Cara Mengobati Kista Pilonidal yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
cara-mengobati-kista-pilonidal-yang-perlu-diketahui

Halodoc, Jakarta - Kista pilonidal merupakan penampakan kantung abnormal di kulit yang biasanya berisi rambut dan sisa-sisa kulit. Keberadaanya hampir selalu terletak di dekat tulang ekor di bagian atas celah bokong. Kista pilonidal umumnya terjadi saat rambut menusuk kulit dan kemudian menjadi tertanam. Apabila kista pilonidal terinfeksi, abses yang dihasilkan sering kali terasa sangat menyakitkan. Kista dapat dikeringkan melalui sayatan kecil atau diangkat dengan operasi. 

Gangguan ini sering kali terjadi pada pria muda, dan masalahnya memiliki kecenderungan untuk kambuh. Orang yang duduk dalam waktu lama, seperti pengemudi truk, berisiko lebih tinggi mengalami kista pilonidal. 

Baca juga: Ini Tes untuk Mendiagnosis Kista Pilonidal

Beberapa Pilihan Pengobatan Kista Pilonidal

Antibiotik saja tidak dapat menyembuhkan kista pilonidal. Dokter memiliki sejumlah prosedur yang dapat dicoba. Kamu dapat mengkomunikasikannya lebih dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai pilihan pengobatan yang baik untuk kasus kista pilonidal. Beberapa opsi pengobatan meliputi:

1. Insisi dan Drainase

Ini merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi kista pilonidal pertama. Dokter akan memotong kista dan mengeringkannya. Pengobatan ini menghilangkan folikel rambut dan membiarkan luka terbuka, kemudian mengemas ruang dengan kain kasa. 

Keuntungan dari prosedur ini adalah dilakukannya anestesi lokal, yang berarti hanya area di sekitar kista yang mati rasa. Sedangkan kerugian yang bisa didapatkan dari pengobatan ini adalah harus sering mengganti kain kasa hingga kista sembuh, terkadang membutuhkan waktu hingga 3 minggu. 

2. Marsupialisasi

Dalam prosedur ini, dokter akan membuat luka dan mengeringkan kista, serta menghilangkan nanah dan rambut yang ada di dalamnya. Dokter akan menjahit tepi luka ke tepi luka untuk membuat kantung. 

Keuntungan dari prosedur ini adalah operasi rawat jalan di bawah anestesi lokal. Pengobatan ini memungkinkan dokter membuat luka yang lebih kecil dan lebih dangkal, sehingga pengidap tidak perlu mengeluarkan dan mengemas kembali kain kasa setiap hari. Kekurangannya adalah membutuhkan sekitar 6 minggu untuk sembuh dan memerlukan dokter yang terlatih secara khusus dalam melakukan prosedur ini.

3. Insisi, Drainase, Penutupan Luka

Dalam teknik ini, kista dikeringkan, tetapi tidak dibiarkan terbuka. Keuntungannya adalah pengidap tidak perlu mengepak kasa, karena dokter sepenuhnya menutup luka setelah operasi. Sedangkan kerugiannya adalah pengidap lebih cenderung memiliki lebih banyak masalah dengan kista ini. Lebih sulit untuk menghapus seluruh kista dengan metode ini. Biasanya, prosedur dilakukan di ruang operasi dengan ahli bedah yang terlatih khusus. 

Baca juga: Perlu Tahu Penyebab Kista Pilonidal

Prosedur bedah lainnya termasuk eksisi kista dan dinding kista lengkap bersama dengan saluran sinus pilonidal, penggunaan lem fibrin, dan pengambilan (core out) hanya jaringan yang sakit dan kista keluar dengan biopsi punch. 

Setelah operasi dilakukan, sebaiknya ikuti semua instruksi dokter tentang perawatan di rumah, terutama jika kamu perlu melepas dan mengepak kasa. Di antaranya adalah:

  • Usahakan area itu selalu bersih.

  • Periksa tanda-tanda infeksi baru, seperti kemerahan, nanah, atau nyeri.

  • Kontrol kembali pada dokter singga dokter supaya dapat melihat bagaimana kista disembuhkan.

  • Penyembuhan total mungkin dilakukan. Namun, perlu diingat bahwa kista pilonidal dapat kambuh, bahkan jika pengidap telah melakukan satu pembedahan. 

Kista Pilonidal Dapat Dicegah

Setelah kista pilonidal dikeringkan dengan pembedahan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kista yang lain. Cobalah untuk tidak duduk dalam waktu lama, yang memberi tekanan pada area kista pilonidal berkembang. Apabila pekerjaan mengharuskan untuk duduk sepanjang hari, cobalah menyisihkan beberapa menit setiap jam untuk berdiri dan berjalan cepat. 

Membawa beban ekstra juga dapat membuat kamu lebih rentan mengembangkan kista pilonidal. Dokter dapat memberikan gagasan yang lebih baik tentang apakah berat badan mungkin berperan dalam pembentukan kista.

Baca juga: Jangan Sepelekan 7 Gejala Kista Ini

Cobalah untuk menjaga area di antara pipi pantat sebersih dan sekering mungkin. Kenakan pakaian yang pas agar dapat membantu mencegah keringat berkumpul di sana. Selain itu, pertimbangkan untuk menghilangkan rambut yang tumbuh di bagian atas bokong kamu. 

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. What Is Pilonidal Cysts?

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pilonidal Cysts