Bukan Hujan, Sulit Bangun Pagi karena Atypical Depression

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bukan Hujan, Sulit Bangun Pagi karena Atypical Depression

Halodoc, Jakarta – Cuaca dingin dan hujan yang turun sering dijadikan alasan untuk “tidur lagi” di pagi hari. Padahal, tubuh sebenarnya sudah cukup tidur, yaitu sekitar 7–8 jam. Namun, tetap saja perasaan lelah masih menyelimuti dan enggan untuk beranjak dari kasur. Kamu pernah merasakannya? 

Hati-hati, selain cuaca yang mendukung, sulit bangun di pagi hari bisa jadi merupakan tanda atypical depression atau depresi atipikal. Kondisi ini merupakan salah satu jenis depresi yang sering menyerang remaja atau dewasa muda. Kabar buruknya, atypical depression sering muncul tanpa disadari. Biar lebih jelas, simak pembahasannya di artikel ini! 

Baca juga: 4 Alasan Utama Generasi Milenial Lebih Gampang Depresi 

Mengenal Atypical Depression dan Gejalanya 

Depresi merupakan gangguan mood yang bisa menyerang siapa saja, tetapi paling sering ditemukan pada remaja dan dewasa muda. Salah satu jenis depresi yang mungkin menyerang, tetapi jarang disadari adalah atypical depression. Sebab, depresi yang satu ini memiliki gejala yang bersifat umum dan sedikit berbeda dengan depresi yang dikenal secara umum. 

Biasanya, pengidap depresi tidak akan mengalami perubahan mood atau suasana hati saat mengalami hal yang positif atau menyenangkan. Sebaliknya, hal itu bisa terjadi pada atypical depression. Orang dengan kondisi ini bisa mengalami peningkatan mood akibat kejadian yang menyenangkan atau positif. Kendati demikian, tetap ada perasaan-perasaan khas depresi, seperti merasa sendirian, kesulitan menjalani hidup, hingga perasaan diri tidak berharga. 

Gejala khas dari depresi atipikal adalah hipersomnia, yaitu kondisi di mana tubuh sebenarnya sudah cukup tidur, tetapi masih saja merasa lelah. Hal ini yang kemudian menyebabkan pengidap gangguan mood atypical depression susah untuk bangun pagi. Pengidapnya juga akan mengalami kelemahan pada tangan dan kaki. Kesulitan berinteraksi di lingkungan sosial juga bisa menjadi gejalanya. 

Baca juga: 5 Penyebab Sering Ngantuk Padahal Sudah Cukup Tidur 

Uniknya, jenis depresi ini malah menyebabkan meningkatnya nafsu makan. Hal itu membuat peningkatan berat badan, bahkan sampai obesitas menjadi salah satu gejala atypical depression. Sama dengan jenis depresi lain, hingga kini masih belum diketahui apa penyebab seseorang bisa mengidap atypical depression

Namun, ada beberapa faktor yang diduga berkaitan, seperti ketidakseimbangan hormon di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati. Depresi juga bisa terjadi karena faktor keturunan serta pengalaman traumatis di masa lalu. Sama seperti gangguan psikologi lainnya, depresi atipikal sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan harus mendapat penanganan tepat. 

Depresi ditangani dengan beberapa cara, mulai dari terapi, konsumsi obat tertentu, hingga perubahan gaya hidup. Orang dengan kondisi ini disarankan untuk rutin berolahraga, mengatur waktu tidur yang cukup, hindari konsumsi alkohol, mengelola stres, serta konsumsi makanan yang sehat. Pola hidup sehat dan asupan nutrisi yang baik nyatanya bisa memengaruhi mood, sehingga terhindar dari berbagai penyakit, baik fisik maupun psikis. 

Pastikan juga untuk selalu berbicara dengan dokter, terutama jika muncul gejala depresi. Meski begitu, depresi atipikal bukan satu-satunya penyebab seseorang sulit bangun pagi. Hal ini bisa saja disebabkan oleh kurang tidur, terlalu lelah, atau bahkan penyakit tertentu. Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika mengalami gejala tidur berlebihan dalam jangka waktu yang panjang. 

Baca juga: Awas, Depresi Ringan Juga Bisa Berakibat Fatal pada Tubuh 

Atau jika ragu, kamu bisa menyampaikan gejala awal yang dirasakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Voice/Video Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan fisik dan mental dari ahlinya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Depression With Atypical Features: Diagnostic, Validity, Prevalence, and Treatment. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Atypical Depression. 
Psychology Today. Diakses pada 2020. The Different Faces of Depression.