Bukan Cuma Rokok, Ini Faktor Pemicu Kematian Bayi Mendadak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bukan Cuma Rokok, Ini Faktor Pemicu Kematian Bayi Mendadak

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention, perokok pasif menyebabkan banyak masalah kesehatan pada bayi dan anak-anak, termasuk sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Selain rokok, ada beberapa faktor pemicu lain yang dapat menyebabkan SIDS. Salah satunya adalah terkait dengan cacat pada bagian otak bayi yang mengontrol pernapasan dan respons saat tidur.

Faktor Fisik dan Posisi Tidur Bayi

Para peneliti telah menemukan ada beberapa faktor yang mungkin menempatkan bayi pada risiko ekstra terkena SIDS. Peneliti juga mengidentifikasi tindakan yang dapat orang tua ambil untuk membantu melindungi anak dari risiko SIDS. 

Baca juga: SIDS Rentan Menyerang Bayi, Ini Alasannya

Kombinasi faktor lingkungan fisik dan tidur dapat membuat bayi lebih rentan terhadap SIDS.  Faktor fisik yang terkait dengan SIDS meliputi:

  1. Cacat Otak

Beberapa bayi dilahirkan dengan masalah yang menyebabkan mereka lebih mungkin meninggal karena SIDS. Pada bayi dengan kondisi ini, bagian otak yang mengontrol pernapasan dan respons dari tidur belum cukup matang untuk bekerja dengan baik.

  1. Berat Badan Lahir Rendah 

Kelahiran prematur atau menjadi bagian dari banyak kelahiran meningkatkan kemungkinan otak bayi belum matang sepenuhnya, sehingga bayi kurang memiliki kendali atas proses otomatis, seperti pernapasan dan detak jantung.

  1. Infeksi Pernapasan

Banyak bayi yang meninggal karena SIDS biasanya mengidap pilek yang mungkin berkontribusi pada masalah pernapasan.

Barang-barang di boks bayi dan posisi tidur bayi dan digabungkan dengan masalah fisik bayi dapat meningkatkan risiko SIDS. Beberapa contohnya termasuk: 

  • Tidur tengkurap atau miring. Bayi yang ditempatkan dalam posisi ini untuk tidur mungkin mengalami kesulitan bernapas lebih sering daripada bayi yang tidur telentang dengan posisi punggung ditempatkan di ranjang. 

  • Tidur di permukaan yang lembut. Berbaring telungkup di atas selimut empuk, kasur empuk, ataupun kasur air dapat menghalangi jalan napas bayi.

  • Berbagi tempat tidur. Risiko SIDS bisa saja terjadi jika bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tuanya dan risiko meningkat jika bayi tidur di ranjang yang sama dengan orang tua, saudara kandung, atau bahkan hewan peliharaan.

  • Suhu udara terlalu panas. Terlalu hangat saat tidur dapat meningkatkan risiko SIDS pada bayi.

Butuh rekomendasi pengobatan dari dokter, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: SIDS pada Bayi Bisa Terjadi Tanpa Penyakit

Selama kehamilan, kondisi ibu juga memengaruhi risiko SIDS pada bayinya, terutama jika:

  1. Lebih muda dari 20 tahun.

  2. Merokok.

  3. Menggunakan narkoba atau alkohol.

  4. Memiliki perawatan pralahir yang tidak memadai.

Bagaimana Mencegah SIDS

Tidak ada cara pasti untuk mencegah SIDS, tetapi ibu dapat membantu bayi tidur lebih aman dengan cara mengatur posisi tidur bayi.  Jangan menggunakan posisi perut untuk menenangkan bayi yang kesal.

Kemudian, gunakan kasur yang kuat dan hindari meletakkan bayi di atas lapisan tebal dan halus, seperti kulit domba atau selimut tebal. Jangan tinggalkan bantal, mainan empuk, ataupun boneka binatang di boks. Ini dapat mengganggu pernapasan jika wajah bayi menekannya.

Menyusui selama setidaknya enam bulan menurunkan risiko SIDS. Mengisap dot saat tidur siang dan sebelum tidur juga dapat mengurangi risiko SIDS.  Jika bayi tidak tertarik pada dot, jangan memaksanya. 

Coba lagi di lain hari. Jika dot keluar dari mulut bayi saat tidur, jangan memasukkannya kembali. Tidak ada bukti bahwa imunisasi rutin meningkatkan risiko SIDS. Beberapa bukti menunjukkan imunisasi dapat membantu mencegah SIDS.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sudden infant death syndrome (SIDS).
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. Health Effects of Secondhand Smoke.