Perlu Tahu, Penyebab Kista Pilonidal

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Perlu Tahu, Penyebab Kista Pilonidal

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami benjolan seperti kista yang terasa sensitif saat disentuh di sekitar tulang ekor? Apalagi jika kondisi ini mengeluarkan cairan nanah atau darah dan mengeluarkan bau tidak sedap, maka bisa menjadi pertanda kamu mengalami kista pilonidal

Kista pilonidal adalah kondisi yang ditandai dengan benjolan tidak normal pada kulit yang biasanya berisi folikel rambut dan kulit. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri dan demam. Kista pilonidal hampir selalu muncul di dekat tulang ekor di bagian atas belahan bokong sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman saat mengenakan celana.

Baca juga: Ini 8 Jenis Kista yang Perlu Diketahui

Lantas Apa Saja yang Menyebabkan Kista Pilonidal?

Sayangnya, belum diketahui penyebab munculnya kista pilonidal. Tetapi, pada kebanyakan kasus, munculnya kista yang didahului oleh tumbuhnya rambut yang menusuk masuk ke dalam lapisan kulit. Kondisi ini diduga terjadi setelah cedera pada bagian tersebut. Kondisi ini juga kerap terjadi pada pria dan berusia 20-an. Sementara itu, faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kista pilonidal adalah:

  • Obesitas;

  • Kurang gerak;

  • Memiliki rambut kaku atau kasar;

  • Terlalu sering duduk dalam waktu lama;

  • Memiliki pertumbuhan bulu tubuh yang berlebihan.

Kista jenis ini bisa dicirikan dengan pertumbuhan rambut ke arah dalam yang menusuk lapisan kulit sampai tertanam. Apabila tidak ditangani dengan benar, pengidap kista pilonidal yang terinfeksi dikhawatirkan dapat terkena salah satu jenis kanker kulit yaitu karsinoma sel skuamosa.

Baca juga: Kista Bisa Berubah Jadi Tumor Ganas

Bagaimana Cara Mengobati Kista Pilonidal Ini?

Untuk menangani kondisi ini, terdapat cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yaitu: 

  • Insisi dan pengeringan. Pada metode ini, benjolan kista dibuat sayatan kecil yang kemudian cairan nanah di dalamnya dikeluarkan sampai kering. Selain itu, dokter juga mengangkat folikel rambut dari dalam benjolan kista dan membiarkan luka sayatan terbuka.
  • Marsupialisasi. Dengan prosedur ini, dokter membuat sayatan dan mengeluarkan cairan nanah serta rambut dari dalam benjolan kista. Setelah itu, dokter akan menjahit bagian pinggir luka sayatan untuk membuat kantong.
  • Insisi, pengeringan, dan penutupan luka. Tim medis akan membuat sayatan untuk mengeringkan nanah dari dalam kista. Setelah itu, luka sayatan ditutup kembali.

Setelah melakukan tindakan pembedahan, pasien disarankan untuk menjaga kebersihan bagian tubuh sekitar luka sayatan. Mereka juga disarankan untuk mengecek apakah terdapat tanda-tanda infeksi di sana. Bekas luka pembedahan harus secara rutin diperiksakan oleh dokter. Kini kamu bisa dengan mudah buat janji dokter melalui aplikasi Halodoc. Tanpa harus antre lama, kamu bisa datang langsung ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan dengan dokter umum atau spesialis.

Baca juga: 5 Tindakan Medis yang Bisa Dilakukan untuk Hilangkan Kista

Bagaimana Cara Mencegah Kista Pilonidal?

Hal yang paling penting dalam mencegah kondisi ini menjaga kebersihan pada bagian bawah tulang ekor. Tidak hanya itu, kista pilonidal juga bisa dicegah dengan cara menjaga berat badan ideal, serta menghindari duduk dalam waktu yang terlalu lama. Untuk mereka yang pernah mengidap kista pilonidal, maka wajib untuk menggunakan produk atau tindakan medis sesuai anjuran dokter untuk merontokkan rambut di area bawah tulang ekor, agar kondisi ini tidak kembali terjadi. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pilonidal Cyst.
Web MD. Diakses pada 2019. What Is a Pilonidal Cyst?