• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Ibu Hamil Lakukan Pemeriksaan Echocardiografi?

Bolehkah Ibu Hamil Lakukan Pemeriksaan Echocardiografi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Echocardiografi adalah prosedur pemeriksaan jantung dengan menggunakan  gelombang suara untuk menghasilkan gambar jantung. Gambar yang dihasilkan echocardiografi  membantu dokter untuk melihat sejumlah indikasi masalah yang berkaitan dengan jantung. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk seseorang yang pernah mengalami serangan jantung untuk memantau keadaan otot jantung.

Baca Juga: Apa Bedanya Echocardiografi dan Stress Echocardiogram?

 Beberapa kondisi yang dapat dideteksi melalui echocardiografi, yaitu:

  • Gangguan irama jantung dan gangguan tekanan darah;
  • Jantung koroner yang menimbulkan serangan jantung;
  • Memeriksa apakah pasokan oksigen ke otot jantung berjalan lancar;
  • Melihat batas kemampuan jantung untuk program rehabilitasi jantung;
  • Mengevaluasi keberhasilan pengobatan dan tindakan medis;
  • Mencari gumpalan darah di jantung;
  • Mengidentifikasi adanya cairan di kantung yang ada di sekitar jantung;
  • Masalah yang berkaitan dengan aorta yang merupakan arteri utama yang terhubung ke jantung.

Dokter dapat melakukan echocardiogram apabila menemukan masalah saat melakukan tes lain atau saat mendengarkan detak jantung melalui stetoskop. Ketika dokter menemukan bahwa detak jantung tidak teratur, echocardiogram diperlukan untuk memeriksa kondisi katup jantung dan bilik jantung. Jika muncul tanda-tanda masalah jantung, seperti nyeri dada atau sesak napas, dokter juga akan memeriksa lebih lanjut melalui echocardiografi.

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Echocardiografi?

Echocardiografi adalah prosedur yang aman untuk dilakukan oleh ibu hamil. Echocardiografi menggunakan gelombang suara dan bukan sinar X atau sinar lain yang memancarkan radiasi. Echocardiografi yang dilakukan pada ibu hamil biasanya bertujuan untuk mengidentifikasi cacat jantung pada bayi yang belum lahir. Echocardiografi juga bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit jantung yang dicurigai atau menilai fungsi jantung secara berkala. 

Baca Juga: Periksa Jantung, Adakah Efek Samping dari Echocardiografi?

Prosedur ini juga mampu mendeteksi aritmia atau detak jantung tidak teratur pada ibu hamil.  Monitor kejadian jantung 24 jam atau 48 jam dapat dilakukan untuk wanita yang mengalami jantung berdebar setiap hari. Tujuannya untuk menentukan apakah detak jantung lebih cepat dari kisaran normal atau adanya irama jantung abnormal.

Jika gejala tidak muncul setiap hari, pemantauan dapat digunakan untuk mendeteksi irama jantung abnormal yang terjadi secara sporadis selama periode 30 hari. Apabila ibu punya pertanyaan lain tentang prosedur ini, tanyakan kepada dokter Halodoc. Ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Apa Saja Persiapan Sebelum Menjalani Echocardiografi?

Persiapan tergantung pada jenis echocardiografi yang dilakukan. Echocardiogram transthoracic umumnya tidak memerlukan persiapan khusus. Pada ekokardiogram transesophageal, dokter mungkin akan menginstruksikan untuk tidak makan apa pun selama beberapa jam sebelum tes. Ini untuk mencegah seseorang tidak muntah selama tes. Pasien yang menjalani tes ini juga mungkin tidak bisa mengemudi selama beberapa jam sesudahnya untuk mencegah efek samping dari obat penenang.

Baca Juga: Bahaya Ibu Hamil yang Alami SVT

Jika dokter merekomendasikan ekokardiogram stres, kenakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk berolahraga. Setelah menjalani tes tersebut, dokter kemudian meninjau hasil setelah tes. Apabila hasil tes menunjukan tanda-tanda abnormal, dokter dapat merujuk pasien ke ahli jantung. 

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2019. Echocardiogram.
Northwestern Medicine. Diakses pada 2019. Diagnostic Testing During Pregnancy.