10 April 2019

Inilah 4 Kondisi yang Membutuhkan Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Inilah 4 Kondisi yang Membutuhkan Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Halodoc, Jakarta - Transplantasi sumsum tulang belakang adalah sebuah terapi khusus untuk pengidap kanker tertentu atau penyakit lain. Transplantasi sumsum tulang melibatkan pengambilan sel yang biasanya ditemukan di dalam sumsum tulang belakang, menyaring sel-sel itu, kemudian mengembalikannya kepada seseorang yang tulang belakangnya diambil.

Tujuan dari transplantasi sumsum tulang belakang adalah untuk mentransfusikan sel-sel sumsum tulang yang sehat kepada seseorang yang sumsum tulangnya sendiri mengalami suatu penyakit, sehingga harus dihilangkan. Sumsum tulang adalah jaringan yang berada di dalam beberapa tulang dalam tubuh, termasuk tulang pinggul dan paha. Sumsum tulang mengandung sel yang belum matang, yang disebut sel punca.

Banyak orang yang mengidap kanker darah, seperti leukemia dan limfoma, anemia sel sabit, dan penyakit yang dapat mengancam nyawa lainnya, bergantung pada sumsum tulang atau transplantasi darah tali pusar untuk bertahan hidup. Sumsum tulang dan sel darah yang sehat dibutuhkan untuk hidup. Ketika penyakit memengaruhi sumsum tulang, sehingga tidak lagi berfungsi secara efektif, transplantasi sumsum tulang belakang pun bisa menjadi pilihan.

Baca Juga: Bisakah Pengidap Anemia Aplastik Sembuh Total?

Tujuan dari Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Tujuan utama dari transplantasi sumsum tulang belakang adalah untuk menyembuhkan banyak penyakit dan jenis kanker tertentu. Ketika sumsum tulang anak telah rusak atau hancur karena penyakit, perawatan radiasi, atau kemoterapi untuk kanker, transplantasi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk orang yang sakit tersebut.

Transplantasi sumsum tulang belakang dapat digunakan untuk:

  • Mengganti sumsum tulang yang sakit dan tidak berfungsi dengan sumsum tulang yang berfungsi dengan baik.
  • Mengganti sumsum tulang dan kembalikan fungsi normalnya setelah kemoterapi atau radiasi dosis tinggi diberikan untuk mengobati kanker.
  • Mengganti sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang yang berfungsi secara genetik untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dari proses penyakit genetik.

Meski demikian, transplantasi sumsum tulang belakang memiliki risiko yang dapat terjadi pada penerima donor. Bahkan, beberapa di antaranya dapat mengancam jiwa. Risiko dan manfaat tersebut harus mendapat pertimbangan menyeluruh terlebih dahulu dengan tim transplantasi sumsum tulang sebelum prosedur dilakukan.

Baca Juga: Begini Metode untuk Menangani Penyakit Anemia Aplastik

Kondisi-kondisi yang Memengaruhi Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Terdapat beberapa kondisi yang dapat memengaruhi sumsum tulang belakang seseorang sehingga membutuhkan transplantasi pada sumsum tulang belakang. Di antaranya:

  1. Leukemia, yaitu penyakit kanker darah yang dimulai di sumsum tulang. Belum diketahui secara pasti penyebab dari penyakit tersebut. Gejala yang timbul meliputi anemia, memar dan hidung berdarah. Perawatan yang dilakukan terhadap penyakit tersebut adalah kemoterapi dan radioterapi, dan terkadang transplantasi sumsum tulang belakang dari orang yang sehat dan kompatibel.
  2. Sarkoma sel retikulum tulang, yaitu tumor kanker sumsum tulang, lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Gejala umum yang terjadi akibat penyakit tersebut meliputi rasa sakit dan bengkak. Perawatan yang dilakukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut adalah radioterapi dan transplantasi.
  3. Anemia aplastik adalah sebuah penyakit yang membuat seseorang berhenti membuat darah. Penyakit ini umumnya terjadi pada orang berusia antara 15 hingga 30. Pengidap penyakit tersebut mungkin memiliki kondisi saat lahir, atau obat-obatan tertentu, serta bahan kimia atau radiasi.

Sering kali penyebab dari anemia aplastik tidak diketahui secara pasti. Gejala yang dapat timbul meliputi kelemahan, demam, dan perdarahan kulit. Transfusi darah dapat membantu untuk sementara waktu, tetapi orang yang terkena dampak parah dapat mati kecuali mereka menerima transplantasi sumsum tulang belakang yang normal.

  1. Sistem kekebalan tubuh yang rusak dapat terjadi pada beberapa anak yang dilahirkan dengan sistem kekebalan tubuh yang cacat dan tidak dapat melawan penyakit. Transfusi darah dapat membantu, tetapi dalam kasus yang paling serius, orang tersebut hanya akan lebih baik jika mendapat transplantasi sumsum tulang belakang.

Baca Juga: Bisakah Kanker Multiple Myeloma Dicegah?

Itulah beberapa kondisi yang dapat disembuhkan oleh transplantasi sumsum tulang belakang. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!