Cangkok Sumsum Tulang Belakang untuk Kanker Darah

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Cangkok Sumsum Tulang Belakang untuk Kanker Darah

Halodoc, Jakarta – Bagi beberapa orang cangkok sumsum belakang akan terasa asing. Namun bagi pengidap kanker darah, cangkok sumsum tulang belakang menjadi cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi penyakit yang dialami.

Baca juga: Kanker Darah Bisa Sembuh dengan Donor Sumsum?

Kanker darah adalah jenis kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi dari sel darah merah. Umumnya kanker darah berasal dari sumsum tulang yang menjadi lokasi untuk memproduksi darah. Sel kanker yang muncul pada sumsum tulang belakang dapat mengganggu kerja dari sel darah yang normal. Kondisi ini membuat cangkok sumsum tulang belakang menjadi harapan bagi pengidap kanker darah.

Ketahui Prosedur untuk Cangkok Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang adalah organ yang cukup unik dalam tubuh. Sumsum tulang adalah salah satu material lunak dalam tubuh yang mengandung sel hematopoietic. Sel hematopoietic merupakan sel yang belum matang dan berkembang menjadi tiga jenis sel darah yaitu sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit.

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi kanker darah beragam dan disesuaikan dengan kondisi penyakit dan usia pengidap kanker darah. Namun, cangkok sumsum tulang belakang menjadi salah satu pilihan pengobatan yang bisa dilakukan. Tidak ada salahnya untuk mencari tahu mengenai metode pengobatan kanker darah lainnya melalui aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter. Caranya mudah, kamu tinggal download aplikasinya di smartphone kamu, ya!

Cangkok sumsum tulang belakang adalah salah satu proses bedah yang dilakukan untuk menggantikan sumsum tulang yang rusak. Hal ini disebabkan sumsum tulang belakang memiliki fungsi yang cukup penting untuk proses penyampaian pesan antara otak dan saraf tulang belakang.

Tindakan cangkok sumsum tulang belakang dapat dilakukan setelah pengidap kanker darah menjalankan pengobatan berupa kemoterapi atau terapi target. Jika dirasa membutuhkan pengobatan jenis lain, maka cangkok sumsum tulang belakang menjadi pilihan untuk pengobatan.

Baca juga: 6 Hal Ini Bisa Terjadi pada Pengidap Kanker Darah

Cara pengidap kanker darah melakukan cangkok sumsum tulang belakang adalah harus mendapatkan pendonor sumsum tulang terlebih dulu. Setelah itu, dilakukan proses tes untuk kecocokan dari sumsum tulang belakang dengan penerima donor. Proses pengambilan sumsum tulang dari pendonor dikenal sebagai istilah harvesting atau panen.

Pemberian sumsum tulang belakang pada pengidap kanker darah tidak melalui cara yang sama dengan pengambilan. Pengidap kanker darah diberikan infus sumsum tulang belakang melalui intravena. 

Setelah pemberian infus sumsum tulang diikuti dengan proses engraftment yaitu sel induk yang baru mengalir menuju sumsum tulang belakang dan membuat sel darah merah yang baru.

Syarat yang Harus Dipenuhi Jika Ingin Donor Sumsum Tulang

Untuk melakukan cangkok sumsum tulang belakang dibutuhkan seorang pendonor yang telah memenuhi syarat. Ya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pendonor untuk melakukan donor sumsum tulang.

Beberapa syarat dibuat untuk menjaga kesehatan pendonor dan penerima donor sumsum tulang. Pendonor sumsum tulang harus dalam rentang usia 18-44 tahun. Selain itu, pendonor tidak memiliki penyakit autoimun dan kelainan darah.

Baca juga: Jalani Transplantasi Sumsum Tulang, Bisakah Pengidap HIV/AIDS Sembuh?

Pendonor juga tidak diperboleh mengidap penyakit HIV/AIDS, hepatitis B atau C kronis. Pendonor yang sedang hamil atau memiliki penyakit nyeri kronis pada tulang, punggung, pinggul dan tulang belakang sebaiknya hindari untuk melakukan donor sumsum tulang agar hindari komplikasi dan kondisi kesehatan yang semakin memburuk.

Setelah proses pencangkokan sumsum tulang belakang tentu kondisi kesehatan pendonor dan penerima donor sumsum selalu dipantau oleh dokter untuk menghindari kemungkinan komplikasi yang terjadi. Sumsum tulang yang didonor akan digantikan oleh tubuh selama beberapa hari. Proses pemulihan tiap pendonor juga berbeda-beda, namun umumnya membutuhkan 3-4 minggu.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Stem Cell Transplant
Medline Plus. Diakses pada 2019. Bone Marrow Transplant