• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bumil, Ini 7 Bahaya Asap Rokok Bagi Janin yang Harus Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bumil, Ini 7 Bahaya Asap Rokok Bagi Janin yang Harus Diwaspadai

Bumil, Ini 7 Bahaya Asap Rokok Bagi Janin yang Harus Diwaspadai

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 21 Juli 2022

“Selama kehamilan, bahaya asap rokok semakin besar baik pada ibu maupun janin yang dikandung. Janin dapat mengalami berbagai masalah, misalnya keguguran, prematur, atau cacat lahir.”

Bumil, Ini 7 Bahaya Asap Rokok Bagi Janin yang Harus DiwaspadaiBumil, Ini 7 Bahaya Asap Rokok Bagi Janin yang Harus Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Asap rokok telah terbukti dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan bagi ibu hamil dan janin. Baik ibu yang perokok aktif ataupun pasif, berisiko mengalami berbagai masalah pada kehamilan. Misalnya keguguran dan persalinan prematur. Selain itu, bayi nantinya dapat lahir dengan berat badan lahir rendah.

Perlu diwaspadai, bayi berat lahir rendah memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dan rentan terhadap infeksi, masalah pernapasan, serta masalah kesehatan jangka panjang hingga ia dewasa kelak. Untuk itu, ibu harus menghindari asap rokok jika tidak ingin mengalami dampak bahaya asap rokok bagi janin. 

Jika suami atau keluarga di rumah merupakan perokok, sebaiknya beri pengertian agar mereka berhenti merokok atau tidak merokok di rumah. Nah, berikut beberapa bahaya asap rokok bagi janin yang perlu diwaspadai. 

Waspadai Bahaya Asap Rokok Bagi Janin

Asap rokok merupakan campuran beracun yang mengandung lebih dari 7.000 senyawa kimia. Udara yang tercemar asap rokok berbahaya untuk dihirup, baik bagi perokok aktif atau perokok pasif.

Sementara itu pada ibu hamil, risikonya semakin besar baik pada ibu maupun janin yang dikandung. Karena racun yang dihirup berisiko meracuni janin dalam kandungan. Itulah sebabnya bumil perlu mewaspadai bahaya asap rokok bagi janin. Berikut ini beberapa bahaya yang dapat terjadi pada janin yang terpapar asap rokok selama dalam kandungan:

  1. Keguguran

Bahaya asap rokok bagi janin yang pertama adalah bisa meningkatkan risiko keguguran pada trimester pertama. Keguguran tidak hanya membahayakan janin, tapi juga sang ibu.

  1. Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

Pada umumnya berat badan bayi yang normal saat lahir yaitu mulai dari 2,9 kilogram hingga 3,6 kilogram. Berat badan bayi dikatakan rendah jika beratnya kurang dari 2,5 kilogram. Kondisi tersebut mungkin bisa membuat bayi mengalami gangguan pernapasan, mudah mengalami infeksi, dan kadar gulanya rendah.

  1. Bayi Lahir Prematur

Bahaya asap rokok bagi janin berikutnya yaitu bayi lahir sebelum waktunya atau prematur. Hal ini tentu bisa memicu beberapa masalah kesehatan yang serius bagi bayi, misalnya gangguan pernapasan. Sebab asap rokok dapat memberikan efek negatif bagi perkembangan paru-paru janin.

Bayi prematur juga lebih rentan mengalami:

  • Infeksi.
  • Penyakit kuning.
  • Kesulitan menyusu.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan sistem saraf.
  • Mengalami pendarahan otak.
  1. Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Ini merupakan sindrom yang bisa menyebabkan bayi kehilangan nyawa secara tiba-tiba saat ia sedang tidur, meski sebelumnya ia terlihat baik-baik saja. Sudden infant death syndrome (SIDS) terjadi pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun. Kondisi ini bisa terjadi diduga karena adanya kelainan di bagian otak yang mengatur pernapasan bayi, dan kondisi tidur bayi yang menghambat pernapasannya.

  1. Solusio Plasenta

Plasenta adalah struktur yang terbentuk selama kehamilan sebagai penyedia nutrisi dan oksigen bagi janin. Merokok atau menghirup asap rokok merupakan faktor risiko utama untuk beberapa komplikasi yang berkaitan dengan plasenta. Salah satu masalah tersebut adalah solusio plasenta. 

Kondisi ini terjadi dimana plasenta terpisah dari rahim sebelum melahirkan. Solusio plasenta dapat menyebabkan pendarahan hebat dan mengancam kehidupan ibu dan bayi. Hingga saat ini belum ada operasi atau perawatan untuk mengatasinya. 

  1. Plasenta Previa

Merokok juga merupakan faktor risiko plasenta previa. Selama kehamilan, plasenta biasanya tumbuh di dalam rahim hingga ia menuju bagian atas rahim. Hal ini membuat serviks terbuka untuk melahirkan. 

Plasenta previa adalah kondisi ketika plasenta tetap berada di bagian bawah rahim, menutup sebagian atau seluruh serviks. Plasenta dapat robek dan menyebabkan pendarahan berlebihan. Jika itu terjadi, maka nutrisi penting dan oksigen untuk janin tidak tersalurkan.

  1. Cacat Lahir

Cacat lahir merupakan bahaya menghirup asap rokok bagi janin berikutnya. Jenis masalah yang paling umum adalah cacat jantung bawaan dan masalah dengan struktur jantung. Masalah kesehatan lain yang dikaitkan dengan asam rokok yaitu bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing.

Itulah bahaya asap rokok bagi janin yang perlu diketahui ibu dan ayah. Jika ibu dan ayah merupakan seorang perokok, sebaiknya berhentilah merokok saat mengetahui kehamilan. Bila perlu saat sebelum merencanakan kehamilan. 

Jika mengalami masalah pada kondisi janin atau kehamilan, segera periksakan ke dokter kandungan. Ayah dan ibu juga bisa membuat janji medis di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2022. 10 Risks of Smoking Before and During Pregnancy
Healthline. Diakses pada 2022. 8 Dangers of Smoking While Pregnant
WebMD. Diakses pada 2022. Smoking During Pregnancy
Better Health. Diakses pada 2022. Pregnancy and smoking