• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Efektif Mencegah Tumor Payudara

Cara Efektif Mencegah Tumor Payudara

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Tumor payudara boleh dibilang sebagai salah satu penyakit yang sering kali membuat kaum hawa merinding ketakutan. Kalau bersifat jinak, tumor payudara sering kali menimbulkan rasa nyeri. Belum lagi tak menutup kemungkinan bisa berubah menjadi tumor ganas. Sedangkan tumor ganas jelas ditakuti. Sebab, bisa mengacu pada kanker payudara.

Nah, dengan kata lain, tumor payudara terbagi menjadi dua, yaitu jinak dan ganas. Untuk kali ini kita akan lebih berfokus pada tumor jinak. Dalam dunia medis, salah satu jenis tumor payudara jinak adalah fibroadenoma. 

Baca juga: Bisakah Tumor Jinak Fibroadenoma Sebabkan Kanker Payudara?

Benjolan dalam Jaringan Payudara

Fibroadenoma atau fibroadenoma mammae (FAM) ini merupakan jenis tumor jinak yang paling umum terjadi di area payudara. Bentuk FAM bulat dengan batas tegas dan memiliki konsistensi kenyal dengan permukaan yang halus. Selain itu, ukuran benjolan ini bisa membesar pada masa kehamilan. 

Tumor yang umumnya diidap wanita berusia antara 15–35 tahun ini, biasanya tak terasa sakit dan mudah bergeser saat disentuh. Hal yang perlu dipahami, kondisi medis ini berbeda dengan tumor kanker payudara. Perbedaannya, FAM tak menyebar ke organ lain seiring waktu bergulir, tak seperti kanker payudara. Singkatnya, benjolan ini hanya tetap berada dalam jaringan payudara. 

Kembali ke judul di atas, bagaimana sih cara mencegah tumor payudara?

Pentingnya Mammografi dan SADARI

Berbicara cara mencegah tumor payudara rasanya masih hitam-putih. Sampai saat ini penyebab tumor payudara seperti fibroadenoma belum diketahui. Nah, hal inilah yang membuat cara pencegahannya masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, setidaknya ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mengetahui perubahan pada payudara. Misalnya: 

  • Wanita yang sudah menginjak usia 20 tahun, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara 1–3 tahun sekali.

  • Bila memiliki risiko kanker payudara, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi setiap setahun sekali. 

  • Bagi yang sudah menginjak usia 45–74 tahun, lakukan pemeriksaan mammografi 1–2 tahun sekali. 

Selain pemeriksaan mammografi, ada pula teknik sederhana untuk mengetahui perubahan payudara. Tekniknya bernama SADARI, alias Pemeriksaan Payudara Sendiri. Menurut rilis dari Kementerian Kesehatan, SADARI bisa membantu kita untuk mengetahui adanya perubahan pada payudara. Lalu, seperti apa sih tekniknya? 

Baca juga: Jangan Tertukar, Ini Pengertian Kista dan Tumor Payudara

SADARI seperti dipublikasikan dalam Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit - Direktorat pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, Enam Langkah SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara. 

  1. Berdiri tegak. Cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara, pembengkakan dan/atau perubahan pada puting. Bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris? Jangan cemas, itu biasa.

  2. Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. dorong siku ke depan dan cermati payudara; dan dorong siku ke belakang dan cermati bentuk maupun ukuran payudara.

  3. Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan, sehingga payudara menggantung, dan dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada kamu.

  4. Angkat lengan kiri ke atas, dan tekuk siku, sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba, dan tekan area payudara, serta cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan Anda.

  5. Cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke dokter seandainya hal itu terjadi.

  6. Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas. Cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.

Menurut ahli dari Yayasan Kanker Indonesia, SADARI sebaiknya dilakukan pada 7–10 hari setelah menstruasi. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Kemenkes RI - Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit - Direktorat pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Diakses pada 2019. Enam Langkah SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Fibroadenoma.