7 Jenis Kontrasepsi yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
7 Jenis Kontrasepsi yang Aman untuk Ibu Menyusui

Halodoc, Jakarta – Setelah melahirkan, ibu akan mulai memikirkan jenis alat kontrasepsi apa yang bagus untuk menunda kehamilan. Namun, tidak hanya jenis, ibu juga harus tahu kondisi dan kebutuhan, terlebih setelah melahirkan, ibu tentu memiliki tugas penting yang tidak boleh dilupakan, yaitu menyusui. Pasalnya, ada beberapa jenis alat kontrasepsi yang justru membuat produksi ASI ibu menurun. 

Lalu, apa saja jenis kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui? Berikut ini penjelasan tujuh jenis kontrasepsinya:

Kontrasepsi Tanpa Hormon Untuk Ibu Menyusui

Alat kontrasepsi yang direkomendasikan untuk ibu menyusui adalah tanpa kandungan hormon alias non-hormonal. Ada beberapa ragam pilihan yang bisa ibu pertimbangkan, seperti berikut ini. 

1. IUD Tembaga

Kontrasepsi non-hormonal ini ada dua jenis, yaitu IUD hormonal dan IUD tembaga. Dari keduanya, IUD tembaga menjadi pilihan paling baik karena tidak berdampak pada ASI. Bahkan, tingkat efektivitasnya mencapai 99 persen! Kontrasepsi ini membantu ibu mencegah kehamilan dalam rentang waktu sampai 10 tahun dan bisa dengan mudah dilepas jika ibu memang ingin memiliki anak lagi. 

Baca juga: Kenali Alat-Alat Kontrasepsi untuk Pria

2. Kontrasepsi Penghalang

Kondom adalah alat kontrasepsi penghalang dengan tingkat efektivitasnya mencapai 85 persen. Tidak ada kandungan hormon, sehingga tidak akan memengaruhi produksi ASI ibu. Biasanya, ibu akan diminta untuk melakukan penetrasi sampai waktu kontrol pertama untuk mencegah risiko infeksi hingga area serviks. 

3. Steril

Steril menjadi bentuk permanen dari kontrasepsi yang dilakukan dengan metode tubektomi atau memasang cincin atau mengikat saluran telur kanan maupun kiri, sehingga tidak terjadi pertemuan antara sel telur dan sel sperma. Biasanya, steril banyak dipilih ibu yang tidak lagi ingin punya anak dan telah melahirkan dengan cara caesar. 

4. Metode Amenore Laktasi atau MAL

Cara ini terbilang efektif, karena dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif yang membantu mencegah terbentuknya hormon reproduksi, sehingga ibu tidak akan mengalami ovulasi. Namun, sebelum melakukannya, ibu perlu memastikan bahwa sedang tidak mengalami menstruasi, memberikan ASI eksklusif pada bayi tanpa interupsi makanan atau minuman lain, dan usia sang buah hati masih belum lebih dari 6 bulan. 

Baca juga: Tips Memilih Kontrasepsi untuk Wanita

5. Suntik 

Alat kontrasepsi ini akan diinjeksikan pada ibu agar kehamilan berikutnya bisa dicegah dalam jangka waktu sekitar tiga bulan. Setelahnya, ibu perlu melakukan cek kesehatan untuk mengetahui bagaimana efeknya dan apakah pemberian dosisnya sudah pas. Ibu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit tanpa perlu menunggu lama. 

6. Pil Progestin

Pil progestin mirip dengan pil KB tradisional, bedanya pil ini hanya mengandung progesteron. Pil ini tidak mengandung pil plasebo atau bisa disebut juga pil kosong, sehingga setiap pil yang ibu konsumsi akan memiliki kandungan aktif. 

Baca juga: Enggak Hanya Wanita, Pria Juga Perlu Pakai Alat Kontrasepsi

7. IUD Hormon

IUD jenis ini memiliki kandungan progesteron di dalamnya. Cara kerjanya sama dengan alat kontrasepsi jenis suntik yang efektif untuk mencegah kehamilan antara tiga hingga lima tahun. Apabila ibu berubah pikiran dan ingin mengganti jenis kontrasepsinya, IUD hormon ini bisa dilepaskan dengan mudah. 

Namun, ibu juga harus tahu bahwa kontrasepsi hormonal tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual. Jadi, jika ada kemungkinan berganti pasangan, mungkin kontrasepsi penghalang atau kondom menjadi pilihan terbaik yang bisa digunakan. 

*artikel ini pernah tayang di SKATA