyang lebih lama daripada makan semangkuk daging cincang.

Baca juga: 9 Buah-buahan yang Dapat Mencegah Dehidrasi Saat Berpuasa

Diet Buah saat Puasa Belum Tentu Sehat

Pada dasarnya, makan buah untuk diet tidak dilarang. Memperbanyak asupan buah segar juga sudah terbukti manfaatnya untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, selain menurunkan berat badan. Namun, hal yang harus diperhatikan adalah porsinya. Sebab, buah-buahan tetap mengandung kalori dan gula, meskipun terbilang rendah.

Terlalu banyak mengonsumsi gula dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak drastis. Peningkatan kadar gula darah sedikit saja juga tak baik untuk kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Dengan kata lain, diet dengan buah saja dapat meningkatkan risiko diabetes. Meski memang sangat kecil kemungkinannya terkena diabetes hanya dari makan buah, kita tetap perlu memperhatikan risiko ini.

Di sisi lain, cara diet buah dinilai tidak begitu ideal karena tidak memperhatikan variasi gizi. Memang, buah diperkaya oleh ragam vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh. Sayangnya, buah-buahan minim kandungan protein. Buah-buahan juga tidak mengandung asam lemak esensial serta asam amino yang diperlukan oleh tubuh sebanyak yang ditemukan pada daging, kacang, serta biji-bijian.

Maka, bukan tidak mungkin tubuh mengalami kekurangan zat gizi tertentu jika menjalani diet buah. Kekurangan protein, misalnya, akan membuat jaringan otot melemah. Asupan kalsium yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko  penyakit tulang, seperti osteoporosis.

Baca juga: 6 Buah Yang Cocok Dikonsumsi Saat Sahur

Kekurangan zat besi membuat Anda lebih rentan mengalami 3L (Letih, Lemah, dan Lesu) akibat anemia. Terlalu banyak mengonsumsi buah juga dapat menyebabkan pencernaan bermasalah, mulai dari perut kembung, begah, kram, buang gas terus-menerus, hingga diare. Terlebih jika dilakukan saat minggu-minggu awal puasa, ketika tubuh dan sistem pencernaan sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan saat puasa.

Itulah sedikit penjelasan tentang diet buah saat puasa. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!