Jangan Dianggap Remeh, Bronkiolitis Sebabkan 4 Komplikasi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jangan Dianggap Remeh, Bronkiolitis Sebabkan 4 Komplikasi

Halodoc, Jakarta - Bronkiolitis adalah sebuah penyakit infeksi paru-paru yang disebabkan oleh peradangan pada bronkiolus atau saluran udara kecil pada paru-paru. Penyakit ini paling sering disebabkan oleh virus yang masuk ke tubuh. Gejala awal dari bronkiolitis seperti pilek, lalu berkembang menjadi batuk hingga kesulitan bernapas. Hal ini dapat terjadi dalam hitungan hari, minggu, hingga bulan.

Bronkiolitis termasuk penyakit yang umum terjadi, terutama pada bayi dan anak kecil. Hal ini dapat diobati dengan cara meminimalisir faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit tersebut. Kebanyakan anak yang mengidap bronkiolitis dapat membaik apabila melakukan perawatan intensif di rumah. Walau begitu, bronkiolitis dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

Berikut adalah komplikasi yang dapat terjadi:

  1. Sianosis. Warna biru pada kulit yang disebabkan oleh kekurangan oksigen.

  2. Dehidrasi. Ketika tubuh mengalami kekurangan kadar air normal.

  3. Apnea. Hal ini terjadi ketika terdapat jeda pada pernapasan. Umumnya, kondisi ini terjadi pada bayi prematur.

  4. Kadar oksigen yang rendah hingga gagal pernapasan.

Pada kasus yang jarang terjadi, bronkiolitis dapat juga dapat menyebabkan infeksi paru-paru bakteri atau pneumonia. Apabila hal tersebut terjadi, pneumonia harus dirawat secara terpisah. Apabila anak ibu terlihat mengalami salah satu komplikasi tersebut, segeralah untuk berdiskusi dengan dokter.

Baca Juga: Ketahui Bronkiolitis yang Rentan Diidap Anak-Anak

Gejala Bronkiolitis

Untuk melakukan pencegahan dini, ibu harus mengetahui gejala-gejala bronkiolitis, supaya anak ibu segera mendapatkan pengobatan sebelum menyebabkan komplikasi. Selama beberapa hari pertama, gejala-gejala yang timbul pada seorang anak yang mengidap bronkiolitis mirip dengan pilek. Di antaranya:

  • Hidung beringus.

  • Hidung tersumbat.

  • Batuk.

  • Demam ringan.

Anak ibu juga mungkin mengalami kesulitan bernapas selama sekitar satu minggu atau lebih. Si Kecil juga mungkin akan mengeluarkan suara (mengi) ketika bernapas. Selain itu, tidak sedikit bayi yang mengidap bronkiolitis mengalami infeksi telinga atau otitis media.

Baca Juga: Bayi Tanpa ASI Berpotensi Terkena Bronkiolitis

Penyebab Bronkiolitis

Bronkiolitis terjadi karena sebuah virus yang menyerang bronkiolus, sehingga menyebabkan radang dan bengkak pada paru-paru. Bronkiolus adalah sebuah saluran udara terkecil yang berada di paru-paru. Ketika hal tersebut terjadi, lendir menjadi terkumpul pada bronkiolus, sehingga udara pada paru-paru menjadi sulit untuk mengalir bebas dari organ tersebut.

Umumnya, sebagian besar bronkiolitis disebabkan oleh respiratory syncytial virus (RSV) yang menyerang pernapasan. RSV adalah sebuah virus yang sering menginfeksi anak dengan usia 2 tahun. Penyebaran infeksi virus ini dapat terjadi setiap musim dingin. Penyebab lain dari bronkiolitis adalah virus yang sama dengan penyebab flu atau pilek.

Virus yang menyebabkan bronkiolitis terbilang mudah untuk menyebar. Anak ibu dapat terpapar virus tersebut melalui udara ketika seseorang yang mengidapnya batuk, bersin, hingga berbicara. Selain itu, seseorang dapat terserang penyakit tersebut ketika menyentuh benda yang terpapar virus tersebut, lalu menyentuh bagian tubuh, sehingga virus tersebut masuk ke dalam.

Baca Juga: Bayi Tanpa ASI Berpotensi Terkena Bronkiolitis

Pencegahan Bronkiolitis

Jika melihat cara penyebarannya, salah satu cara terbaik untuk mencegah penyakit yang menyerang paru-paru tersebut adalah dengan mencuci tangan sesering mungkin. Terutama, ketika ibu sedang terserang pilek dan akan menyentuh bayi. Cobalah untuk menggunakan masker wajah untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Lalu, apabila anak ibu mengidap penyakit tersebut, cobalah untuk larang keluar rumah agar virusnya tidak menyebar.

Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit yang berhubungan dengan paru-paru ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa beli obat di Halodoc. Praktis tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan diantarkan sampai tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!