Cara Mengatasi Gangguan yang Ditimbulkan Hepatitis B

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cara Mengatasi Gangguan yang Ditimbulkan Hepatitis B

Halodoc, Jakarta - Setiap organ tubuh manusia memiliki fungsinya. Tidak boleh disepelekan, karena fungis ini saling berkaitan dan sama-sama pentingnya untuk tubuh. Adanya masalah, sekecil apa pun, bisa memicu gangguan yang serius. Seperti halnya hati, ketika terserang virus hepatitis B, akan ada banyak masalah yang membuat fungsi tubuh terganggu. 

Sayangnya, hepatitis B menjadi jenis penyakit hepatitis yang sulit dikenali. Pasalnya, gejalanya terkadang tidak langsung terasa, bahkan bisa tidak muncul sama sekali. Ini menyebabkan orang-orang yang mengidap penyakit hepatitis B tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi virus tersebut. Perkembangannya juga terbilang lambat, yaitu dalam kurun waktu antara satu hingga lima bulan setelah tubuh terinfeksi hingga gejala muncul. 

Pencegahan Penularan Hepatitis B

Ya, hepatitis satu ini sifatnya menular. Jadi, kamu harus mengenali gejalanya, sehingga kamu bisa mencegah terjadinya penularan. Gejala yang biasanya muncul seperti mual, muntah, hilang nafsu makan, penurunan berat badan, dan muncul gejala yang mirip dengan ketika kamu pilek, termasuk sakit kepala, tubuh lelah, dan nyeri pada seluruh tubuh. 

Baca juga: Risiko yang Bisa Ditimbulkan oleh Hepatitis B

Salah satu gejala khas dari penyakit hepatitis B adalah sakit kuning. Kamu bisa melihatnya pada warna kulit dan warna pada bagian putih mata. Apabila berubah menguning karena produksi bilirubin yang berlebihan, bisa jadi kamu positif terinfeksi hepatitis B. jadi, ketika kamu mengalami salah satu dari semua gejala yang telah disebutkan tadi, kamu perlu membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan segera. 

Di Indonesia, kasus hepatitis B terbilang menjadi penyumbang angka kematian yang cukup signifikan, yaitu mencapai lebih dari 28 juta pengidap setiap tahunnya karena hepatitis B yang tidak tertangani dengan baik, sehingga berujung pada komplikasi serius. Angka ini bersanding dengan masalah hati akut lainnya, termasuk sirosis dan penyakit kanker hati. 

Baca juga: Inilah Alasan Hepatitis B dan C Berbahaya

Sementara itu, penularan hepatitis B bisa terjadi dengan berbagai cara, beberapa di antaranya seperti penggunaan jarum suntik bersamaan dan kontak jarum suntik secara tidak langsung, kontak yang terjadi melalui hubungan seksual, dan penularan dari ibu kepada bayinya yang terjadi ketika bayi dilahirkan, karena penularan bisa saja terjadi ketika ibu masih mengandung. 

Vaksinasi menjadi cara pencegahan hepatitis B yang paling dianjurkan. Pemberiannya dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu ketika anak dilahirkan, ketika anak memasuki usia satu bulan, dan ketika usia anak menginjak antara tiga hingga enam bulan. Namun, vaksin pada orang dewasa juga harus dilakukan, terutama untuk orang yang berisiko tinggi akan tertular. 

Mereka termasuk paramedis, pengidap penyakit hati kronis dan penyakit ginjal, anggota keluarga yang tinggal satu atap dengan pengidap, orang yang sering berganti pasangan, dan pengguna obat-obatan terlarang. Penularan di antara orang-orang ini bisa terjadi secara langsung maupun tidak langsung. 

Tindakan pencegahan lainnya adalah tidak melakukan hubungan intim berganti pasangan atau menggunakan pengaman kecuali kamu dan pasangan sudah melakukan pemeriksaan dan dinyatakan negatif mengidap hepatitis B. Lalu, hindari penggunaan obat terlarang, terutama yang dikonsumsi dengan cara disuntikkan pada tubuh. Hindari pula menato tubuh di tempat yang tidak steril, karena penularan juga bisa melalui cara ini.

Baca juga: 5 Fakta Penting tentang Hepatitis B

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2019. Hepatitis B.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hepatitis B.
World Health Organization. Diakses pada 2019. Hepatitis B.