• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Menggunakan Alat Tensi Digital Mandiri di Rumah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Menggunakan Alat Tensi Digital Mandiri di Rumah

Cara Menggunakan Alat Tensi Digital Mandiri di Rumah

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 02 September 2022

“Berbeda dengan perangkat manual, alat tensi digital memiliki manset yang membungkus lengan. Nah, sebagai ganti bola karet yang biasanya ditekan, kamu tinggal menekan tombol digital.”

Cara Menggunakan Alat Tensi Digital Mandiri di RumahCara Menggunakan Alat Tensi Digital Mandiri di Rumah

Halodoc, Jakarta – Alat tensi digital adalah alat ukur tensi yang lebih nyaman dan praktis digunakan. Tidak seperti alat tensi yang biasa digunakan tenaga medis, alat tensi digital tidak membutuhkan stetoskop untuk mengukur tekanan darah seseorang. 

Cukup melilitkan alat ukur ke lengan dan menekan tombol pengukuran, maka secara otomatis alat ini akan melakukan pengecekan tensi. Sebab sifatnya digital, alat tensi ini rentan mengalami kerusakan, sehingga perlu memilih merek yang berkualitas supaya lebih tepat membaca angkanya. Selengkapnya mengenai cara menggunakan alat tensi digital mandiri di rumah bisa dibaca di sini!

Praktis dan Mudah Menggunakan Alat Tensi Digital

Alat tensi konvensional terdiri dari manset untuk membungkus lengan, bola karet yang ditekan, dan pengukur tekanan darah, dan stetoskop untuk mendengarkan darah yang berdenyut melalui arteri.

Akan dibutuhkan keahlian khusus untuk bisa menggunakan alat-alat tadi. Kamu pun harus tahu kapan harus melihat tekanan darah orang yang sedang diukur yang disesuaikan dengan denyut nadinya.

Ketika digunakan dengan benar, perangkat manual sangat akurat. Namun, alat ini bukan jenis monitor tekanan darah yang direkomendasikan untuk digunakan di rumah.

Berbeda dengan perangkat manual, alat tensi jenis digital memiliki  manset yang membungkus lengan. Nah, sebagai ganti bola karet yang biasanya ditekan, kamu tinggal menekan tombol digital. Dengan alat tensi ini, kamu bisa mengecek tensi secara mandiri. 

Prosedurnya adalah melilitkan manset ke lengan kemudian menekan tombol pengecekan tensi, setelah manset menekan lengan, manset akan mengempis dengan sendirinya. Kemudian layar akan menampilkan pembacaan digital tekanan darah sistolik dan diastolik.

Setelah menunjukkan tekanan darah, manset akan semakin mengempis dengan sendirinya. Untuk menggunakannya kembali, kamu perlu menunggu selama 15 sampai 30 detik. 

Cara Penggunaan Alat Tensi Digital yang Tepat

Monitor tekanan darah digital tidak akan seakurat jika tubuh bergerak saat menggunakannya. Detak jantung yang tidak teratur akan membuat pembacaan menjadi kurang akurat. Namun, memang alat tensi jenis digital sejauh ini  adalah pilihan terbaik untuk pemeriksaan mandiri.

Kamu bisa memaksimalkan penggunaan alat tensi jenis ini dengan menerapkan langkah-langkah berikut ini, supaya pembacaan lebih akurat. 

  1. Lengan harus ditopang, dan upayakan lengan atas setinggi jantung dan kaki di lantai (punggung ditopang, kaki tidak disilangkan).
  2. Waktu terbaik mengukur tekanan darah adalah setelah kamu beristirahat setidaknya selama 5 menit.
  3. Jangan mengukur tekanan darah saat sedang stres, mengonsumsi kafein atau menggunakan produk tembakau dalam 30 menit terakhir, atau baru saja berolahraga.
  4. Cobalah untuk mengukur dan mencatat tekanan darah setiap hari selama 5 hari dan kemudian mendiskusikannya dengan perawat atau dokter, saat pemeriksaan ke klinik atau rumah sakit dilakukan. 

Atau, kamu juga bisa meminta dokter atau perawat untuk mengajari cara menggunakannya dengan benar. Ini akan membantu kamu mencapai hasil yang baik dan jauh lebih akurat.

Jangan lupa untuk memeriksa tabung secara berkala, apakah ada keretakan dan kebocoran. Perawatan dan penyimpanan yang tepat diperlukan. Pastikan tabung tidak disimpan dengan baik dan dalam suhu udara yang normal.

Tekanan darah dikatakan normal jika 120/80 atau sedikit lebih rendah. Disebut darah tinggi jika mencapai 140/90 atau lebih tinggi. Jika tekanan darah menunjukkan antara 120/80 dan 140/90, kamu mungkin mengalami sesuatu yang disebut prehipertensi. Ini berarti kamu berisiko terkena tekanan darah tinggi.

Jika kamu mengidap diabetes atau penyakit ginjal, rentang tekanan darah tinggi mungkin lebih rendah daripada orang lain. Atau, jika berusia lebih dari 65 tahun, tekanan darah mungkin lebih tinggi dari biasanya.

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis utama yang menyebabkan kematian dan komplikasi. Diagnosis dini dan pengobatan hipertensi sejak dini dapat mengurangi risiko kematian dan komplikasi. Pengecekan tensi dengan menggunakan alat ukur tensi dapat membantu pemantauan tekanan darah.

Jika kamu punya masalah kesehatan terkait dengan hipertensi, kamu bisa buat janji pemeriksaan medis lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2022. Blood pressure monitors for home.
Nature.com. Diakses pada 2022. Diagnostic accuracy of mercurial versus digital blood pressure measurement devices: a systematic review and meta-analysis.
Family Doctor.org. Diakses pada 2022. Blood Pressure Monitoring at Home.