• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bumil Perlu Tahu, Inilah 3 Posisi Bayi Sungsang

Bumil Perlu Tahu, Inilah 3 Posisi Bayi Sungsang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bumil Perlu Tahu, Inilah 3 Posisi Bayi Sungsang

“Posisi bayi yang sungsang selama dalam kandungan perlu Ibu waspadai. Sebab, posisi sungsang tidak ideal untuk persalinan pervaginam. Meskipun sebagian besar bayi sungsang terlahir sehat, mereka mungkin memiliki risiko lebih tinggi cacat lahir atau trauma selama persalinan. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk mengetahui 3 posisi bayi sungsang agar deteksi secara dini dapat dilakukan.”

Halodoc, Jakarta - Ketika janin tumbuh selama masa kehamilan, mereka mungkin akan bergerak di dalam rahim. Ibu mungkin akan merasa ada tendangan atau goyangan, meskipun sedikit. Selama semester akhir kehamilan, bayi akan semakin besar dan tidak memiliki banyak ruang gerak. Posisi bayi menjadi lebih penting ketika persalinan semakin dekat. Ini karena bayi perlu masuk ke posisi terbaik untuk mempersiapkan persalinan. 

Saat persalinan semakin dekat, biasanya ibu dianjurkan untuk memeriksakan kandungan lebih rutin. Dengan begitu dokter dapat melihat dengan USG posisi bayi dalam kandungan, terutama pada bulan terakhir. Nah, posisi yang biasanya perlu diwaspadai adalah posisi sungsang.

Apa Penyebab Bayi Sungsang?

Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui penyebab pasti mengapa kehamilan sungsang dapat terjadi. Namun, menurut American Pregnancy Association, ada banyak alasan berbeda yang dapat menjadi faktor pemicu mengapa posisi bayi bisa sungsang di dalam rahim, antara lain:

  • Sudah pernah hamil beberapa kali.
  • Pernah melahirkan prematur di masa lalu.
  • Rahim memiliki terlalu banyak cairan ketuban, sehingga bayi memiliki ruang ekstra untuk bergerak.
  • Wanita yang mengandung memiliki bentuk rahim yang tidak normal.
  • Terjadinya komplikasi pada rahim, seperti misalnya fibroid.
  • Wanita yang sedang mengandung memiliki plasenta previa.

 

3 Posisi Bayi Sungsang

Sungsang akan menyulitkan proses persalinan pervaginam. Posisi sungsang adalah saat janin posisi kepalanya tetap di atas (yang seharusnya turun di panggul ibu). Ada berbagai jenis posisi sungsang yang perlu kamu ketahui, termasuk:

  1. Frank sungsang. Pada posisi ini, kaki janin berbaring lurus ke atas di depan tubuh bayi, sehingga kaki berada di dekat wajah. 
  2. Sungsang total. Pada posisi ini, janin seperti duduk dengan kaki bersilang di depan tubuh, sehingga kaki berada di dekat bokong bayi. 
  3. Sungsang pijakan. Pada posisi ini, janin memiliki satu atau kedua kaki yang menggantung di bawah bagian bokong. Jika seorang ibu melahirkan secara normal, satu atau kedua kaki akan keluar lebih dulu. 

Baca juga: Jangan Salah, Ini Penjelasan Bayi Sungsang

Posisi sungsang tidak ideal untuk jenis persalinan pervaginam. Meskipun sebagian besar bayi sungsang terlahir sehat, mereka mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami cacat lahir atau trauma selama persalinan. Dalam kelahiran sungsang, kepala bayi adalah bagian terakhir dari tubuhnya yang keluar dari vagina, yang membuatnya lebih sulit untuk melewati jalan lahir. 

Posisi ini juga dapat menimbulkan masalah karena dapat meningkatkan risiko pembentukan lingkaran tali pusat. Kondisi tersebut bisa menyebabkan cedera pada bayi jika mereka dilahirkan secara pervaginam

Baca juga: Posisi Bayi Sungsang, Bisakah Ibu Melahirkan Normal?

Jenis Posisi Bayi Dalam Kandungan

Selain posisi sungsang, berikut jenis posisi bayi dalam kandungan yang perlu ibu ketahui:

1. Posisi Anterior

Ini adalah posisi terbaik untuk janin sebelum persalinan. Mayoritas janin masuk ke posisi ini sebelum persalinan dimulai. Posisi ini berarti kepala janin turun di panggul, menghadap ke belakang ibu. 

Punggung janin akan menghadap ke perut ibu. Posisi ini berarti kepala janin dapat diselipkan, memungkinkan bagian atas untuk menekan leher rahim, yang mendorongnya untuk membuka jalan selama persalinan. Terdapat 2 jenis anterior, yaitu oksiput kiri anterior (janin sedikit ke kiri) dan oksiput kanan anterior (janin sedikit ke kanan). 

2. Posisi Posterior

Posisi ini juga dikenal sebagai posisi back-to-back. Di sinilah kepala janin mengarah ke bawah, dan punggung bayi bersandar pada punggung ibu. Posisi ini bisa sulit bagi janin untuk memasukkan kepalanya yang dapat membuat melewati bagian terkecil dari panggul menjadi lebih menantang. Hal ini dapat menyebabkan persalinan lebih lambat dan lebih lama dari posisi anterior, dan juga dapat menyebabkan sakit punggung pada ibu. Janin mungkin akan berakhir pada posisi ini jika ibu menghabiskan waktu yang lama untuk duduk atau berbaring, seperti jika sedang beristirahat. Bagian belakang tubuh janin lebih berat daripada bagian depan, sehingga wanita hamil dapat mendorong janin untuk berguling ke posisi ideal dengan bersandar ke arah yang bayi inginkan. 

3. Posisi Transversal

Posisi yang juga dikenal sebagai posisi berbaring adalah saat jain berbaring secara horizontal dalam rahim. Kebanyakan janin tidak akan menetap pada posisi ini dalam minggu-minggu atau hari-hari menjelang persalinan. Jika janin masih dalam posisi berbaring melintang tepat sebelum kelahiran, persalinan sesar akan diperlukan. Tanpa kelahiran sesar, ada risiko darurat medis yang dikenal sebagai prolaps tali pusar. 


Baca juga: Inilah Berbagai Posisi Janin dalam Kandungan



Selain mengetahui tiga jenis posisi sungsang yang dapat terjadi, memenuhi nutrisi selama masa kehamilan juga penting dilakukan. Selain dari makanan, Ibu juga dapat memenuhi asupan nutrisi dari suplemen atau vitamin. Kini melalui aplikasi Halodoc, Ibu dapat menikmati kemudahan membeli suplemen tanpa perlu keluar rumah atau mengantri berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Segera download aplikasi Halodoc


This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg


Referensi:

Medical News Today. Diakses pada 2021. Different baby positions during pregnancy: What to know

American Pregnancy Association. Diakses pada 2021. Breech Births

Healthline. Diakses pada 2021.What You Need to Know if Your Baby Is Breech