• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Antisipasi Risiko COVID-19 Varian Delta pada Anak

Cara Antisipasi Risiko COVID-19 Varian Delta pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cara Antisipasi Risiko COVID-19 Varian Delta pada Anak

“Banyak orangtua yang khawatir akan penularan COVID-19 varian delta pada anak. Terlebih, anak-anak di bawah usia 12 tahun belum bisa menerima vaksinasi. Namun, ada cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasinya, yaitu menjalani vaksinasi dan mengajarkan anak protokol kesehatan.”

Halodoc, Jakarta – Di tahun kedua pandemi COVID-19, varian delta adalah salah satu mutasi virus corona yang paling diwaspadai. Berbagai negara, termasuk Indonesia, kini sedang bergulat menghadapi kenaikan kasus akibat varian ini. Karena anak-anak di bawah 12 tahun tidak mendapatkan vaksinasi, banyak orangtua yang khawatir akan risiko COVID-19 varian delta pada anak. 

Terlebih, anak-anak bisa saja belum memahami sepenuhnya tentang protokol kesehatan, sebaik orang dewasa. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi risiko COVID-19 varian delta pada anak? Berikut ini pembahasannya. 

Baca juga: Varian Delta COVID-19 Rentan Serang Anak, Ini Faktanya

Risiko Varian Delta pada Anak

Delta adalah varian yang lebih menular dan diperkirakan akan memicu kenaikan kasus di daerah dengan tingkat vaksinasi yang rendah. Karena banyak anak yang tidak divaksinasi, mereka tetap rentan tertular virus. Anak-anak juga lebih sering beraktivitas sosial daripada orang dewasa karena risikonya yang rendah untuk sakit parah akibat COVID-19.

Ya, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak masih memiliki risiko rendah untuk sakit parah akibat COVID-19. Data terbaru menunjukkan bahwa anak-anak menyumbang sekitar 1,3 hingga 3,6 persen dari total rawat inap yang dilaporkan, dan sekitar 0,1 hingga 1,9 persen dari semua kasus COVID-19 pada anak-anak mengakibatkan rawat inap.

Namun, menurut hasil studi yang dilakukan tim Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, yang dipublikasikan di International Journal of Infectious Diseases, menyatakan bahwa 40 persen pasien anak di Indonesia yang terinfeksi COVID-19 berisiko mengalami kematian. 

Studi yang dilakukan pada Maret hingga Oktober 2020 ini melibatkan 490 pasien anak yang dirawat di RSCM karena COVID-19. Risiko kematian yang tinggi terjadi pada anak yang memiliki penyakit lain sebelumnya (komorbid) atau kurang gizi. Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Vaksinasi Orang Dewasa Penting untuk Melindungi Anak

Tidak semua orang bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19, termasuk anak-anak. Namun, orang yang tidak bisa divaksin bisa ikut terlindungi, bila banyak orang di sekitarnya yang sudah divaksin. Ini disebut herd immunity atau kekebalan kelompok. 

Cara paling efektif untuk menjaga anak-anak tetap aman adalah dengan lebih banyak orang dewasa yang divaksinasi, serta mengurangi peluang penyebaran virus corona di antara komunitas mereka. Penting bagi orang dewasa di sekitar anak untuk divaksinasi, seperti orangtua, kakak, paman, atau pengasuhnya.

Jadi, bila kamu belum divaksin, tetapi memenuhi syarat untuk vaksin, sebaiknya segera jalani vaksinasi. Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi juga bisa melindungi orang terdekat, termasuk anak-anak. Gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, atau tempat pelayanan vaksinasi terdekat.

Baca juga: Hindari Corona Varian Delta, Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Ajarkan untuk Memperkuat Protokol Kesehatan

Selain vaksinasi, upaya mencegah penularan COVID-19 varian delta pada anak juga bisa dilakukan dengan mengajarkan mereka untuk memperkuat protokol kesehatan, seperti:

  1. Cuci Tangan

Ajari anak cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Bila tidak tersedia air dan sabun, ajari untuk gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%. 

Bimbing anak untuk menyeka semua permukaan tangan mereka dengan hand sanitizer dan menggosok tangan mereka bersama-sama sampai terasa kering. Jika anak berusia di bawah 6 tahun, awasi mereka saat menggunakan hand sanitizer.

  1. Pakai Masker

Pastikan semua orang di rumah memakai masker (jika berusia 2 tahun atau lebih) saat berada di tempat umum dan saat berada di sekitar orang yang tidak tinggal di rumah. Pastikan anak juga memakai masker dengan benar dan aman.

  1. Hindari Kontak Dekat

Pastikan anak dan semua orang di rumah menjaga jarak fisik dari orang lain yang tidak tinggal bersama mereka dan orang yang sakit (seperti batuk dan bersin).

  1. Menutupi Batuk dan Bersin

Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah terdekat, dan cuci tangan. Ajari anak dan semua anggota rumah tangga untuk melakukan hal yang sama.

Itulah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi COVID-19 varian delta pada anak. Jadikan protokol kesehatan sebagai rutinitas sehari-hari dalam keluarga, sehingga anak bisa mencontohnya. Jangan lupa juga untuk jelaskan mengapa hal itu perlu dilakukan, agar anak memahaminya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. The Delta Variant and Kids: Here’s What Parents Should Know.
CNN. Diakses pada 2021. The Delta Variant Leaves Children Vulnerable to Covid-19. Here’s How to Protect Your Children.
CDC. Diakses pada 2021. Keep Children Healthy during the COVID-19 Pandemic.
International Journal of Infectious Diseases. Diakses pada 2021. Mortality in children with positive SARS-CoV-2 polymerase chain reaction test: Lessons learned from a tertiary referral hospital in Indonesia.