• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mengobati Anjing yang Mengalami Cacingan

Cara Mengobati Anjing yang Mengalami Cacingan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang nyaman dan aman untuk memelihara anjing. Memperhatikan kesehatan anjing juga perlu dilakukan agar anjing terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Salah satu penyakit yang kerap dialami anjing adalah cacingan.

Baca juga: Cara Tepat Merawat Anjing Senior Peliharaan

Sebaiknya jangan sepelekan kondisi cacingan yang dialami oleh anjing. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih buruk. Selain itu, pada kasus yang ekstrim atau diikuti dengan penyakit lain, cacingan dapat menyebabkan kematian pada anjing. Untuk itu, segera lakukan pengobatan yang tepat agar cacingan pada anjing dapat diatasi dengan baik.

Kenali Lebih Banyak Cacingan pada Anjing

Tentunya semua pemilik anjing tidak menginginkan anjingnya mengalami gangguan kesehatan, termasuk cacingan. Umumnya, ada beberapa jenis cacing yang dapat memengaruhi kesehatan anjing. Mulai dari Roundworm, Tapeworm, Hookworm, Heartworm, dan juga Whipworm.

Cacingan yang dialami oleh anjing dapat menyebabkan beberapa gejala yang perlu diwaspadai, seperti:

  1. Anjing yang mengalami diare.
  2. Feses yang bercampur darah.
  3. Penurunan berat badan.
  4. Muntah.
  5. Gangguan kesehatan pada bulu anjing.
  6. Perut yang membuncit.
  7. Perubahan perilaku menjadi lesu dan lebih banyak diam.

Itulah beberapa gejala terkait cacingan pada anjing. Heartworm menjadi jenis cacing yang cukup berbahaya pada anjing. Selain gejala di atas, jenis Heartworm dapat menyebabkan anjing mengalami batuk hingga gangguan pernapasan. Hal ini disebabkan larva cacing dapat bermigrasi menuju paru-paru dan menjadi dewasa pada jantung anjing.

Baca juga: Waspada, Ini 6 Penyakit yang Bisa Menyerang Anjing

Lalu, apa yang menyebabkan anjing dapat mengalami cacingan? Cacing yang masuk dalam tubuh anjing dapat hidup pada beberapa organ, seperti usus, jantung, hati, paru, otot hingga ginjal. Biasanya, Hookworm, Whipworm, dan Roundworm akan bertelur pada usus dan telurnya dapat ditemukan pada feses anjing. Telur cacing juga dapat hidup pada tanah yang lembap. Hal ini menyebabkan anjing yang sering beraktivitas di luar ruangan berisiko terpapar cacingan. 

Tidak hanya itu, telur cacing atau cacing yang bercampur dengan feses dapat menjadi salah satu penyebaran ketika pemilik anjing tidak membersihkan kandang dengan baik. Pemilik juga perlu membersihkan bulu-bulu yang terpapar feses agar anjing tidak menjilat bagian bulu yang kotor sebagai self grooming. Kondisi ini dapat ditularkan melalui induk anjing saat dalam kandungan atau proses menyusui. 

Cara Mengobati Cacingan pada Anjing

Segera gunakan Halodoc dan tanyakan langsung pada dokter hewan, ketika kamu mendapati anjing kesayangan mengalami beberapa gejala terkait cacingan. Memberikan obat cacing menjadi pengobatan yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Namun yang perlu diperhatikan, dosis obat harus sesuai dengan saran dokter. 

Lakukan pemberian obat cacing secara rutin. Pastikan pemilik memberikan obat cacing sesuai dengan durasi waktu yang dianjurkan oleh dokter. Hal ini bertujuan untuk menghentikan perkembangbiakan dan menghilangkan cacing dari dalam tubuh anjing. 

Pemberian obat cacing akan semakin efektif ketika kamu melakukan pencegahan dan perawatan yang tepat pada anjing. Pastikan kamu membersihkan kandang secara rutin dari kotoran maupun bulu anjing yang menempel. Kamu juga bisa rutin memandikan atau grooming anjing agar kebersihan dan kesehatan bulu tetap terjaga.

Baca juga: Hewan Peliharaan Bisa Tingkatkan Infeksi Cacingan pada Anak?

Selain itu, pastikan anjing terhindar dari paparan kutu. Beberapa jenis cacing dapat menginfeksi anjing melalui kutu yang membawa telur cacing. 

Kondisi cacingan yang tidak segera diatasi nyatanya dapat memicu gangguan kesehatan pada anjing. Mulai dari gangguan tumbuh kembang, anemia, hingga kematian. Untuk itu, sebaiknya jangan sepelekan masalah cacingan pada anjing. Lakukan pemeriksaan secara rutin agar anjing dalam kondisi kesehatan yang optimal. Dengan begitu, anjing dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik. 

Referensi:
Blue Cross for Pet. Diakses pada 2020. Intestinal Worms in Dogs.
American Kennel Club. Diakses pada 2020. Worms in Dog: Diagnosis, Prevention, and Treatment.
Purina. Diakses pada 2020. Worms in Dog.