Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Salah Bisa Timbulkan Iritasi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Salah Bisa Timbulkan Iritasi

Halodoc, Jakarta - Mencukur bulu kemaluan adalah hal yang biasa dilakukan demi alasan kebersihan, kenyamanan, hingga penampilan. Hanya saja kamu perlu berhati-hati saat harus melakukan pencukuran di daerah kemaluan. Jika salah, maka dapat berdampak iritasi, muncul benjolan merah, sensasi terbakar, hingga ketidaknyamanan kulit. 

Untuk itu, kamu perlu berhati-hati saat perlu mencukur bulu kemaluan agar tidak terjadi iritasi atau ketidaknyamanan kulit. Iritasi atau ketidaknyamanan kulit akibat salah mencukur bulu kemaluan biasanya dapat hilang dengan sendirinya. Tapi, terdapat cara untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Jika kamu mengalami iritasi dan rasa gatal akibat salah mencukur bulu kemaluan, coba gunakan krim hidrokortison topikal berkadar rendah supaya terasa nyaman. Gunakan hidrokortison dalam waktu sesaat, dan hindari mengoleskannya ke dalam vagina. 

  • Gunakan kompres dingin ke area yang dicukur. Kompres dingin membantu mengurangi pembengkakan kulit dan menenangkan luka bakar. 

  • Berendam dalam air hangat. Mandi dengan air hangat membuka pori-pori dan mengurangi pembengkakan dan iritasi kulit. 

  • Pijat dengan minyak kelapa. Minyak kelapa adalah pelembap alami dengan kualitas antiseptik. Karena minyak kelapa bersuhu dingin, sehingga dapat meleleh ke dalam kulit saat kamu menggunakannya. Rasanya akan menenangkan di dalam kulit. 

  • Oleskan gel lidah buaya. Gel lidah buaya telah lama digunakan orang sebagai perawatan kulit topikal. Meskipun belum terbukti dapat menyembuhkan luka, tapi mengoleskan gel lidah buaya membantu mengurangi iritasi akibat luka bakar. 

Apabila kamu sudah berusaha menangani iritasi akibat salah mencukur bulu kemaluan, namun masih belum berhasil dan masih tidak nyaman, sebaiknya segera komunikasikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk saran penanganan yang tepat. 

Baca juga: Sebelum Cukur Bulu Kemaluan, Perhatikan 5 Hal Ini

Cegah Sebelum Iritasi

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui penanganan atau perawatan iritasi setelah mencukur bulu kemaluan. Kamu juga bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah terjadinya iritasi saat mencukur bulu kemaluan, yaitu:

  1. Eksfoliasi: Gosok area kemaluan dengan sikat tubuh atau kain flanel untuk mengangkat sel kulit mati sebelum bercukur. 

  2. Bercukurlah setelah mandi atau mandi dengan air hangat. Air hangat membuka pori-pori dan membuat proses mencukur lebih mudah. 

  3. Gunakan krim pelembap untuk mencukur. Dengan menggunakan krim pelembap cukur membantu pisau cukur bekerja dengan lebih baik dan dapat mengurangi iritasi kulit. 

  4. Cukur sesuai arah pertumbuhan rambut. Hindari mencukur berlawanan dari arah pertumbuhan rambut, karena hal ini meningkatkan iritasi. 

  5. Gunakan pisau cukur yang tajam. Mencukur dengan pisau cukur yang tumpul meningkatkan iritasi. Menggunakan pisau cukur baru sesering mungkin justru lebih bersih. 

  6. Kurangi frekuensi bercukur. Lebih jarang mencukur lebih baik dan memberikan kesempatan pada kulit untuk pulih. 

  7. Lembapkan kulit secara teratur. Menjaga kulit tetap lembap dapat mengurangi kekeringan dan iritasi. 

Baca juga: Kenali Xerosis yang Membuat Kulit Gatal dan Kering

Saat mencukur bulu kemaluan, kamu juga bisa mengenakan pakaian katun yang longgar agar kulit dapat bernapas dengan baik. Area kulit kemaluan juga terhindar dari gesekan sehingga membantu mengurangi iritasi dan ketidaknyamanan. 

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Women’s Health

Medical News Today. Diakses pada 2019. How to Treat and Prevent Razor Burn Near Vagina