• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Memakai Alat Kontrasepsi yang Tepat

Cara Memakai Alat Kontrasepsi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kalau mendengar tentang kontrasepsi, hal yang langsung terlintas dalam pikiran kamu adalah kondom atau pil KB. Padahal, bukan cuma kondom atau pil KB saja, kontrasepsi tersedia dalam berbagai jenis. Selama ini banyak pula orang yang menganggap penggunaan kontrasepsi hanya untuk mencegah kehamilan saja.

Padahal, penggunaan kontrasepsi bisa digunakan untuk melindungi diri dari infeksi menular seksual (IMS). Ketika memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi, kamu pasti memikirkan tentang cara menggunakannya, berapa lama alat ini akan digunakan, dan efek samping yang bisa ditimbulkan dari alat ini. Sebaiknya simak ulasan berikut ini.

Baca Juga: Pentingnya Pilih Kontrasepsi Ramah Lingkungan

Jenis dan Cara Pemakaian Alat Kontrasepsi

Dikutip dari Queensland Health, situs kesehatan yang dikelola oleh pemerintah Queensland, Australia, berikut ini jenis alat kontrasepsi dan cara pemakaiannya, yaitu:

  1. Kondom

Selain dapat mencegah kehamilan, kondom adalah satu-satunya bentuk kontrasepsi yang mampu melindungi diri dari sebagian besar IMS. Metode kontrasepsi ini bebas digunakan kapan pun sesuai dengan permintaan penggunanya, serta tidak akan memengaruhi hormon di dalam tubuh. Selain itu, kondom juga tersedia dalam dua jenis yaitu kondom untuk pria dan kondom untuk wanita.

Kondom pria digunakan dengan digulirkan ke Mr P yang sudah mengalami ereksi. Kontrasepsi yang satu ini bekerja dengan mencegah sperma masuk ke dalam Miss V. Sedangkan kondom untuk wanita digunakan dengan cara ditempatkan ke dalam Miss V tepat sebelum berhubungan seks. Namun, kondom wanita dinilai tidak seefektif kondom pria. Kekurangan kontrasepsi yang satu ini adalah bisa robek atau lepas saat berhubungan intim jika tidak dipakai dengan cara yang benar.

  1. Pil KB

Pil KB adalah alat kontrasepsi berbentuk tablet kecil yang diminum sekali sehari. Ada beberapa jenis pil, yakni pil kombinasi yang mengandung estrogen dan progestin dan pil kecil yang hanya mengandung satu hormon, yaitu hormon progestin. Pil ini tidak bekerja efektif apabila kamu lupa minum pil. Selain itu, pil ini hanya bisa dikonsumsi oleh wanita.

  1. Perangkat Intrauterine (IUD)

IUD adalah perangkat kecil berbentuk T atau Y ini terbuat plastik dan tembaga yang dipasang di dalam rahim wanita. Ini adalah metode kontrasepsi yang bekerja dalam jangka waktu lama, yakni dapat bertahan selama 3-10 tahun, tergantung pada jenisnya.

Baca Juga: 7 Jenis Kontrasepsi yang Aman untuk Ibu Menyusui

  1. Kontrasepsi Implan

Kontrasepsi implan dilakukan dengan menempatkan batang kecil yang lentur ke bawah kulit di lengan atas wanita. Implan ini kemudian akan melepaskan hormon progesteron yang bekerja menghentikan ovarium melepaskan sel telur dan mengentalkan lendir serviks sehingga menyulitkan sperma untuk memasuki rahim.

Nah, cara untuk memasang atau melepas implan, dokter perlu melakukan prosedur kecil dengan memberikan anestesi lokal kepada pasien. Implan tidak bertahan terlalu lama seperti IUD. Kontrasepsi ini perlu diganti setelah tiga tahun.

  1. Suntikan Kontrasepsi

Suntik kontrasepsi dilakukan dengan menyuntikan hormon progesteron sintetis. Suntik ini biasanya diberikan melalui bokong wanita atau lengan atas. Setelah wanita mendapatkan suntik kontrasepsi ini, hormon progesteron perlahan-lahan dilepaskan ke aliran darah selama 12 minggu ke depan.

  1. Cincin Kontrasepsi

Cincin kontrasepsi adalah metode kontrasepsi dengan memasukan cincin plastik yang fleksibel ke dalam vagina. Setelah dimasukan, cincin akan melepaskan hormon estrogen dan progesteron secara konstan.

Baca Juga: Penggunaan Alat Kontrasepsi Tingkatkan Risiko Gejala Menoragia

Itulah jenis-jenis alat kontrasepsi dan cara pemakaiannya. Jadi, apakah kamu sudah menentukan jenis kontrasepsi mana yang akan dipilih? Kalau masih bingung, kamu bisa bicara dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja.

 

Referensi :

Queensland Health. Diakses pada 2020. 9 types of contraception you can use to prevent pregnancy
Avert Organization. Diakses pada 2020. OPTIONS FOR CONTRACEPTION