04 October 2018

Bukan Penyakit Akut, Anemia Defisiensi Zat Besi dan Folat Bisa Sebabkan Kematian?

Bukan Penyakit Akut, Anemia Defisiensi Zat Besi dan Folat Bisa Sebabkan Kematian?

Halodoc, Jakarta – Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, jumlah pengidap anemia di seluruh dunia sekitar 1,62 juta jiwa. Itu berarti sepertiga penduduk dunia mengidap anemia. Meski banyak terjadi pada wanita dan anak-anak, anemia bisa diidap oleh siapa saja, termasuk pria dan wanita di segala usia.

Anemia Defisiensi Zat Besi

Ini adalah jenis anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi sehingga berdampak pada penurunan jumlah sel darah merah (hemoglobin) yang sehat. Padahal, hemoglobin bertugas untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika hemoglobin terus berkurang, tubuh tidak akan mendapat oksigen yang memadai sehingga tubuh menjadi lebih cepat merasa lemas, lelah, hingga sesak napas. Di Indonesia, prevalensi anemia defisiensi zat besi di Indonesia masih sangat tinggi, terutama pada wanita hamil, anak balita, dan anak usia sekolah.

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan, jumlah pengidap anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil mencapai 37,1 persen. Kondisi ini perlu diwaspadai. Sebab, anemia pada ibu hamil telah dikaitkan dengan risiko kelahiran prematur, penyakit infeksi, serta kematian ibu dan anak. Selain itu, hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) juga melaporkan bahwa kejadian anemia defisiensi zat besi pada kelompok usia balita sebanyak 48,1 persen dan pada kelompok usia anak sekolah sebanyak 47,3 persen.

Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat adalah jenis anemia yang disebabkan oleh kurangnya kadar vitamin B12 dan B9 (folat) dalam tubuh. Kedua vitamin ini berperan dalam memproduksi sel darah merah, serta menjalankan fungsi beberapa organ penting dalam tubuh (termasuk menjaga kesehatan sistem saraf). Penyakit ini tergolong anemia megaloblastik, di mana sel darah merah tidak tumbuh secara normal dengan ukuran yang sangat besar.

Apakah Anemia Defisiensi Zat Besi dan Folat Bisa Sebabkan Kematian?

Jika dibiarkan tanpa penanganan, anemia bisa menimbulkan komplikasi yang berujung pada kematian. Berikut ini komplikasi anemia defisiensi zat besi serta anemia defisiensi B19 dan folat yang perlu diwaspadai:

1. Komplikasi Anemia Defisiensi Zat Besi

Komplikasi yang terjadi bergantung pada pengidapnya. Misalnya, komplikasi anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil berupa kelahiran prematur atau berat badan lahir bayi rendah. Pada anak-anak, komplikasi berupa gangguan pertumbuhan.

Anemia defisiensi zat besi juga bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, otak, dan organ lainnya. Yaitu berupa aritmia, kondisi yang ditandai dengan detak jantung cepat dan tidak beraturan. Aritmia bisa merusak jantung dan menyebabkan gagal jantung. Selain aritmia, kehilangan darah dalam waktu yang sangat cepat juga membuat pengidap anemia berat kekurangan cairan sehingga meningkatkan risiko kematian.

2. Komplikasi Anemia Defisiensi B19 dan Folat

Komplikasi yang terjadi berupa gangguan sistem saraf, masalah penglihatan, penurunan daya ingat, gangguan dalam pergerakan, kemandulan, serta gangguan pada janin (seperti kelahiran bayi prematur atau berat badan bayi lahir rendah).

Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar anemia defisiensi besi dan folat, tanyakan saja pada dokter Halodoc. Untuk berbicara pada dokter, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan dimana saja melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Video/Voice Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: