01 November 2018

4 Tanda Batuk yang Berbahaya pada Anak

4 tanda batuk yang berbahaya pada anak

Halodoc,  Jakarta – Selain pilek, batuk juga merupakan salah satu “penyakit langganan” anak-anak. Ibu tentunya merasa sedih melihat Si Kecil yang tersiksa akibat batuk yang terus menerus. Namun sebenarnya, batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk mendorong keluar produksi lendir yang berlebihan di saluran napas. Selain itu, batuk pada anak biasanya dapat sembuh sendiri dalam waktu yang singkat. Meskipun demikian, bukan berarti ibu boleh menganggap remeh batuk yang dialami oleh anak. Bila anak batuk dan disertai juga oleh gejala lain, maka ada kemungkinan kondisi tersebut menjadi pertanda adanya suatu penyakit tertentu. Karena itu, ketahui empat tanda batuk yang berbahaya pada anak berikut.

1. Batuk yang Disertai Sesak Napas

Batuk yang terjadi terus-menerus atau batuk terlalu keras terkadang bisa membuat Si Kecil menjadi sesak napas. Ciri-ciri anak yang sesak napas adalah bila dia membuat suara tertentu ketika menarik napas atau mengeluarkan suara yang keras ketika tidur. Anak yang kesulitan bernapas juga ditandai dengan meningkatnya jumlah gerakan napas.

Penyebab kondisi batuk seperti ini biasanya adalah karena virus yang menyebabkan radang di Laring (kotak suara) dan Trakea (batang tenggorokan). Batuk yang sampai bisa menyebabkan sesak napas bisa dialami Si Kecil pada usia sekitar enam bulan sampai tiga tahun yang biasanya terjadi ketika Si Kecil mengalami demam.

Ibu bisa memberikan pertolongan pertama pada Si Kecil yang mengalami batuk ini dengan cara mengajaknya menghirup uap air panas selama 15 hingga 20 menit. Cara ini bisa membantu menghangatkan dan membuka saluran napas Si Kecil, sehingga dia bisa bernapas kembali.

2. Batuk Kering yang Semakin Parah di Malam Hari

Ada juga kondisi batuk pada anak yang bisa semakin parah di malam hari atau saat suhu udara lebih dingin. Biasanya batuk seperti ini disebabkan oleh asma, yaitu kondisi kronis di mana saluran udara di paru-paru menyempit dan meradang, sehingga paru-paru menghasilkan lendir. Akibatnya, timbul lah rasa gatal yang menyebabkan Si Kecil batuk-batuk.

Bila Si Kecil menunjukkan kondisi batuk seperti ini, sebaiknya segera bawa ke dokter ya. Dokter biasanya akan memeriksa riwayat asma dalam keluarga dan bisa memberikan penanganan yang tepat.

3. Batuk Berdahak Disertai Pilek

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami batuk berdahak. Jenis batuk ini merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan dahak dari paru-paru. Itulah mengapa batuk berdahak biasanya lebih terasa di area dada. Umumnya batuk berdahak pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri.

Namun, bila batuk berdahak yang dialami Si Kecil juga disertai dengan gejala lain, seperti pilek, sakit tenggorokan, mata berair, serta nafsu makan menurun, maka ibu perlu berhati-hati. Biasanya batuk yang disertai pilek paling sering terjadi saat cuaca sedang dingin yang bisa berlangsung selama satu sampai dua minggu.

Flu yang menyertai batuk biasanya disebabkan oleh virus. Karena itu, memberi obat antibiotik saja tidak cukup. Ibu perlu mengurangi produksi lendir di saluran napas Si Kecil dengan memberikan obat tetes hidung atau obat khusus batuk berdahak sesuai petunjuk dokter.

4. Batuk Disertai Demam

Kondisi batuk pada anak lainnya yang perlu ibu waspadai adalah bila batuk disertai demam. Pasalnya, batuk yang disertai demam selama beberapa hari bisa membuat suara anak menjadi serak dan ritme napasnya meningkat merupakan ciri-ciri dari penyakit Bronkiolitis. Bronkiolitis merupakan infeksi yang terjadi pada bronkiolus atau saluran terkecil di paru-paru. Saat saluran ini membengkak dan penuh dengan lendir, Si Kecil akan kesulitan bernapas.

Penyebab bronkiolitis adalah virus pernapasan syncytial atau yang dikenal juga sebagai RSV. Penyakit ini paling sering terjadi di musim hujan, yaitu saat udara sedang dingin. Cara mengatasi kondisi batuk pada anak yang seperti ini sebenarnya cukup sederhana. Si Kecil hanya perlu banyak beristirahat dan minum. Namun, bila keadaan Si Kecil tidak kunjung membaik dan dia terlihat kesulitan bernapas, segera periksakan Si Kecil ke dokter.

Nah, itulah empat tanda batuk pada anak yang perlu ibu waspadai. Dengan mengetahui tanda-tanda tersebut, ibu diharapkan bisa memberi pertolongan pertama pada Si Kecil bila dia mengalami kondisi batuk yang tidak normal. Ibu juga bisa membeli obat batuk untuk anak lewat aplikasi Halodoc. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan ibu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: