22 January 2019

Risiko yang Bisa Ditimbulkan oleh Hepatitis B

 hepatitis b adalah

Halodoc, Jakarta - Hepatitis B diketahui sulit dikenali, karena gejala-gejalanya tidak langsung terasa. Bahkan, beberapa gejala ada yang sama sekali tidak muncul. Karena itulah banyak orang yang tidak menyadari atau telat menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi hepatitis B. Virus ini biasanya berkembang selama 1-5 bulan sejak pajanan terhadap virus sampai kemunculan gejala pertama.

Satu dari tiga pengidap hepatitis B kronis yang tidak menjalani pengobatan dapat mengalami komplikasi penyakit yang serius. Risiko yang dapat ditimbulkan dari hepatitis B tersebut di antaranya adalah sirosis, kanker hati, dan hepatitis B fulminan.

Baca juga: Inilah yang Dimaksud dengan Hepatitis B

  1. Sirosis

Kondisi ini terjadi karena adanya pembentukan jaringan parut pada hati. Jaringan parut adalah jaringan yang terbentuk setelah sel-sel hati yang mulanya normal, kemudian mengalami luka atau radang yang berkelanjutan. Gejala sirosis biasanya tidak terdeteksi dan sering tidak disadari pengidapnya, sampai terjadi kerusakan yang parah pada hati. Sirosis yang parah dapat memicu gejala-gejala, seperti turunnya berat badan, mual, gampang lelah, gatal-gatal pada kulit, serta pembengkakan pada perut dan pergelangan kaki.

Perkembangan komplikasi ini dapat dihambat dengan langkah pengobatan tertentu, misalnya dengan obat antivirus. Namun, ada sebagian pengidap yang terpaksa menjalani transplantasi hati karena kondisi sudah sangat parah.

  1. Kanker Hati

Hepatitis B kronis dapat berkembang menjadi kanker hati apabila tidak ditangani dengan baik. Gejala pada komplikasi ini adalah mual, muntah, sakit perut, penurunan berat badan, serta sakit kuning (kulit dan bagian putih mata yang menguning). Operasi mungkin akan dilakukan untuk membuang bagian hati yang terserang kanker.

Baca juga: Waspadai 5 Gejala Hepatitis B yang Datang Diam-Diam

  1. Hepatitis B Fulminan

Hepatitis B fulminan dapat terjadi saat sistem kekebalan tubuh menjadi keliru dan mulai menyerang hati hingga menyebabkan kerusakan yang parah. Beberapa gejala yang dapat mengindikasikan kondisi tersebut adalah pengidap menjadi linglung dan bingung, perut membengkak, serta sakit kuning. Penyakit ini bisa menyebabkan hati berhenti berfungsi dan sering kali berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Infeksi hepatitis B memang mudah menular, tetapi bukan berarti tidak dapat dicegah. Beberapa cara yang dapat kamu tempuh untuk mencegah penularan penyakit hepatitis agar tidak mengalami risiko, di antaranya.

Baca juga: Inilah yang Dimaksud dengan Hepatitis D

  1. Vaksin hepatitis B. Ketika vaksin hepatitis B diberikan pada orang yang berisiko terkena infeksi ini, maka tubuh akan dirangsang untuk memproduksi antibodi. Sistem antibodi tersebutlah yang akan ‘melawan’ virus hepatitis jika sewaktu-waktu masuk ke dalam tubuh.

  2. Waspada penggunaan jarum. Penggunaan jarum atau peralatan medis yang tidak steril dapat meningkatkan risiko kamu terkena infeksi ini. Hal ini harus diwaspadai, terutama oleh tenaga medis yang melakukan kontak langsung dengan pengidap hepatitis.

  3. Tidak berbagi peralatan pribadi. Hindari berbagi sikat gigi, pisau cukur, gunting kuku, dan berbagai barang pribadi lainnya. Darah yang terinfeksi dapat menempel di alat pribadi yang kamu gunakan, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit ini pada orang lain.

  4. Berhubungan intim yang aman. Selalu lakukan hubungan intim yang aman dengan menggunakan kondom, termasuk saat kamu dan pasangan melakukan hubungan intim oral dan anal. Selain itu, beri tahu pasangan kamu jika kamu mengidap HBV dan diskusikan risiko penularan kepadanya. Perlu diketahui bahwa kondom hanya mengurangi risiko penularan, bukan mengeliminasinya.  

  5. Rajin mencuci tangan. Meskipun sepele, mencuci tangan nyatanya efektif mencegah penularan penyakit ini. Maka itu, terapkan kebiasaan mencuci tangan, sebelum dan sesudah makan, setelah dari kamar mandi, serta sebelum dan setelah mengolah bahan makanan.

Itulah risiko yang bisa ditimbulkan dari penyakit hepatitis B yang perlu kamu ketahui. Jika kamu memiliki masalah hepatitis B atau penyakit lain, sebaiknya diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!